by

Supervisi Akademik Dengan Strategi Pendampingan 6 M Pada Pembelajaran Membaca Permulaan di Kelas I SDN Karangtengah Kota Tasikmalaya (Best Practice)

 

Oleh: HELATINI, S.Pd., M.Si

(Kepala SDN Karangtengah Kota Tasikmalaya,Kepala Sekolah Berprestasi Tk Kota Tasikmalaya Tahun 2019 danKetua PGRI Cabang Kawalu Kota Tasikmalaya Periode 2020-2025)

ABSTRAK

HELATINI, S.Pd., M.Si., “Supervisi Akademik dengan Strategi Pendampingan 6 M Pada Pembelajaran Membaca Permulaan di Kelas I SDN Karangtengah Kota Tasikmalaya.”

SUPERVISI Akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru dan bagaimana guru mengelola kelas.

Karya tulis ini merupakan karya Best Practice yang ingin mengetahui dan meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran membaca permulaan di kelas I SDN Karangtengah Kota Tasikmalaya, melalui supervisi akademik. Penulis membuat gagasan pendampingan yang diberi nama “Strategi Pendampingan 6 M”, Mengamati-Merencanakan- Mencoba-Merevisi-Melakukan-Melaporkan. Dalam setiap pendampingan 6 M harus dilaksanakan.

Strategi yang digunakan guru kelas I dalam pembelajaran membaca permulaan adalah membaca bersama dengan menggunakan Big Book, sebagi media untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan membantu guru dalam menyampaikan materi sehingga siswa lebih mudah untuk memahami materi tersebut. Big Book, sebagai buku berukuran besar, merupakan salah satu media yang dapat dibuat sendiri oleh guru. Di dalamnya berisi cerita singkat dengan tulisan besar diberi gambar warna warni. Anak bisa membaca sendiri, membaca bersama atau mendengarkan cerita.

Strategi Pendampingan supervisi akademik dengan 6 M dan penggunaan Big Book, memberikan hasil dan dampak positif. Kemampuan guru dalam menggunakan strategi membaca bersama dengan menggunakan Big Book, setelah diberi pendampingan dengan strategi 6 M, mulai dari kondisi awal mengalami peningkatan yang sangat baik. Dengan meningkatnya kemampuan guru Kelas I  dalam menggunakan strategi membaca bersama dan menggunakan Big book berhasil meningkatkan kemampuan peserta didik Kelas I SDN Karangtengah dalam memahami isi bacaan dan mengembangkan kosa kata dengan baik.

  1. Pendahuluan
  2. Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah, Bab VI Tugas Pokok Kepala sekolah pasal 1. Beban kerja kepala sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi  kepada guru dan tenaga kependidikan.

Supervisi terdiri dari supervisi akademik dan non akademik. Langkah supervisi akademik diawali dengan menyusun program, melaksanakan program dan tindak lanjut. Supervisi akademik minimal dilaksanakan satu kali dalam satu semester. Tujuan supervisi akademik secara umum adalah untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi mencapai tujuan pembelajaran

Pembelajaran di kelas rendah, ditekankan kepada penguasaan calistung, membaca, menulis, berhitung. Kegiatan membaca di kelas I dan II diletakkan sebagai dasar untuk menguasai keterampilan dan ilmu pengetahuan lainnya.

Depdikbud (1991/1992: 2) menjelaskan bahwa kemampuan membaca permulaan diberikan di sekolah dasar kelas I dan II, yang dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan anak usia sekolah dasar. Pembelajaran membaca permulaan di kelas I bertujuan agar anak terampil membaca dengan membunyikan lambang-lambang bunyi menjadi bunyi bahasa.

  1. Masalah

Ketika penulis melaksanakan supervisi akademik di awal tahun pelajaran 2018-2019 yang dilaksanakan  pada hari Senin, 6 Agustus 2018 ditemukan masalah sebagai berikut:

Peserta didik, terdapat masalah: 1) dari 26 peserta didik 24 orang berasal dari rumah tangga, atau sebanyak 92% peserta didik tidak pernah belajar di TK.  2) Ketika pembelajaran membaca permulaan banyak peserta didik yang gagal fokus, tidak mengikuti pembelajaran dengan baik. 3) Peserta didik tidak melafalkan fonem-fonem yang dicontohkan guru.  4) Peserta didik asyik bermain ketika pembelajaran membaca permulaan. 5) Peserta didik diam saja tidak mengucapkan apa pun ketika disuruh membaca perorangan. 6) Peserta didik tidak mau tampil membaca sendiri. 7) Ada peserta didik  menangis ketika disuruh membaca perorangan.  

Guru, terdapat masalah berikut ini. 1) Pembelajaran dilaksanakan secara klasikal. 2) Guru mengajar dengan menggunakan satu metode tanpa variasi. 3) Tulisan guru di papan tulis berukuran kecil. 4) Penggunaan alat kartu huruf kurang optimal. 5) Sikap guru yang kurang supel.  

Kepala Sekolah, 1) Tindak lanjut hasil supervisi akademik terdapat masalah berikut ini 1) Pendampingan metode pembelajaran baru sebagian. 3) pendampingan pada penyusunan perencanaan pembelajaran belum tuntas.

Mengingat betapa pentingnya keterampilan membaca dimiliki oleh peserta didik, maka guru harus memiliki kompetensi yang memadai tentang substansi membaca dan kemampuan mengelola pembelajaran keterampilan membaca.

  1. Tujuan

Supaya peserta didik kelas I tertarik belajar membaca sehingga membaca menjadi kegemaran dan kebiasaannya, diperlukan pemikiran mendalam dan kreatifitas dari guru. Setelah bertukar pendapat dengan guru kelas I maka disepakati untuk memproiritaskan pemenuhan  mutu pada standar proses sub indikator “Mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.”

  1. Manfaat

Lapoan best practice tentang Supervisi Akademik dengan ‘Strategi Pendampingan 6 M Pembelajaran Membaca Permulaan  Di Kelas I SDN Karangtengah Kota Tasikmalaya sangat bermanpaat untuk bahan kajian, sharing pengalaman dan memotivasi  para guru, untuk terus belajar dan membuka diri terhadap pembaharuan di bidang pendidikan.

  1. Kajian Pustaka
    1. Supervisi Akademik

Supervisi Akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, (Daresh, 1989, Glickman et al 2007). Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Sergiovani (19877) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang terjadi di dalam kelas? Apa sebenarnya yang dilakukan guru dan siswa di dalam kelas?

  1. Membaca, Membaca Permulaan dan Membaca Bersama

Membaca Menurut Tarigan (1990), membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata /bahasa tulis.

Membaca Permulaan merupakan aktivitas untuk mengenalkan rangkaian huruf dengan bunyi-bunyi bahasa. Pengajaran membaca permulaan lebih ditekankan kepada pengembagan kemampuan dasar membaca. Siswa dituntut untuk mampu menyuarakan huruf, suku kata, dan kalimat yang disajikan dalam bentuk tulisan ke dalam bentuk lisan. Akhadiah, (1992: 31)

Menurut Tarigan (1986: 25) untuk keterampilan membaca permulaan, hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Penggunaan ucapan yang tepat
  2. Penggunaan lafal dan intonasi yang tepat
  3. Membaca dengan suara jelas
  4. Membaca dengan penuh perasaan dan akspresif
  5. Menguasai tanda baca
  6. Membaca dengan lancar
  7. Percaya diri

Membaca Bersama adalah kegiatan membaca diman guru memodelkan proses membaca  dengan menggunakan  buku besar kepada seluruh siswa di kelas. Melalui kegiatan membaca bersama,  guru membimbing siswa untuk mengembangkan keterampilan pemahaman yang lebih dalam, memperkaya kosa kata, konstruksi teks dan semantik serta isyarat visual yang berasal dari teks.  Sumber: http://literasi.org/sumber/video.

  1. Big Book

Salah satu upaya untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton adalah dengan penggunaan media. Media membantu guru dalam menyampaikan materi sehingga siswa lebih mudah untuk memahami materi tersebut. Media yang dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah  adalah media Big Book. Kasihani K.E Suyanto  dalam English forYoung Leaners (2007:104).  Big Book. Merupakan salah satu media yang disenangi anak-anak  dan dapat dibuat sendiri oleh guru, biasanya digunakan untuk anak kelas rendah. Di dalamnya berisi cerita singkat dengan tulisan besar diberi gambar warna warni. Anak bisa membaca sendiri atau mendengarkan cerita.  Jurnal The English Teacher (Vol XXII) Halaman 1-7, 1993:1) mengartikan Big Book  sebagai buku berukuran besar yang dikategorikan dalam buku anak-anak yang digunakan untuk mengembangkan kemampuan membaca permulaan serta menulis.

