by

Divisi Hukum TRC BPAN LAI Sumut Lakukan Gugatan Kepada PT.Pertamina Unit II Dumai Atas Sebidang Tanah Milik Warga

-Umum-160 views

Dumai.. LINTAS PENA

LAI sebagai penerima kuasa yang diwakili oleh Divisi Hukum Heri Julianto Hutabarat,SH telah mendaftarkan Gugatan di Pengadilan Negeri Kelas I Dumai.

Tanah dimaksud adalah milik Ahli Waris Alm.M.Saleh berdasarkan Surat Keterangan Sebidang Tanah No.Reg.49/1966 yang ditandatangani Penghulu Dumai Barat di Pangkalan Sesai.” Sejak Tahun 1968 tanah kami ini dikuasai oleh PT.Pertamina, kami tidak dapat berbuat banyak atas tanah kami sendiri.” Sebut Marzuki salah seorang anak ahli waris Alm.M.Saleh.

” Kami berharap melalui LAI sumut dan Pengacara Bapak Heri Julianto pihak PT.Pertamina Unit II Dumai hendaknya mau mengembalikan hak kami atas tanah yang sudah berpuluh tahun lamanya tidak dapat kami kuasai.” Ucap Marzuki lagi.

Dengan wajah yang tampak sedih, semua ahli waris ketika dikunjungi amat sangat berharap setidaknya PT.Pertamina tidak keberatan mengganti kerugian kami atas tanah yang berpuluh tahun telah dikuasainya.“Kepada Bapak Hakim yang sangat kami muliakan,tolonglah kami adililah seadil adilnya.Kami orang tidak mampu. Bersyukur saja ada pihak yang mau membantu kami, yaitu LAI Prov.Sumut.” Kata Maimunah salah satu Ahli Waris yang puluhan tahun mencari keadilan atas Tanah miliknya yang dikuasai pihak PT Pertamina (Pesero) unit II Dumai.

Sementara, salah seorang mantan petinggi di PT.Pertamina Unit II Dumai T.Roziah yang dihubungi via telephone seluler mengatakan,” silahkan saja pihak bapak mengajukan gugatan,tapi coba difikirkan lagi kita tahu para ahli waris tidak berkemampuan,jangan nanti yang sudah ada malah habis.” Sebutnya seakan merendahkan ahli waris.

” Perlu diketahui, coba bayangkan kenapa tanah sekian lama dan sudah berpuluh tahun tidak dikelola, ditelantarkan, bahkan bapak tahu ada pipa diatas tanah tersebut kenapa gak digugat dari dahulu,” katanya lagi mengingatkan.

” Bapak kan tahu itu Perusahaan milik negara,jangan nanti yang sudah ada malah habis. Ya cobalah difikirkan lagi.” Seakan mengendurkan niat para ahli waris yang merasa puluhan tahun lamanya teraniaya moril maupun materil.

Ditanya tentang apa yang dikatakan mantan petinggi PT.Pertamina diatas, pihak ahli waris mengatakan, ” bagaimana pula kami membiarkan tanah kami, tanah itu dipagar, ada pipa, kemudian dipotong lagi oleh jalan menuju komplek perumahanPertamina.Apa yang bisa kami perbuat, kalau pun kami kelola dapat kami pastikan Pertamina akan melarangnya. Bisa saja mungkin kami dipenjarakan karena merusak harta negara yang padahal tanah itu adalah milik kami.” Sebut salah seorang anak ahli waris dengan berlinang air mata.

” Kepada Bapak Hakim yang kami muliakan, tolong kami, adililah seadil-adilnya.Siapalah orang yang mau menelantarkan tanahnya.” Kata anak ahli waris itu lagi. ( ZUL/ TIM )

Comment

News Feed