Anton Charliyan: “Pasangan Capres-Cawapres Ideal, Deklarasi Gerakan Nasional #J2P Jokowi Dua Periode Makin Gencar”

Kota Tasik, LINTAS PENA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mendeklarasikan Ketua Umum MUI Prof.Dr.Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendampilnya di Pilpres 2019 mendatang, maka rona wajah Irjen Pol Dr.H.Anton Charliyan,MPKN pun tampak “sumringah” berbinar, sehingga dia tidak merasa capek sehabis “blusukan” road show ke tiap daerah untuk mendeklarasikan #J2P Jokowi 2 Periode  ini, termasuk usai Deklarasi Gerakan Nasional  #J2P Jokowi  2 Periode di Rumah Makan “IDAMAN” Jln.Ciamis – Cirebon, tepatnya di Dusun Manis Desa Sinyasag Kec.Panawangan pada hari Kamis, (9/8/2018) maupun Deklarasi Gerakan Nasional #J2P  bertempat  di Griya Gayatri Sawojajar Kota Malang Jawa Timur pada hari Minggu (12/8/2018).

“Sebuah pasangan Capres dan Cawapres yang ideal. Pak Jokowi tidak salah pilih, karena Pak KH Ma’ruf Amin adalah sosok ulama besar yang dinilai punya banyak pengalaman di berbagai bidang, ”ungkap Anton Charliyan.

Mantan Kapolda Jabar yang nyantri ini menjelaskan, sikap Presiden Jokowi yang menempatkan Prof.Dr.KH.Ma’ruf Amin sebagai Cawapres pendampingnya di Pilpres 2019, menunjukkan sikap yang sangat menghargai ulama khususnya dan kaum muslimin pada umumnya.

“Dengan memilih Pak KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres merupakan suatu penghargaan pada ulama.Apalagi beliau itu kan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Jadi jelas sekali, Pak Jokowi itu tidak pernah bicara, tetapi dikerjakan dalam hal menghormati ulama.”jelas Anton Charliyan sebagai inisiator dan penggagas #J2P Jokowi Dua Periode.

Karena itu, Anton Charliyan mengaku akan semakin gencar mendeklarasikan Gerakan Nasional #J2P Jokowi 2 Periode ke berbagai pelosok di tanah air untuk memenangkan pasangan capres cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang.(REDI MULYADI /ADVERTORIAL)***

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.