Terkait Kucuran Bantuan ADD 2013, Tokkong Diduga Dimanipulasi Menjadi Vihara oleh Oknum Pemdes Sungai Cingam

Rupat, LINTAS PENA

Kucuran bantuan alokasi dana desa (ADD) tahun 2013 Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Batu Panjang Kab Bengkalis   diduga terkesan adanya manipulasi status rumah ibadah ( tokkong ) tokkong yang seharusnya. Hal itu diketahui, adanya kebijakan tokoh yang mengakui dirinya orang cerdik pintar  berinisial  OC  selaku pendiri tokoh umat Budha dengan tanpa rasa bersalah, maka  tokkong dijadikan Vihara umat Budha di desa ini.Sementara tokkong itu sendiri , pengertia nya adalah rumah tetau yang sering diletakkan di bagian suatu wilayah, daerah yang rawan, angker.

Menurut tokoh etnis Tionghua  Budha yang dikutip melalui rekaman hasil konfirmasi LINTAS PENA  (15/09-17) kemarin menyebutkan,   Tokkong itu tidak boleh disamakan dengan Vihara maupun Kelenteng.”Tokkong tetap tokkong. Pengertiannya tokkong itu rumah tetau. Karenabiasanya tokkong itu didirikan seperti suatu daerah yang rawan, angker yang sering menyerupai manusia, dan lain- lain.”ungkapnya

Ketika LINTAS PENA konfirmasi kepada OC yang juga staf Pemdes Sungai Cingam Kaur Pembangunan, dia tampak emoi, seakan- akan mau bertindak arogan.Koq bisa seorang OC aparat Pemdes Desa Cingam bersikap angkuh mengaku, bahwa dirinya orang yang cerdik pandai dengan tanpa rasa bersalah dia memanipulasi status Tokkong dibuatnya Vihara demi mendapatkan uang.

” Tokkong, itulah vihara, karena aku orang cerdik pandai, maka dapatlah kami suntikan dana desa untuk tokkong, karena kami tahu tokkong tidak bisa di-SPJ-kan. Justru itulah kami buatkan vihara. “ujar OC dengan nada tinggi.

Untuk mengalihkan konfirmasi, OC sempatmenghubungi pihak Pandita Budha berinsial Aho dan  Sugiyanto melalui ponsel, namun salah satu di antara mereka yang dihubungi menjawab sederhana “Vihara sih, wihara gak sama dengan tokkong kok bisa. “ucap lawan bicaranya.Dengan rasa gak puas jawaban OC, emosi ” Aku sepak dikau nanti ,”ucapnya dengan nada keras

Berdasarkan data akurat yang diperoleh LINTAS PENA jelas sekali, karena disalinan APBDes 2013 tertera bantuan rumah ibadah Vihara sebesar Rp. 20 juta bantuan fisik, dan bantuan oprasional Rp.2 juta. Bahkan menurut informasi, ada diantaranya yang tidak pernah mendapatkan atau menerima bantuan oprasional seperti dialami berinsial “K” berterus terang ” Aku bersumpah sekalipun tidak pernah menerimanya dari tahun 2013, sampai sekarang.”jelas nya  (ALJF)***

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *