Geliat Pengusaha Muslimah Kota Tasikmalaya Melalui Wadah IPEMI

Pelantikan Pengurus Ikatan Pengusaha Muslimah (IPEMI) Kota Tasikmalaya Periode 2017-2022

Kota Tasik, LINTAS PENA

Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) merupakan suatu organisasi kemasyarakatan yang didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan peran dan kontribusi pengusaha muslimah di Indonesia dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, menuju kemandirian ekonomi yang berkepribadian Indonesia dan berakhlakul karimah.

IPEMI Kota Tasikmalaya sendiri pada Kamis (07/09/2017) bertempat di Lekker Coffee resmi terbentuk dan dilantik oleh Ir. Diah Ivoniarti, MM Ketua Pengurus Wilayah IPEMI Provinsi Jawa Barat. Walaupun,  umur IPEMI yang baru menginjak 2 tahun ini pertumbuhannya sangat pesat, terbukti kini  sudah menyebar di 34 Provinsi dan 329 Kota/Kabupaten yang ada di Indonesia serta merambah ke Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Turki.

Ketua IPEMI Kota Tasikmalaya Anne Yuniarti, S.H mengungkapkan , dengan terbentuknya IPEMI di Kota Tasikmalaya ini, ia mengharapkan mampu membantu masyarakat Kota Tasikmalaya , khususnya kaum perempuan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Tasikmalaya. “Karena pada dasarnya,  pelaku usaha atau warung di Kota Tasikmalaya merupakan kaum hawa, sehingga dengan adanya IPEMI ini diharapkan mampu membina dan menjadi wadah untuk mengembangkan usaha masyarakat Kota Tasikmalaya”jelasnua.

Sementara itu, Ir.Diah Ivoniati,MM mengatakan bahwa IPEMI sendiri memiliki 4 program utama yaitu warung muslimah, salon muslimah, majalah ibadah dan pelatihan UKM. “Dengan didirikannya warung muslimah binaan IPEMI, diharapkan mampu menstabilkan harga sembako sehingga harga sembako tidak akan melonjak signifikan, bahkan bisa lebih murah dibandingkan harga di pasar karena dengan warung muslimah IPEMI ini rantai pemasaran yang panjang akan diputus dan langsung dari petani atau pengepul besar ke warung, tidak melalui beberapa rantai lagi.”paparnya

Diah mencontohkan di Bandung kini sudah ada 30 warung muslimah yang berada di 30 kecamatan, dan terbukti mampu mentsabilkan harga sebagai contoh harga bawang putih di Kota Tasikmalaya Rp 10.000,00 per ¼ kg, sementara di warung muslimah Rp 24.000,00 per kg.

Menurutnya, IPEMI juga sekarang bekerjasama dengan pemerintah dalam melancarkan program Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT dimana masyarakat diberi kartu yang bisa digunakan untuk belanja kebutuhan sembako di warung-warung tertentu dengan cara digesek atau di debet di mesin edc yang berada di warung warung tertentu salah satunya di warung muslimah. Selain itu, IPEMI juga tengah mempersiapkan aplikasi pembayaran berbasis QR Code atau Barcode seperti layaknya yang digunakan di China, Eropa, dan Amerika yang menggunakan Alipay dan Apple Pay dimana untuk belanja hanya perlu melakukan scan pada barcode setiap barang.(LUKMAN NUGRAHA/REDI MULYADI)***

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *