by

OPINI ANTON CHARLIYAN: “Apresiasi Tinggi Pembersihan Baliho Untuk TNI & Pangdam Jaya. Tak Kalah Penting, Bersihkan Tokoh dan Jaringannya…..!!!”

KAMI besama komunitas Ormas , LSM , Paguyuban Budaya. akademisi ,  Forum Silaturahmi Santri  yang Cinta NKRI lebih dari 80 elemen di Jawa Barat dan seluruh Nusantara, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pembersihan baligo HRS yang tergelar disetiap wilayah, ( yang pada kenyataanya lebih mengarah pada kultus individu ) yang tidak sesuai dengan aqidah Islam. Makanya wujud kecintaan kepada Rosululloh pun tidak boleh bagkan diharamkan ada photo dan gambar. Karena memang juga sih dizaman sekarang ini yang banyak memajang foto dan gambar itu , hanyalah para aktor  politik yang ingin lebih dikenal oleh masyarakat, agar nantinya terpilih jadi pimpinan mulai dari Lurah sd Presiden atau sebagai anggota parlemen. Apakah pemasangan photo2 HR saat ini juga sbg Persiapan awal ke arah itu ?

Karena kalau ayiar Islam itu, Ajaranyalah yg disosialisaikan bukan malah orangnya yang disosialisasikan … Ada apa ini sesungguhnya ??? Hal ini mengindikasikan bahwa ini adalah gerakan politik bukan gerakan agama.atau lebih kongkritnya lagi gerakan politik yang menjual agama  seperti gerakan gerakan yang sudah terjadi di Timur Tengah yang dilakukan HTI. ISIS. Ikhwanul Muslimin. Al Qaeda.Jamaah Islamiah dll. yang sudah nyata nyata tercatat dalam sejarah kemanusiaan menghancurkan negara negara di Timur Tengah. Bukan malah mensejahtrakan. Dimana sebelumnya dengan dalih konsep agamis berbentuk syariah atau khilafah merupakan cara solusi untuk mensejahtrakan manusia dan negara…., Tapi pada kenyaataanya semua negara yang terbius oleh konsep tsb,  akhirnya luluh lantak hancur lebur meninggalkan kehancuran dan penderitaan yang sangat panjang . Sebagaimana dialami oleh. Syiria. Afganistan , Libya dan Iraq.

Kita belajar sejarah ..tapi kadang tidak mau belajar dari sejarah. Padahal Al Quran dan kitab kitab samawi lainya, isinya 70% sejarah. Artinya belajarlah dari sejarah agar manusia  bisa bercermin tidak mengulangi lagi peristiwa peristiwa kelam yang telah dialami oleh para pendahulu sebelumnya. Lalu jika demikian maukah kita sebagai bangsa Indonesia ikut-ikutan menderita seperti mereka yang di Syiria atau Afganistan  ? Yang sebelumnya juga sama diiming imingi dengan jualan agama, negara syariah dan khilafah sebagai solusi kesejahtraan dunia maupun akhirat ??????

Untuk itu, sudahlah …. Cukup Syiria dan Afganistan saja. Jangan lagi kita tergelincir pada hal yang sama. Jangan mau kita dibodohi dengan kedok kedok agamis, padahal sesungguhnya adalah,  syahwat politik keinginan utk berkuasa dan merebut negara semata dengan menghalalkan segala cara.Bercermin dari fakta sejarah di atas yang sesungguhnya sudah kita ketahui bersama.

Maka agar negara kita terhindar dari hal tsb. kita semua ikut mengingatkan. rasanya tidak cukup dengan hanya bersih bersih menurunkan baliho saja., Satu-satunya cara yang paling tepat, adalah negara harus  mampu bersikap super tegas , segera bersihkan orang-orangnya dan jaringannya sd keakar akarnya. Melalui satu sistem Operasi Khusus dengan membentuk Satgasus tersendiri, yang anggotanya bisa gabungan TNI Polri, pemerintah akademisi dan kalangan agamis yang nasionalis.Tanpa adanya pembersihan jaringan dan orang orangnya apa yang sudah kita lakukan dengan sangat baik ini sama saja dengan bohong. Karena belum bisa dijamin hal tsb tidak terulang kembali, Negara bisa dianggap tidak serius dan setengah hati dalam menyelesaikan masalah ini.yang berkaitan erat dengan masalah radikal dan intoleran, Bahkan terkesan negara takut. Apakah kenyataanya demikian ??? , Saya yakin 100%,  negara selau hadir dan tidak pernah takut dengan siapapun. Namun untuk pembuktianya kita lihat actionnya di lapangan… Semua rakyat yang cinta NKRI, saat ini sedang menunggu dengan harap harap cemas tindakan tegas negara terhadap mereka semua ..Bravo Presiden, Bravo TNI – Bravo Polri Selamat Berjuang…(Batu Mahpar Galunggung Agung 23 November 2020)***

Comment

News Feed