Bupati Tasikmalaya Resmikan Gedung PGRI Kec.Manonjaya

Kab.Tasik, LINTAS PENA

Pendidikan adalah faktor yang dominan untuk pembangunan bangsa. Guru harus mampu memberikan suri tauladan bagi murid-muridnya, karena pada dasarnya anak pada masa usia sekolah memiliki sifat peniru, apa yang orang dewasa contohkan, akan serta merta diikutinya pula, tak terkecuali perilaku para gurunya. Materi pelajaran perlu disampaikan dengan optimal, tetapi contoh prilaku yang baik perlu juga disampaikan sebagai pendidikan yang sifatnya  kontekstual. Imbauan tersebut disampaikan oleh Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum saat meresmikan Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Manonjaya, Kamis (30/11/17).

Bupati menginginkan, agar para guru terus berupaya untuk meningkatkan prestasi anak didiknya.  “Hasil capaian nilai Ujian Nasional (UN) harus lebih optimal, karena secara umum nilai UN Kabupaten Tasikmalaya masih terbilang rendah dibanding kabupaten dan Kota lainnya di Jawa Barat. Hasil UN itu mencerminkan kinerja para gurunya, ketika nilainya rendah maka para guru harus bertanggungjawab, coba evaluasi lagi, jangan-jangan para guru terlalu fokus terhadap prestasi pribadi dalam pemenuhan jam mengajar, sehingga  kewajiban mendidik siswa menjadi terabaikan,”tegas Bupati.

Bupati mengingatkan agar guru dapat menjaga fasilitas infrastruktur pendidikan di sekolah masing-masing.  “Sarana dan prasarana harus dipelihara, kemudian fasilitasi sarana yang perlu untuk kenyamanan sekolah seperti mushola, perpustakaan, toilet, dan  kantin sekolah yang sehat.  Pedagang yang ada di lingkungan  sekolah harus diberi pendidikan kesehatan, coba cek jajanan yang dijual oleh mereka, jangan sampai mengandung zat-zat berbahaya karena akan merusak kesehatan anak-anak di masa yang akan datang, “ujarnya.

Bupati mengharapkan agar para guru dapat melakukan Evaluasi terhadap kemampuan sisiwa dalam pemahaman pendidikan agama.  “Murid itu jangan dibiarkan saja jika belum faham cara membaca Al` quran yang baik dan benar. Pendidikan agama itu  berlaku universal, di mana di dalamnya terdapat pendidikan ukhrowi dan duniawi, artinya ilmu dunia dan akherat perlu disampaian agar menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berahlakul karimah, “tandas Bupati.  Untuk mendukung hal tersebut Bupati dalam waktu dekat akan mengeluarkan intruksi penambahan jam pelajaran Agama Islam selama 2 jam bagi sisiwa SMP di samping program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) yang sudah berjalan untuk memperkuat pendidikan karakter beragama para sisiwa.(****)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *