by

Sang Jenderal Anton Charliyan Turun Tangan Membantu Abah Harun Menggali Cadas Parit Galunggung

Kab.Tasikmalaya –   LINTAS PENA

Mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN yang juga penerhati budaya dan sejarah , mengungkapkan   bahwa aktivitas gali parit  (membuat saluran air)  merupakan warisan adat tradisi & budaya dari leluhur masyarakat  kawasan Gunung Galunggung sejak zaman dahulu.           Seperti halnya yang dilakukan oleh para  penerusnya al :  Ma Eroh  peraih penghargaan Kalpataru 1988 . dan Pahlawan Lingkungan dari PBB 1989 bersama Abdul Rozak dari Cikadu Cisayong dan saat ini yang masih hidup Abah Harun (92)    dari Malaganti peraih SCTV Award 2017. serta seluruh warga yang saat ini sedang mencoba membuat saluran air yang bersumber dari mata air Curug Cinila di puncak Bukit Galunggung Ds Sukaharja Kec Sariwangi Kab.Tasikmalaya. Adapun proses pengerjaan yang telah berjalan sejak beberapa tahun silam tersebut melibatkan sejumlah relawan, dari sekitar kawasan tersebut.

“Memang patut diacungkan 2 jempol apabila budaya menggali parit ini ternyata masih bisa dipelihara para generasi penerusnya sampai saat ini, Adapun fungsinya bisa kita saksikan bersama sebagai saluran untuk  mengalirkan air ke sawah atau perkebunan. Selain itu juga bisa untuk membuat sumber mata air. Bahkan di zaman dulu digunakan juga sebagai Parit Pertahan untukPerang ,” ungkap Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan didampingi rombongan dari Gasantana Kang Hadi , Pecinta Reptil Tasik Bah Iwan Opet, Kang R Dicky dari Soekapera & Ki Dadang, Ki Danu, Ki Lanang Ustad Okky dari Macan Ali serta Fikri Tim Youtuber. yang sama-sama berangkat menuju lokasi pembuatan saluran parit tersebut,  dimana jarak tempuhnya sekitar I jam jalan kaki melewati sekitar 4 bukit bukit  kecil yang cukup curam. Cukup lumayan untuk olahraga akan cukup menguras lutut juga.

Pada Kesempatan tsb, Abah Anton dan rombongan ingin merasakan ikut terjun langsung membantu Abah Harun dan masyarajat menggali parit yang sedang dikerjakan di Cinila tsb. Sambil membagikan makanan dan bantuan alakadarnya. route tsb para relawan lewati setiap hari bila mau berangkat kerja bhakti, sebuah route  cukup panjang yang memerlukan phisik yang prima, disamping  semangat yang tinggi &; juga niat yang tulus . Sampai saat ini Abah Harun & masyarakat relawan terus bekerja dan bekerja. Konon kabarnya sudah dimulai sejak thn 1965 dan dilanjutkan lagi  tahun 2004. Hal ini tidak mungkin terjadi bila masyarakat Galunggung dan sekitarnya tidak memiliki semangat yang tinggi , tekad baja , ethos kerja  yang tanpa kenal lelah, ulet,  pantang menyerah, dibekali dengan niat yang tulus ikhlas, suci bersih dan mulia, tanpa mengharapkan pamrih apapun juga, semata mata ibadah karena Allah SWT , untuk kepentingan masyarakat banyak , demi kelangsungan hidup anak anak  cucunya kelak dikemudian hari.

“Sebuah pengabdian yang luar biasa, Itulah yang menjadi ciri khas dari masyarakat Galunggung Tasikmalaya, yang harus bisa menjadi warisan dan inspirasi, untuk  kita semua seluruh warga masyarakat Sunda dan seluruh masyarakat Indonesia; khususnya para generasi mudanya.   Karena hal ini menurut saya Pribadi merupakan pekerjaan yang sangat luar biasa, tidak semua orang mau datang kesini menyumbangkan tenaga dan materinya. “kata mantan Kadiv Humas Polriu ini

Abah Anton menambahkan, hanya orang orang yang luar biasa pulalah yang siap berkorban disini mau menjadi relawan . Makanya dia menghimbau sekaligus menantang kalau ingin jadi orang yang luar biasa, “Kalau ingin mendapat gelar sebagai manusia yang ulet dan pantang menyerah. datanglah kesini dan bantulah disini untuk menjadi relawan. 4  jempol untuk Anda,” pungkasnya.

Pengerjaan saluran air Cinila yang telah dilaksanakan sejak tahun 2005 silam tsb , dilakukan dengan cara mengupas tebing, membuat Galian Parit , hingga pada suatu waktu, tiba juga saatnya harus bergelantungan pada seutas tali untuk membuat terusan di jurang jurang. Bahkan sebelumnya pernah ada yang meninggal jadi  korban yakni Mang Atang sahabatnya Abah harun.. namun pekerjaan ini harus terus dilanjutkan.yang mana dari hari ke hari berangsur makin panjang dan kini telah memasuki kawasan hutan pinus, yang kemudian bakal terus dilakukan penggalian hingga air benar-benar bisa dialirkan sesuai dengan harapan.

Abah Harun, orang yang sebelumnya sukses membuat saluran air sejak pertama proses penggalian terus bekerja sampai saat ini. Kendatipun dirinya tidak memiliki sepetak tanah  pun, apalagi sawah ataupun kolam yang membutuhkan air untuk  pengairan, namun upaya itu tidak berhenti dilakukannya, dengan tujuan agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebaik2nya manusia adalah yg bisa bermanfaat bagi sesamanya dg nyata bukan hanya kata2 saja. Hanya itu harapannya,

Abah Harun mungkin ingin mewariskan sesuatu yang berharga bagi anak cucunya nanti . Hal ini sudah dilakukan sejak lama, ”  Alhamdulillah setiap hari Kamis dalam satu minggu saya selalu datang kesini untuk melanjutkan pengerjaan pembuatan saluran air ini. Impianya, saat air mengalir dan bisa dimanfaatkan oleh  warga masyarakat. Saya masih diberikan umur panjang,  agar masih bisa tersenyum untuk menikmati segala jerih payah.saya, serta bersyukur atas segala nikmat kekuatan & kesehatan, sehingga bisa terwujudnya harapan penggalian parit ini, semata-mata atas kehendak Allah SWT ini,” ujar Abah Harun mengakhiri obrolan. (REDI MULYADI)***

 

 

 

 

 

 

 

Comment

News Feed