Umat Budha Maitreya Pulau Rupat Menggelar Ritual Bersama Pengangungan Tuhan YME

Bengkalis, LINTAS PENA

Umat Budha Maitreya yang berada di Pulau Rupat (Kec.Rupat dan Kec.Rupat Utara) menggelar acara ritual bersama di Vihara Vimala Maitreya Desa Pancur Jaya yakni ritual pengagungan Tuhan YME ( laoumu tatien), pada hari Jum’at (21/12/2018) yang dihadiri sekitar 600 orang muda mudi dari berbagai daerah seperti Dumai, Pekanbaru, Duri Bengkalis, Tanjung Medang dan lainnya

“Puji  syukur kami ucapkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (laoumu) atas segala kebesaran dan rahmat-Nya, sehingga kita bisa berkumpul kembali di hari yang berbahagia dalam rangka melaksanakan kegiatan ritual pengagungan Tuhan YME ( laoumu tatien ),”ungkap Pandita     Wiweka Darma dalam memberi sambutan.

Dia berharap kepada seluruh umat Budha seketuhan agar senantiasa saling menjaga persatuan dan kesatuan, kerukunan antar umat beragama. Selain itu juga dia menghimbau kepada masyarakat pemuda, pemudi khususnya umat Budha seketuhan agar tidak sesekali-kali meninggalkan ibadah yang merupakan suatu kewajiban kita sebagai manusia.

Seusai kebaktian Pengagungan Tuhan YME di hari  yang sama juga ada acara pembagian hadiah arisan, yakni arisan Mampan Bumi Pekanbaru Riau, dan Sumbar oleh   Erizon selaku koordinator dari provinsi Riau Pekanbaru.” Menabung sambil beramal melalui arisan terang .Uang  yang kita kumpul selama 24 bulan itu kita bungakan dan untuk membantu dimana wihara kita yang tidak terkapar suatu contoh, kepada pengabdi bagi tenaga didik sekolah Minggu Budha dan lainnya,”katanya

“Uang yang kita kumpul akan kita kembalikan lagi kepada pihak yang ikut arisan tanpa  ada kurang sepeser pun , dimana arisan tersebut sudah berjalan 10 lebih tahun .Meskipun pun sedikit yang kita kumpul ,namun bermanfaat. Inilah yang dikatakan menabung sambil beramal ,sehingga apa yang kita lakukan tidak merasa suatu keterpaksaan “jelas Erizon.

Dia juga mengatakan Rupat pada awalnya hanya terdiri 26 perseta arisan Tapi sekarang sudah mencapai 340 perserta, sehingga Pulau rupat terdaftar menjadi kelompok arisan mandiri tanpa bernaung dibawah naungan daerah lain.

Pandita Rusli  alias Aho mengucapkan   terimakasih kepada masyarakat Desa Pancur Jaya yang sudah meluangkan waktu ritual bersama juga kerja samanya , sehingga terkesan kompak. “Karena tanpa kerjasama, segala sesuatu hal mustahil bisa berjalan sukses ,”pungkasnya. (ALAN JERI FANUS)***

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.