  1. Metode

Prosedur dan strategi pemecahan  masalah  untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan mulai dari pengenalan  huruf, penambahan kosa kata dan memahami isi bacaan adalah sebagai berikut:

  1. Pemilihan Strategi Tindakan Pendampingan Supervisi Akademik pada Guru Kelas I

Mentoring atau pendampingan sangat penting untuk membantu guru dalam menerapkan berbagai gagasan yang dipelajari dari suatu pelatihan. Dalam proses pendampingan, berkemungkinan muncul perasaan dari guru sebagai terdamping “saya gagal menyampaika pembelajaran, saya disalahkan terus, saya kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan, semua serba salah.” Pendampingan kepada guru bukanlah forum pengadilan yang menentukan mana yang salah dan mana yang benar,  melainkan proses saling belajar untuk mengembangkan budaya belajar bersama sehingga membentuk kelompok pembelajar (learning community).

Penulis membuat gagasan pendampingan yang diberi nama “Strategi Pendampingan 6 M”. 6 M adalah singkatan dari Mengamati-Merencanakan- Mencoba-Merevisi-Melakukan-Melaporkan. Dalam setiap pendampingan 6 M harus dilaksanakan.

Mengamati, dalam setiap pendampingan terdamping harus menggunakan panca inderanya untuk melakukan tindakan pengamatan agar mendapatkan informasi dan khazanah ilmu tentang strategi membaca permulaan. Sesuatu yang diamati tidak semata pengamatan yang selintas tapi pengamatan yang menambah kepahaman terdamping terhadap strategi membaca permulaan.

Merencanakan, dalam setiap pendampingan setelah terdamping paham mengenai strategi membaca permulaan terdamping harus menyusun rencana kegiatan berupa persiapan langkah-langkah atau skenario pembelajaran.  Persiapan lain berupa penggalian terhadap kemampuan mengenal  huruf, pertanyaan untuk menggali isi bacaan dan mempersiapkan kosa kata yang akan dikembangkan, harus diprogramkan secara matang. Rencana yang disusun dikomunikasikan dengan pendamping, sehingga pendamping membantu terdamping dalam penyusunan rencana kegiatan membaca permulaan.

Mencoba, terdamping mencoba melakukan kegiatan membaca permulaan dalam bentuk simulasi di hadapan pendamping.  Pendamping mengamati dan mencatat segala hal yang harus diperbaiki.

Merevisi, terdamping melakukan revisi dibantu pendamping berupa kegiatan yang menurut pengamatan pendamping dan yang dirasakan terdamping tidak sesuai dengan rencana yang sudah disusun.

Melakukan, terdamping melakukan kegiatan strategi membaca permulaan langsung pada peserta didik kelas I sesuai rencana yang sudah disusun, berdasarkan berbagai masukan yang sudah ia terima sebagai kesanggupaan komitmen pada kegiatan merevisi. Terdamping melaksanakan kegiatan Membaca Bersama selama 35 menit dengan pengamatan dilakukan oleh, kepala sekolah dan seorang teman sejawat.

Melaporkan, terdamping melaporkan semua rencana aksi dan  realisasi yang telah dilakukannya dalam menyampaikan pembelajaran membaca permulaan kepada kepala sekolah. Pendamping membuat laporan hasil supervisi sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok kepala sekolah dan disampaikan kepada pengawas pembina untuk ditindaklanjuti.

  1. Pemilihan Strategi Pembelajaran Membaca Permulaan yang Dilaksanakan Guru Kelas I

Membaca permulaan merupakan proses pembelajaran yang penting untuk menunjukkan dan mendukung pembelajaran membaca. Dalam kegiatan membaca permulaan, peserta didik melihat teks, mengamati ahli (guru) yang membaca dengan fasih dan ekspresif, dan diajak kegiatan membaca bersama secara variatif sesuai isi teks yang dibaca.

Prosedur Membaca Bersama adalah sebagai berikut ini.

  1. Memperkenalkan buku: berbicara tentang sampul, judul, penulis, menghubungkan latar belakang pengetahuan peserta didik dengan topik cerita, memprediksi cerita.
  2. Mendiskusikan semua kosakata dan konsep penting di awal cerita maupun di seluruh bacaan.
  3. Membaca nyaring dan peserta didik mendengarkan (dan melihat ilustrasi).
  4. Membaca nyaring sambil menunjuk kata.
  5. Menggunakan ‘kalimat terbuka’ secara lisan: biarkan peserta didik tahu bahwa guru kadang kadang berhenti membaca dan meminta mereka untuk melengkapi kalimat dengan kata berikutnya. Hal ini dilakukan agar guru tahu apakah peserta didik mengikuti kegiatan dari awal.
  6. Meminta peserta didik berdiskusi dengan pasangan atau dalam kelompok kecil yang berisi 3 anggota.
  7. Pemilihan Buku yang Menarik

Peserta didik Kelas I SD berada pada rentang konsentrasi yang pendek dalam ketertarikan kepada materi pelajaran. Untuk kegiatan membaca yang hanya tampilan teks saja, peserta didik seringkali jenuh, bosan, dan kurang tertarik. Apalagi lingkungan saat ini banyak menyajikan permainan yang menarik yang sangat mudah mengalahkan ketertarikan anak pada teks bacaan yang disajikan di sekolah. Untuk mengoptimalkan keterampilan membaca peserta didik di kelas awal terutama kelas I SD, sangat membutuhkan kreatifitas guru dalam mengelola dan menyajikan bahan bacaan yang menarik dan dibantu gambar yang menarik.

