by

Kabupaten Tasikmalaya Steril dari Makanan Kemasan Yang Berbahaya

Kab.Tasik, LINTAS PENA

Pasca digelarnya operasi gabungan antara Dinas Perindag, Satpol PP, Dinkes dan pihak kepolisian pada hari Rabu dan K amis pekan kemarin, alhasil tidak ditemukan makanan yang disinyalir mengandung penyakit,seperti yang sekarang lagi ramai diperbincangkan

“Karena sekarang disinyalir banyak makanan kemasan kaleng yang ditemukan ada cacing di dalamnya. Setelah kami bersma tim terjun langsung serta sidak ke toko toko dan dan mini market , alhamdulilah di Kabupaten Tasikmalaya ini tidak ditemukan makanan yang diduga berbahaya  maupun mengandung cacing dan sejenisnya,”ungkap  Agus  Ahmad Hamdani Kasi Keparmasian pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya kepada LINTAS PENA hari Senin (2/4/2018)

Agus menghimbau kepada masyarakat Tabupaten Tasikmalaya jikalau membeli makanan dan obat-obatan harus  sesuai dengan anjuran dari BPOM,dan harus melihat merk dan kode produksinya, “Pokoknya masyarakat harus selektif apabila mau membeli makanan dan obat obatan supaya aman untuk di konsumsi apabila memperhatikan kode produksi dan kadaluarsanya. Intinya, kita  harus hati–hati karena kalau tidak hati-hati dikhawatirkan makanan dan obat obatan sudah kadaluarsa atau ada bibit penyakit di dalamnya ,”himbaunya

Agus menambahkan pokonya masyarakat apabila hendaknya ingin membeli makanan baik yang di kemas dikaleng atau yang terbuka harus selalau memperhatikan warna, bau dan rasanya (Makroskovic). Jadi apabila kita semua selalau menilai atau melihat makanan secara itu insya alloh akan selalu aman,karena setiap makanan dapat dilihat melalui rasa, bau dan warna. Apabila ada yang berubah diantara warna, bau, dan rasa berarti makanan tersebut jangan dikonsumsi karena tidak aman,”Kami  mewanti-wanti apabila membeli makanan yang di kemas di kaleng harus di tumpahkan terlebih dahulu ke dalam piring. Jadi di sana akan betul-betul ketahuan, aman tidaknya makanan tesebut.Pokoknya kalua makanan warna, bau dan rasanya sudah berubah jangan sampai masyarakat mau mengonsumsi makanan itu, karena dikhwatirkan ada bibit penyakit dalam makanan itu ,”jelasnya.(MUMUH MUHLIS)***

Comment

News Feed