by

Kepala SDN Indihihiang Akui Dampak Pandemi Covid 19 bagi Dunia Pendidikan Indonesia

Kota Tasik,LINTAS PENA

Kepala SDN Indihiang Lilis.Rosmiati, SPd,MPd mengakui, bahwa salah satu dampak pandemi Corona bagi dunia pendidikan di indonesia adalah semua institusi pendidikan terpaksa meniadakan pembelajaran langsung atau tatap muka.

“Selama covid 19, kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah melalui daring mengikuti intruksi pemerintah melalui Kemendikbud,”ujarnya Lilis Rosmiati,SPd,MPd menjelaskan, memang tak hanya di Indonesia saja, hal ini juga berdampak terhadap dunia pendidikan  dampak negatif dan positif yang disebabkan oleh pandemi Corona terhadap dunia pendidikan, baik di Indonesia maupun mancanegara

1.Tidak ada pembelajaran di ruang kelas.

Seperti yang sudah diketahui, beberapa waktu belakangan ini semua pembelajaran secara langsung telah ditiadakan. Ini merupakan dampak Corona bagi pendidikan yang paling jelas terlihat dan dapat dirasakan oleh semua orang.Hal ini dilakukan guna menaati peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dibuat oleh pemerintah, agar dapat menekan penyebaran virus Corona. Meskipun begitu, pembelajaran tetap berjalan secara online. Baik murid atau mahasiswa dan juga guru atau dosen harus beradaptasi dengan situasi ini.

  1. Kesenjangan sumber daya

Saat semua jenis pembelajaran dari rumah dilakukan secara online, besar kemungkinan terdapat kesenjangan dari segi fasilitas. Banyak murid yang selama ini bergantung pada fasilitas pendidikan yang disediakan oleh sekolah dan juga kampus. Pasalnya, tidak semua murid atau mahasiswa memiliki fasilitas yang memadai. Baik itu gadget, koneksi internet, atau bahkan listrik.Apalagi, murid dan yang tinggal di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Terluar) sulit mendapatkan fasilitas pendukung pembelajaran online.

  1. Proses belajar terasa lebih berat

Beberapa murid dan mahasiswa merasa bahwa pembelajaran dari rumah terasa lebih berat dari sebelumnya. Beberapa orang tua murid menyarankan agar pembelajaran jarak jauh tidak terbatas pada pemberian tugas saja.Ada baiknya jika sesi penyampaian materi juga diperbanyak, agar murid dapat benar-benar merasa seperti belajar dan tidak hanya diberi tugas saja.

  1. Meningkatnya risiko berbahaya

Khususnya untuk murid pendidikan dasar (Sekolah Dasar dan Sekolah MenengahPertama).Beberapa risiko tersebut antara lain cyberbullying, juga konten negatif yang tersebar di internet berpotensi membahayakan anak.

Meskipun jelas Corona berdampak buruk bagi dunia pendidikan, terdapat juga dampak positif yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku pendidikan di Indonesia

“Ya betul dampak positifnya murid membiasakan diri untuk lebih dekat berinteraksi dgn orangtuanya atau hubungan langsung walaupun by phone dengan begitu SDN Indihiang tetap melaksanakan pendidikan yang seyogyanya tetap menjalankan tugas masing” sesuai peraturan pemerintah yang telah di tetapkan di masa pandemi ini…dan mudah-mudahan masa masa sulit seperti ini cepat berakhir tanpa meninggalkan dampak” yabg buruk bagi dunia pendidikan”ungkap Kepala SDN Indihiang Lilis Rosmiati SPd,MPd mengakhiri obrolan (SUNAR)***

Comment

News Feed