Penulis meanyarankan agar menggunakan Big book Menurut Karges-Bone (1992) dalam Usaid Prioritas mengatakan bahwa, agar pembelajaran bahasa dapat lebih efektif dan berhasil, sebuah big book sebaiknya memiliki ciri-ciri berikut ini.

1) Cerita singkat (10-15 halaman).

2) Pola kalimat jelas.

3) Gambar memiliki makna.

4) Jenis dan ukuran huruf jelas terbaca.

5) Jalan cerita mudah dipahami. “

Dengan karakteristik big book tersebut banyak para ahli yang menyatakan bahwa big book sangat baik digunakan di kelas awal SD karena dapat membantu meningkatkan minat baca peserta didik.

Agar big book yang digunakan sangat cocok dan sesuai dengan konteks peserta didik di sekolah, big book ini sebaiknya dibuat sendiri oleh guru kelasnya. Ide ceritanya sederhana bersumber dari kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar anak, disesuaikan juga dengan tema sesuai kurikulum yang digunakan di sekolah.

Big book dapat digunakan secara implisit dalam pembelajaran sesuai materi dan tema yang disampaikan atau secara eksplisit pada waktu yang khusus, misalnya pada waktu 15-20 menit sebelum pelajaran dimulai atau susudah pelajaran selesai.

Saran penggunaannya sangat baik, selain penggunaan big book dapat menarik minat baca peserta didik, juga peserta didik mendapatkan contoh sikap dari guru dalam memperlakukan buku.

Buku yang digunakan dalam membaca bersama tidak harus selalu Buku Besar bisa juga menggunakan buku cerita atau buku lain yang dimiliki sekolah.

  1. Hasil dan pembahasan
  2. Data awal

Ketika kepala sekolah melakukan observasi dalam supervisi akademik terhadap guru kelas I SDN Karangtengah, pada  pembelajaran membaca permulaan diperoleh hasil analisis  data  keadaan awal peserta didik sebagai berikut: peserta didik yang gagal fokus, tidak mengikuti pembelajaran dengan baik sebanyak 3 orang, peserta didik tidak dapat melafalkan fonem-fonem yang dicontohkan guru dengan baik sebanyak 1 orang, peserta didik asyik bermain ketika pembelajaran membaca permulaan sebanyak 2 orang, peserta didik ketika disuruh membaca perorangan  diam saja tidak mengucapkan apa pun 1 orang, peserta didik tidak mau tampil membaca sendiri 1 orang, peserta didik  menangis ketika disuruh membaca perorangan 1 orang. Data awal peserta didik ketika pembelajaran membaca dapat dilihat dalam grafik terlampir.

  1. Proses Pendampingan dengan Strategi 6 M

Dalam proses pendampingan dengan strategi 6 M (mengamati, merencanakan, mencoba, merevisi, melaksanakan dan melaporkan) Pendamping dan terdamping secara bersama melaksanakan langkah-langkah 6 M. Ketika mengamati, pendamping memberikan informasi sebagai konstruksi keilmuan dan kepahaman terdamping sedangkan terdamping mengamati dan menyerap informasi sebagai konstruksi kepahamannya. Ketika merencanakan, pendamping besama terdamping menyusun perencanaan sebagai implementasi dari informasi yang diserapnya dan dipahaminya berupa penyusunan rencana langkah yang bisa dilakukan terdamping. Ketika mencoba, terdamping melakukan rencana dalam situasi simulasi dan pendamping mengamatinya. Ketika merevisi, terdamping dan pendamping sama-sama merefleksi yang dilakukan pada kegiatan mencoba dan dibuatlah revisi sesuai rancangan yang diubah berdasarkan komitmen kesanggupan terdamping. Ketika melaksanakan, terdamping melaksanakan langkah-langkah sesuai langkah pada merevisi, pendamping mengamati pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan terdamping di kelas I secara nyata. Ketika melaporkan, terdamping dan pendamping sama-sama membuat laporan. Terdamping memberikan laporan tertulis kepada kepala sekolah. Dan kepala sekolah menyampaikan laporan tertulis hasil supervisi akademik kepada pengawas untuk ditindaklanjuti dan sebagai kelengkapan administrasi.

  1. Hasil akhir dan dampak yang diperoleh

Dari kegiatan membaca bersama adalah sebagai berikut:

  1. Peserta didik dapat mendengarkan bacaan, dapat membaca nyaring dan          memahami bacaan yang diperlihatkan.
  2. Mendorong peserta didik mendengarkan semua huruf dan kata yang dilafalkan.
  3. Melatih peserta didik untuk tetap fokus dan terlibat kegiatan.
  4. Memberikan beragam kegiatan dalam waktu singkat.
  5. Mengembangkan kompetensi dan kepercayaan diri peserta didik.
  6. Guru dapat mengajak peserta didik untuk memberikan pendapatnya tentang suatu buku yang dibaca melalui diskusi, membaca ulang, meringkas, membuat tanggapan tertulis, atau mendramakan suatu adegan.

Penggunaan Big book memberikan hasil dan dampak bagi komunitas sekolah sebagai berikut:

  1. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam kegiatan membaca dengan cara yang tidak menakutkan.
  2. Memungkinkan semua peserta didik melihat tulisan yang sama ketika guru membaca tulisan tersebut.
  3. Memungkinkan peserta didik secara bersama-sama memberi makna pada setiap tulisan yang ada dalam big book.
  4. Memberikan kesempatan kepada peserta didik yang lambat membaca untuk mengenali tulisan dengan bantuan guru dan teman-teman lainnya.
  5. Disukai peserta didik, termasuk peserta didik yang terlambat membaca. Dengan membaca big book bersama-sama, timbul keberanian dan keyakinan dalam diri peserta didik bahwa mereka “sudah dapat” membaca.
  6. Mengembangkan semua aspek bahasa.
  7. Guru dapat berinovasi membuat percakapan yang relevan mengenai isi cerita bersama peserta didik sehingga topik bacaan semakin berkembang sesuai pengalaman dan imajinasi peserta didik.
  8. Simpulan dan Rekomendasi
  9. Kesimpulan

Hasil pendampingan yang dilaksanakan oleh kepala sekolah  menggunakan strategi pendampingan 6 M, terbukti dapat meningkatkan kualitas kemampuan guru dalam menggunakan strategi membaca bersama dan menggunakan big book untuk pembelajaran membaca permulaan di kelas I SDN Karangtengah.

  1. Kemampuan guru dalam menggunakan strategi membaca bersama setelah diberi perlakuan pendampingan dengan strategi 6 M, mulai dari kondisi awal pada supervisi akademik ke-1 mengalami peningkatan yang sangat baik, terlihat pada supervisi berikutnya tanggal 13 Agustus 2018.

b.Kemampuan guru dalam penggunaan big  book setelah diberi perlakuan pendampingan dengan strategi 6 M, mengalami peningkatan yang sangat baik.

  1. Dengan meningkatnya kemampuan guru Kelas I dalam menggunakan strategi membaca bersama dan menggunakan Big book berhasil meningkatkan kemampuan peserta didik Kelas I SDN Karangtengah dalam memahami isi bacaan dan mengembangkan kosa kata dengan baik. Dari data awal siswa yang mengikuti pembelajaran membaca dengan hasil sebanyak 17 orang dari 26 siswa atau sekitar 65,4%, naik menjadi 23 orang atau sekitar 88,5%.
  2. Rekomendasi

Rekomendasi penulis sampaiakan kepada pihak terkait,

  1. Berdasarkan hasil pengamatan setelah pendampingan, Strategi 6 M untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyajikan materi membaca bersama dan penggunaan big book, dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dari model pendampingan yang dapat dilakukan kepala sekolah dan pengawas sekolah di sekolah binaannya.
  2. Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengembangkan kosa kata dan memahami isi bacaan guru dapat menggunakan strategi membaca bersama ini secara kreatif dan inovatif
  3. Di setiap sekolah dasar memiliki banyak koleksi buku yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber dan media pembelajaran strategi membaca bersama.

DAFTAR PUSTAKA

 

Depdikbud, 1993. Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud

PRIORITAS, USAID.2014. Praktik yang Baik di Sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Modul II. Jakarta: RTI

PRIORITAS, USAID.2015. Materi untuk Sekolah Praktik yang Baik. Jakarta: RTI  

Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Idris Apandi, 2018. Kiat Praktis Menulis Best Practice. Ciamis: Tsaqina Publishing

http://literasi.org/sumber/video.

Comment

News Feed