by

Bangkit Masa Pandemi

Oleh : Tata Mulyana, S.Pd. (Guru Kelas 1  SDN Rancabendem, Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya)*

VIRUS corona telah melanda dunia tanpa pandang bulu, negara maju pun dibuat tidak berdaya menghadapi virus yang mematikan tersebut. Asal mula virus tersebut ditemukan oleh para ahli berasal dari daratan Cina, dari daerah Wuhan menyebar keseluruh dunia.  Untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut WHO menganjurkan untuk menerapkan fisical distancing dan memakai masker. Gejala yang terjadi ketika covid-19 menyerang adalah demam tinggi, batuk atau bersin, dan menurunnya kondisi fisik termasuk melemahnya indera penciuman. Penyebaran dapat terjadi dengan bersentuhan langsung dengan orang yang positif covid atau melalui udara.

Seperti di Negara-negara lain, pemerintah Indonesia-pun mengeluarkan aturan Work From Home (WFH) atau yang lebih dikenal dengan hastag di rumah saja. Bila keluar rumah harus pakai masker, jaga jarak , jangan berkerumun.

Akibat pandemi virus corona semua sektor terkena imbasnya termasuk dunia pendidikan. Pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran pembelajaran jarak jauh secara daring. Anak diberi tugas oleh guru melalui berbagai alat komunikasi. Otomatis guru, siswa, dan orang tua siswa dituntut harus melek teknologi. Sebelum masa pandemic-pun pemerintah telah menganjurkan agar guru melek teknologi dengan program literasi digital dan berbagai pelatihan. Wabah covid-19 bukan hambatan dalam proses pembelajaran justru jadi pemicu supaya pendidikan di Indonesia lebih berkembang dan maju dan terarah untuk mencapai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan tak hanya transfer pengetahuan justru untuk mencetak manusia yang handal, kreatif, inovatif dan dapat bersaing dengan bangsa–bangsa lain. Diharapkan bangsa Indonesia dapat diperhitungkan di kancah Internasional.

Menurut penulis virus corona jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dalam menuntut ilmu sehingga menyisakan generasi yang tertinggal.  Jika generasi milenial Bangsa Indonesia cerdas, melek teknologi, berkarakter, berbudaya, dan berbudipekerti yang luhur maka bukan hal yang tidak mungkin sepuluh tahun kedepan Indonesia akan mendapati generasi yang lebih maju dari peradaban bangsa-bangsa manapun. Seandainya bangsa indonesia malas dalam menunutut ilmu pasti kita akan tertinggal oleh negara lain dank an sulit mengikuti perkembangan zaman.

Maka dari itu Indonesia harus kerja keras dan bersama-sama mempunyai keinginan yang kuat untuk maju serta oftimis menyongsong masa depan meski sekarang tengah dilanda pandemi. (@@@

Comment

News Feed