Pemerintah Desa Santana Mekar Adakan Pendidikan Non Formal Bidang Tata Busana Wanita

Kab.Tasik , LINTAS PENA

Kepala Desa Santana mekar Ade Saepudin mengajak warganya terutama ibu-ibu muda untuk mengikuti program pelatihan pendidikan non formal dalam bidang busana wanita,yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten tasikmalaya.

“Sebab,   pendidikan merupakan proses belajar mengajar yang berlangsung sepanjang hayat, tanpa mempersoalkan dimana dan bagai mana proses belajar dilaksanakan. Realisasi dari tujuan dan fungsi pendidikan diatas, ditempuh dan dilaksanakan melalui pendidikan formal informal dan non formal sebagai mana tercantun dalam UU No 20 tahun 2003 tentang sistem nasional mengenai jalur dan jenis pendidkan. Pendidikan non formal merupakan pendidikan yang dilakukan diluar lembaga pendidikan sekolah seperti balai latihan,kursus, diklat yang ditunjukan bagi masyarakat menambah mengembangkan pengetahuan serta keterampilan dan pelatihan kerja, “ungkap Ade   kepada LINTAS PENA.

Kades Santana Mekar mengatakan, bahwa pelatihan   merupakan kegiatan belajar mengajar bagi masyarakat guna meningkatkan keterampilan sesuai bakat dan minat. Karena pada saat ini banyak masyarakat yang belum siap untuk memasuki dunia kerja karena tidak memiliki keterampilan khusus “ Keadaan ini tentunya masalah bagi kami, yang perlu segera mendapat perhatian dan pemecahan dari berbagai  pihak. Kegiatan pelatihan dibalai latihan kerja ada dua, ada pelatihan menjahit yang di laksanakan di BLK, dan ada jugapelatihan jahit yang dilaksanakan di desa, berdasarkar observasi pengamatan di BLK .Pelatihan menjahit di BLK yang disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) berkapasitas 16 peserta,dengan lama pelatihan dua puluh hari,kurukulum yang digunakan yakni kurukulum berbasis kompetensi,dengan materi yang diajarkan pelayanan prima, K3,pemeliharaan mesin dan praktek membuat pola dasar dan pecah pola sampai menjahit, yaitu menjahit busana wanita anak, rok, blus, kemeja, celana dan membuat hiasan pada busana wanita .

“Kegiatan dilaksanakan selama 180 jam dengan presentase 25% teori dan 75 % praktek ungkapnya. Pelatihan menjahit ini bertujuan memberikan bekal kepada warga masyarakat berupa keterampilan dan keahlian menjahit yang nantinya dapat diterima bekerja di garment atau wira usaha sendiri.Dengan adanyan program menjahit di BLK kabupaten Tasikmalaya merupakan peningkatan memecahkan masalah pengangguran masyarakat yang semakin memprihatinkan. “pungkasnya.(JOHAN ROHANI)***

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *