Nasi Kuning Mengantar Indra Raih Sarjana Komputer UNIPA Maumere

Maumere,  NTT LINTAS PENA

Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere Flores NTT Sabtu 2 Desember 2017 mewisuda 447 mahasiswa/i angkatan ke 9. Dari sederet nama, Yohanes Petrus Minggo S. Kom  (22) yang akrab disapa Indra juga turut diwisuda.

Ibu Indra, Maria Fatima asal Kecamatan Dampit Malang Jawa Timur yang telah ditinggakan suami 2 tahun silam menghadap Tuhan terus meneteskan air mata. “Saya menangis karena terharu. Perjuangan saya selama ini dengan keringat sendiri pula menjual nasi kuning telah terbayar dengan keberhasilan anak Indra. Bagi orang lain keberhasilan  meraih sarjana ini biasa-biasa saja tapi bagi saya seorang janda yang mendiami rumah kontrakan yang dijadikan warung berukuran 3×4 meter ini sesuatu yang luar biasa,”ujar Mama Andry demikian ia biasa disapa dengan mata berkaca-kaca.

Istri dari almarhum Yohanes Reng Jawa asal Ribang Maumere  Flores kepada LINTAS PENA di Warungnya Jalan Sikukoru Kota Uneng Maumere mengungkapkan usaha jual nasi kuning secara kecil-kecilan ini dimulai sejak tahun 1995. “Para pelanggan yang biasa datang ke warung saya adalah karyawan/ti Ekspedisi Meratus pelabuhan Lorens Say Maumere. Mulanya nasi kuning kemudian nasi soto dan telur selalu saya sediakan,”ujar ibu dari Andry dan Indra ini.

Dari hasil jualan ini lanjut Mama Andry ia  sisihkan untuk uang kuliah Indra. “Untuk membantu uang kuliah Indra saya juga bergabung dengan karyawan/ti Meratus yang menjadi langganan warung kecil ini dengan mengikuti arisan.” Menurut Mama Indra usaha yang dijalankan dengan sepenuh hati dan menyerahkan dalam doa, Tuhan tidak akan menutup mata.

Yosef Petrus Minggo, S.Kom mengungkapkan semangat juang untuk menyelesaikan kuliah secepatnya karena tidak tega melihat mama sendiri berjuang untuk membiayai kuliah. Indra mengakui ketika berada di semester 5 mendapat tantangan luar biasa. “Saya harus menjaga bapak saya yang sakit bergantian dengan kakak Andry. Juga harus mengantar mama ke pasar untuk belanja kebutuhan warung atau mau belajar untuk ujian. Tapi semua telah berlalu dan akhirnya saya berhasil,”kata Indra.

Pemilik rumah kontrakan Netty da Lopez mengatakan walau Indra anak bungsu tetapi perjuangannya patut diacungkan jempol. “Sepulang kuliah ia selalu membantu mamanya. Semua yang dilakukan semata-mata untuk membahagiakan mama dan kini terbukti,”ungkap jebolan Fakultas Ekonomi Unwira Kupang ini. *** ( YUVEN FERNANDEZ)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *