by

Ade Mayara Ridwan: “Sekolah Guru Harus Dihidupkan Kembali dan Guru Honorer Harus Diperhatikan”

Kota Tasikmalaya,LINTAS PENA

Guru yang berkualitas tidak akan bisa didapatkan kalau sekolah guru tidak dihidupkan kembali. Hal itu disampaikan Ade Mayara Ridwan (70) pensiunan guru yang selama menjadi guru sekolah dasar (SD) melanglang ke berbagai kota/kabupaten di Indonesia. Wanita kelahiran Sumatera Barat 7 Mei 1953 ini sengaja berkunjung ke Kantor Redaksi TABLOID LINTAS PENA pada hari Rabu (24/2/2021).

“Saya berharap kepada pemerintah melalui Kemendikbud untuk menghidupkan kembali sekolah pendidikan guru (SPG) agar mendapatkan guru berkualitas dan punya dasar yang kuat sebagai tenaga pendidik,”ungkapnya.

Alasan menghidupkan kembali sekolah pendidikan guru, kata Ade Mayara Ridwan, karena sejak Sekolah Guru  ditiadakan, banyak peristiwa pilu yang menimpa anak didik. Hal yang sangat mencolok terjadi di sekolah sekolah adalah kemerosotan akhlak guru dan murid. “Guru yang pada dasarnya adalah panutan (contoh teledan , kini tak bisa lagi dijadikan sosok yang patut ditiru). Zaman boleh  saja semakin modern, tetapi keteladanan guru masih sangat dibutuhkan….”jelasnya.

Kalau sekolah guru  dibiarkan “mati”, maka kemorosotan moral akan menjadi jadi. Tempo dulu, murid sangat sopan kepada guru. Begitu pula guru guru akan berhati hati dalam bersikap hidup sehari hari, sehingga rasa hormat murid murid kepada gurunya; ada pula rasa takut melakukan hal hal yang memalukan, misalnya takut membicarakan hal hal yang tabu.

“Disinilah  terasa adanya perbedaan antara guru guru tempo dulu dengan guru guru masa sekarang.Secara realistis, religius, moralis dan ilmu pengetahuan, bahwa guru tempo dulu jauh lebih unggul,” kata Bu Ade OGIN (orang gaul intelektual) Pusparum, panggilan beken warga Hln. Boulevard Blok A-18 No.7 Perum Bumi Resik Indah Kel.Sukamanah Kec.Cipedes Kota Tasikmalaya ini.

Ade Mayara Ridwan yang juga pemerhati lingkungan hidup ini secara blak blakan mengungkapkan,  bahwa untuk bisa mendapatkan guru guru berkualitas, maka sebaiknya sekolah guru dibangun/dihidupkan kembali. “Salah besar menutup sekolah guru. Sedangkan profesi guru itu sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan anak bangsa. Guru yang cerdas, berakhlak mulia dan bercita cita mulia terhadap murid muridnya, maka guru yang seperti itulah  yang sangat dibutuhkan sekarang ini. Nah, untuk mendapatkan kembali  guru guru berkualitas, maka saya sarankan kepada pemerintah pusat melalui Kemendikbud  agar membuka kembali sekolah guru yang seperti dulu itu, dengan pendidikan yang agak ketat sehingga hasilnya sangat memuaskan bagi orangtua murid, dan dengan demikian pula masa depan bangsa Indonesia terpelihara,”paparnya.

Wanita energik yang membaca tanpa kacamata ini menambahkan, untuk  menciptakan  guru guru berkualitas seharusnya menjadi prioritas kerja pemerintah untuk memajukan bangsa dan negara. “Sebab, maju mundurnya suatu  bangsa,tentunya sangat tergantung pada keahlian mendidik seorang guru kepada muridnya. Para pendidik yang berkualitas akan menghasilkan  murid murid yang cerdas dan berkualitas pula.  Oleh karena itu, pemerintah harus menjaga Nasib Guru termasuk guru honorer yang harus diutamakan fasilitas maupun kesejahteraannya. Karena selama ini, mereka guru honorer telah terbukti dalam pengabdiannya tanpa menghiraukan upahnya yang kecil,”pungkasnya. (REDI MULYADI)****

Comment

News Feed