by

SDN Tirtawening Rintis Pertanian Masuk Sekolah (Tani MaS) di Tengah Pandemi Covid 19

Kota Tasik, LINTAS PENA

SDN Tirtawening menggagas program Pertanian Masuk Sekolah (Tani MaS) dengan tujuan inti pertanian berbasis pendidikan dasar (DIKDAS). Program ini melibatkan kerjasama antara Pihak Sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah, Guru, Siswa dan masyarakat khususnya para pemuda di lingkungan sekolah. Hal tersebut diperkuat oleh arahan dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya yang beberapa kali berkunjung ke lokasi sekolah.

“Pelaksana dari Tani MaS ini berupa kerja sama sukarela antara sekolah dan para pemuda warga masyarakat sekitar, yang pada saat ini mereka ada yang terpaksa menganggur  berdiam di rumah karena terkena dampak pandemi Covid 19. “jelas Ipit Yuanita MS,S.Pd, Kepala SDN Tirtawening kepada LINTAS PENA

Ipit Yuanita MS,S.Pd menjelaskan, bahwa inisiasi kegiatan dari program Tani MaS ini mulai dilaksanakan sejak bulan Juni 2020.Program ini dilaksanakan di area lahan sekolah SDN Tirtawening yang berlokasi di Cicondong, RT.02/RW.09 Kelurahan Cibeuti Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya.

Program Tani MaS ini sengaja digagas atas inisiatif pihak sekolah dan kesefahaman dengan para pemuda sekitar, dalam rangka ikut melestarikan sekolah dalam hal pertanian. Selain itu, karena sekolah juga berada di wilayah pertanian dan warga masyarakatnya yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.

Program ini bertujuan, menurut Ipit Yuanita MS,S.Pd diantaranya  meningkatkan pengetahuan siswa tentang budidaya pertanian, menumbuhkan sejak dini rasa semangat siswa menjadi agripreneur, meningkatkan ketersediaan dan akses pangan, dan mernilai ekonomis bagi warga sekitar.

“Sistem program Tani MaS ini mulanya dilaksanakan secara proaktif mulai guru, siswa, dan pemuda sekitar, secara suka rela mengumpulkan barang bekas berupa sterofoam bekas nasi, gelas dan botol  plastik bekas minuman di setiap rumah siswa dan warga. Nantinya, dari pihak pemuda dibentuk tim untuk mengambil secara rutin ke rumah-rumah siswa untuk mengambil barang-barang bekas tersebut, dan ada sebagian siswa yang paling dekat sekolah membawa langsung ke sekolah dan diterima oleh guru atau penjaga sekolah. ‘tuturnya.

Bagi siswa kegiatan ini pula, kata Kepala SDN Tirtawening,  merupakan bagian dari Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang harus diterapkan pada masa Belajar di Rumah (BDR) dalam rangka pencegahan Covid 19. Kegiatan ini pula tidak lepas dan memperhatikan protokoler kesehatan. (SUNAR)***

Comment

News Feed