Oleh : Desi Novita Rachmi, S.Pd (SDN Indihiang-Kota Tasikmalaya)

BERBICARA tentang sekolah ramah anak (SRA),mengingatkan kita betapa pentingnya aset seorang “anak” hingga diperlukan ruang dan tempat yang senyaman mungkin untuk mereka berinteraksi. Ramah berarti bebas dari segala perlindungan yang mau tidak mau akan mempengaruhi cara berfikir mereka di masa depan. Apa sih sebenarnya sekolah ramah anak itu? Yakni program yang diselenggarakan oleh pemerintah Republik Indonesia yang bertujuan untuk memenuhi dan menjamin serta melindungi hak-hak yang dimiliki anak.

Tujuan lainnya  adalah sekolah mampu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak serta untuk bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati, bekerja sama untuk kemajuan dan semangat perdamaian (Popmama.com : 2020). Kenapa harus sekolah yang  harus dijadikan  tempat ramah anak? Karena sekolah merupakan rumah kedua anak-anak saat mereka  menghabiskan waktu maupun berinteraksi dengan teman-temannya. Oleh karena itu  diperlukan kenyamanan yang ekstra bagi mereka. Maka dipastikan tempat itu harus benar-benar menjadi tempat ternyaman bagi anak.

Menilik pada konsep Sekolah Ramah Anak (SRA), yakni BARISAN (Bersih, Aman, Ramah, Indah, Sehat, Asri, Nyaman). Sekolah tidak melulu membidik  perundungan atau bullying, tapi juga menyoroti  masalah jajanan yang tercemar, fasilitas yang tidak membahayakan serta area bermain yang layak. Kemudian pengaruh buruk dari teman juga menjadi salah satu poin penting yang harus dicari solusi terbaiknya.

Untuk menciptakan Sekolah Ramah Anak  (SRA) yang ideal, diperlukan  rujukan dalam menerapkannya. Berikut ini merupakan rujukan dan komponen KemenPPA yakni :

  1. Adanya komitmentrtulis yang dianggap sebagai kebijakan tentang SRA oleh sekolah
  2. Pelaksanaan proses pembelajaran yang ramah anak di sekolah
  3. Adanya para pendidik dan tenaga kependidikan yang terlatih serta memahami hak-hak anak.
  4. Sarana dan prasarana di sekolah yang ramah anak.
  5. Partisipasi dari anak-anak sendiri dalam pe;laksanaan program ini.
  6. Partisipasi dari orang tua sebagai pendidik utama, lembaga-lembaga masyarakat, dunia usaha untuk mendukung sekolah dan bahkan para alumni sekolah.
  7. Partisipasi dari anak-anak sendiri dalam pelaksanaan program

Pada ahirnya dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA) ini. Kolaborasi penting antara orang tua dan guru menjadi poin yang signifikan. Bahu membahu menciptakan rasa aman, nyaman, bagi anak. Memberikan fasilitas pendidikan yang mumpuni, memberikan rasa percaya tingkat tinggi. Karena usaha takkan pernah mengkhianati hasil, begitupun anaka-anak yang tumbuh dan besar di lingkungan yang ramah anak, maka dapat dipastikan suatu hari nanti akan menjelma menjadi pemimpin yang penuh dengan kompetensi dan empati yang tinggi pula. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama bahu membahu menciptakan rasa amam, nyaman dimulai dari lingkungan terdekat kita.(***

Comment

News Feed