UNPER Tasikmalaya Menggelar Seni Budaya “Festival Kearifan Lokal”

Kota Tasik, LINTAS PENA

Pada hari Sabtu dan Minggu 27 -28 Januari 2018,  Universitas Perjuangan (UNPER)  Tasikmakaya kembali menggelar seni budaya  Festival Kearifan Lokal secara meriah di kampus universitas tersebut.

“Acara ini adalah ujian praktek mata kuliah seni budaya dan kearifan local yang di kemas dalam tema Pergelaran budaya dengan bentuk Festival Kearifan Lokal “ungkap Prof Dr.H.Cece Rakmat M.Pd kepada LINTAS PRNA.

Kearifan lokal   merupakan bagian hidup yang diwariskan nenek moyang kita agar hidup menjadi lebih sejahtera lahir bathin tanpa menyinggung peradaan orang lain “Untuk itulah kita sebagai manusia yang bermartabat hendaknya harus memelihara ajaran ajaran karuhun budaya silih asah,silih asih,silih asuh .Salah satunya adalah  kearifan local yang perlu kita pertahankan sebagai modal berbudaya dimasyarakat luas, termasuk di dalamnya mengembangkan kraasi seni yang dibalut dengan kesenian tradosional seperti ebleg,angklung landung,karinding,sadulur tari,kraasi drama,tari kaulinan,kamonesan dan lain lain. Ini sebagai implemintasi kehidupan mempertahankan kearifan local dengan cara menelusuri kemudian dikembangkan dan selanjutnya diwariskan ke generasi generasi  berikutnya tiada lain adalah dengan cara menampilkan seni budaya local yang sebagaian telah kita tinggalkan “papar Prof.Dr.H.Cece Rakhmat M.Pd.

Sementara itu, Rektor UNPER Tasikmakaya Prof.Dr.H.Yus Darusman M.Si mengakaran dalam sambutannya bahwa UNPER  Tasikmalaya sudah 3 tahun lebih Alhamdulillah mahasiswanya sebantak 2.400 dengan jumlah dosen sebantak 84 orang yang dibantu oleh dosen dari Unsil, UPI Bandung dan dosen Unsoed Purwokerto. “Sing wawuh ka UNPER, sing gede duriat ka UNPER , kudu midulur ka UNPER,  sabab UNPER teh milik urang Sunda .Universitas Perjuangan urang Sunda engke bakal loba urang Sunda anu moyan diluhur dikalangan atas Tah eta teh lulusan UNPER kita merasa bangga (reueus ) karena satunya satunya perguruan tinggi di Jawa Barat  yang mempunyai ciri bade ngamumule budaya Sunda rek diguar deui kaaslian Ki Sunda kearifan lokal masyarakat Sunda atau lokal indigenius.”tuturnya

Sementara itu, Humas UNPER Depy Muhamad Fauzy MM menambahkan acara yang di gelal selain pagelaran seni budaya ada bedah buku bersama Acep Zamzam Noor, seminar lingkungan hidup expo kewirausahaan, lomba antar Prodi, mojang jajaka dan mancing nguseup beunter yang dilaksanakan di Kaki Gunung Galunggung tepatnya di Kampung Kubang Salawe. Kegiatan ini kerja bareng SST,  Bank BJB dan SMA Riadhussholihin,” ungkapnya mengakhiri obrolan (ADE BACHTIAR ALIF)***

 

 

 

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.