by

DUDI Serap Lulusan SMK Plus YSB Suryalaya Kabupaten Tasikmalaya

Kab.Tasik,LINTAS PENA

SMK pencetak modal manusia (Human Capital) sebagai tenaga kerja profesional mengeluarkan lulusan yang tidak sedikit jumlahnya. Persaingan sehat tentunya menjadi tantangan bagi lulusan SMK se-Indonesia. Perusahaan besar maupun kecil menyerap lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang benar-benar mahir dan kompetent di bidangnya. Tidak semua lulusan dapat memasuki dunia  kerja kecuali yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta di Tasikmalaya  ini, telah melakukan terobosan-terobosan guna memenuhi kebutuhan  DUDI. Kerjasama (MoU) dengan perusahaan-perusahaan misalnya, menjadi program utama dalam mengembangkan sayap dan memperluas networknya.

Alhasil banyak lulusan SMK Plus YSB yang sudah diterima di DUDI, yang tersebar di perusahaan-perusahaan, antara lain  di PT. Astra Honda Motor, Toyota Sinar Mas, PT. Epson, Hotel Marbella Bandung, PT. Kahatex, PT. Denso, di Perusahaan makanan, di Rumah Sakit, Apotik, Puskesmas, di berbagai supermarket serta beberapa  perusahaan lainnya. Alumni banyak yang disalurkan melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Plus YSB Suryalaya, yg telah mempunyai Izin dari Disnaker.

Tingkat keterserapan lulusan berdasarkan data dari bagian Data Pokok Pendidikan Menengah (DAPODIKMEN) yang datanya bersumber dari BKK SMK Plus YSB Suryalaya disebutkan bahwa  para lulusan yang sudah konfirmasi bekerja di perusahaan besar sebesar 20%, perusahaan menengah sebasar 65%, melanjutkan kuliah sebesar 5,7% dan sisanya belum bekerja dan atau menikah.  Artinya kontribusi SMK Plus YSB terhadap penyerapan tenaga kerja sangat besar.

Penyerapan terhadap lulusan SMK Plus YSB Suryalaya di berbagai perusahaan menepis anggapan bahwa lulusan SMK penyumbang terbesar pengangguran di Indonesia sebagaimana yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS).

Pihak SMK Plus YSB dalam mempersiapkan alumninya dengan memberikan Pelatihan dan Magang di Perusahaan-perusahaan sesuai dengan kompetensi keahliannya  terhadap guru dan juga siswa. Untuk melengkapi penguatan kompetensi siswa pada Uji Sertifikasi di (TUK) Tempat Uji Kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMK Plus YSB Suryalaya Kabupaten Tasikmalaya yang telah tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai dengan kompetensi keahliannya.

Program Pintar Bersama Daihatsu (PBD) salah satu  program Link and Macth antara SMK dan Industri telah  dilaksanakan MOU antara SMK Plus YSB Suryalaya dengan  PT. Astra Daihatsu Motor dan telah terakredasi pihak PBD untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Dalam Program ini Kurikulumnya diselaraslan dengan kurikulum Industri terutama untuk Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan, dan Penerapan Budaya Industri untuk seluruh Warga Sekolah.

Selain MoU dilakukan pula pengembangan  sumber daya manusia (SDM) yang ada di SMK, mencakup penguatan hardskill dan softskill,  memberikan fasilitas perusahaan untuk melaksanakan (Praktek Kerja Lapangan) bagi siswa-siswi SMK dan Penyaluran Alumni sesuai dengan kebutuhan PT. Astra Daihatsu Motor

Menurut Diva Sestya Caesaria salah satu HRD pada sebuah perusahaan mengatakan bahwa lulusan SMK Plus YSB Suryalaya dapat kami terima kerja karena mereka bekerja secara professional dan memiliki kedisplinan yang tinggi, serta performance yang bagus.

Hal senada dikatakan oleh pihak HRD pada perusahaan lainnya bahwa lulusan SMK dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan, SDMnya lebih qualified serta lebih mandiri secara mental.

Pihak perusahaan berharap terhadap SMK Plus YSB Suryalaya untuk selalu melahirkan lulusan yang professional dan kompetitif terutama di era sekarang ini.

Sementara itu, Kepala SMK Plus YSB Suryalaya Drs. Denny H. Gandasapoetra, MM,  bahwa DUDI ( Dunia Usaha dan Dunia Industri), sebagai Mitra SMK yang akan menggunakan alumni SMK, “Jadi kurikulum SMK harus berstandar industry, supaya kompetensi  yang dikuasai alumni sesuai dengan kebutuhan industry. Insya Alloh, lulusan dari SMK Plus YSB Suryalaya sudah sesuai  standar yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri, “pungkasnya.(S.SARI RAHAYU/ REDI.M)***

Comment

News Feed