by

Pendidikan Karakter dan Tantangannya

Oleh: Nina Herlina, S.Pd (Guru Kelas VI SDN Indihiang Kota Tasikmalaya)

PENDIDIKAN pada dasarnya adalah kegiatan belajar dan mengajar yang didasarkan pada perkembangan pengetahuan melalui pelatihan, penelitian dan pengajaran. Ada banyak sistem dan strategi yang digulirkan untuk meraih keberhasilan pendidikan. Salahsatunya adalah program penguatan pendidikan karakter. Apakah yang dimaksud pendidikan karakter?. Menyimak pada pendapat Kaimuddin (2014) pendidikan karakter merupakan usaha sadar yang terencana dan terarah melalui lingkungan pembelajaran untuk tumbuh kembangnya seluruh potensi manusia yang memiliki watak kepribadian baik, bermoral, berakhlak dan berefek positif konstruktif pada alam dan masyarakat.

Adapun tujuan diberlakukan pendidikan karakter adalah untuk membentuk kepribadian tangguh sesuai dengan identitas bangsa Indonesia. Ini selaras dengan regulasi UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Intinya mereka (para siswa) diharapkan menjadi pribadi yang bermartabat. Cakupan pendidikan karakter  meliputi nasionalis, integritas, mandiri, gotong royong, dan religius. Strategi penguatan nasionalis menuntut siswa untuk lebih bersikap peduli dan cinta tanah air, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya. Lain halnya dengan integritas. Karakter ini menekankan pada sebuah kejujuran, konsistensi, dan pribadi yang kuat. Penting sekali anak-anak didik kita memiliki integritas yang menjungjung tinggi sebuah kejujuran dan menjadi pribadi yang tangguh. Karakter berikutnya adalah mandiri. Dimana poin pentingnya adalah menjadikan hidup tidak bergantung kepada orang lain serta mampu menyelesaikan masalah dan mencari solusi terbaik.

Adapun sikap menghargai kerjasama dalam menyelesaikan masalah bersama merupakan penekanan dari karakter gotong royong. Dimana anak dituntut mampu menjalin komunikasi dan kerjasama dalam satu komunitas. Terakhir merupakan nilai karakter yang mutlak harus dipunyai oleh setiap anak, yakni karakter religius. Setiap individu harus mampu melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, bertoleransi dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain, mengamini bahwa ada satu kewajiban yang harus dipenuhi dan dibagi bersama sang pencipta.

Dengan bergulirnya sebuah program tentu tak akan semulus yang diharapkan. Ada banyak kendala yang merintangi di depan. Begitypun dengan pendidikan penguatan karakter ini diantaranya adalah rendahnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Pembelajaran didominasi siswa yang pasif dan yang lebih mengkhawatirkan adalah rasa percaya diri siswa rendah. Ada banyak PR yang harus kita penuhi untuk meminimalisir kendala-kendala diatas.

Banyak harapan tersemat dari diberlakukannya PPK ini. Ada banyak asa tersimpan, berharap suatu hari nanti anak bangsa bisa berdiri kuat diatas kaki sendiri, memiliki kepercayaan diri untuk berkompetensi dengan bangsa di belahan dunia lain. Mampu memberi peluang untuk bekerjasama dengan negara lain atas asas simbiosis mutualisme, yakni saling menguntungkan kedua belah pihak. Seseorang yang mampu menjadi visionet, berintegritas, loyal terhadap tanah air, dan yang penting tunduk dan patuh terhadap pencipta-Nya.   (***)

Comment

News Feed