by

Perjalanan Jurnalistik Kabiro NUANSA POST Bersama Rekan Wartawan dan Pemkot Blitar ke Pulau “Dewata” Bali

DALAM  rangka meningkatkan wawasan kehumasan dan mempererat kemitraan Pemerintah Kota Blitar dengan insan media massa, bagian Humas dan Protokol Setda Kota Blitar menyelenggarakan Kunjungan Kerja dan Studi Media. Tujuan studi banding tersebut diantaranya, Bali TV atau Bali Pos, Desa Penglipuran Kabupaten Bangli Provinsi Bali dan yang terakhir Istana Kepresidenan Tapak Siring (6-10/3).

Hari pertama rombongan Pemkot Blitar dan sejumlah wartawan BNN Blitar Raya menuju Bali TV, perwakilan media ini menyambut baik kunjungan insan media masa Kota Blitar, dan saling tukar menukar cinderamata untuk mempererat tali persaudaraan. Selanjutnya salah satu perwakilan menceritakan sejarah berdirinya Bali TV dan seorang perintis media masa di Bali yaitu alm  K. Nadha. Beliaulah yang pertama kali mencetuskan ide untuk merintis media masa di Bali lewat media masa koran.  Awak media Kota Blitar dipersilahkan melihat langsung ke Redaksi Bali TV dan dilanjutkan melihat proses lyout cetak koran Bali Pos.

Pada saat hari yang sama, Walikota Blitar Samanhudi Anwar dan Wakilnya Santoso datang langsung ke Bali bertemu dalam acara ramah tamah dengan rekan wartawan. Dalam kesempatan ini orang nomor satu di Kota Blitar mengatakan, sebagai media harus melek ITE, jangan sampai wartawan tidak tahu dengan perkembangan jaman. Semua serba canggih . Ia menyebut ini jaman dunia ke tiga, semua informasi dapat diakses dengan cepat lewat internet, kecanggihan tehnologi ini harus diimbangi dengan sumberdaya manusia yang mumpuni.

Hari kedua rombongan melanjutkan perjalanan  ke Desa Penglipuran Kabupaten Bangli, ditempat ini terkenal desa yang bersih dan di daulat sebagai desa adat nomor 2 terbaik di Indonesia setelah desa yang ada di Jogjakarta dan didaulat sebagai 3 desa terbersih di dunia dari situs website dunia. Ketua pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng mengatakan, desa ini merupakan desa panutan untuk desa-desa lain, meski terlihat sangat tradisional tapi dari pengamatan di lapangan di dalam rumah ternyata juga memiliki peralatan modern dan kendaraan yang kalau menggunakannya harus lewat pintu belakang.

Lebih lanjut ia menjelaskan oleh sebab itu kebersihan patut ditiru dengan penataan jalan yang bersih ditanami bunga-bungaan di depan gapura khas tradisional akan terlihat apik dan cantik. Desa Penglipuran yaitu desa berwawasan lingkungan inilah yang bagus dicontoh misalkan, Kota Blitar pada khususnya maka akan bisa meningkatkan daya tarik daerah karena kebersihannya.

Perjalanan dihari terakhir dilanjutkan ke Istana Kepresidenan Tapak Siring  yang terletak di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Menurut pemandu wisata, bahwa istana ini berdiri atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan yang hawanya sejuk jauh dari keramaian kota. Arsitek Istana Tapak Siring adalah R.M. Soedarsono dan istana ini dibangun secara bertahap. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan yang pertama kali dibangun yaitu pada tahun 1957. Pada 1963 semua pembangunan selesai yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima.

Kasubag Humas Pemkot Blitar Gigih Mardana, mengatakan, Bali dipilih karena lembaga yang dikunjungi memiliki otomomi yang kuat serta nilai-nilai adat dan budaya kerajaan yang hingga kini masih mengakar. Pemkot Blitar ingin mengadopsi manajemen pengelolaan informasi di Bali yang bisa dikembangkan dan dikelola untuk kepentingan masyarakat di  Kota Blitar. Beragam latar belakang media massa yang berkembang saat ini, Pemkot Blitar  merasa memerlukan adanya kesatuan informasi tentang Kota Blitar dengan jurnalis dapat lebih solid dan saling mengisi satu sama lain.

“Informasi yang ada jangan sampai tidak bisa didapatkan tepat saat dibutuhkan. Terutama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang kegiatan apa yang dilakukan pemerintah. Baik melalui dokumentasi internal maupun penyampaian ke publik melalui media jaringan atau patner. Acara ini diadakan untuk meningkatkan wawasan Kehumasan dan mempererat kemitraan Pemerintah Kota Blitar dengan insan media ,” terangnya.(***)

Comment