by

Anton Charliyan Dukung Elemen Masyarakat, Agar Kijang Kencana Mas Jadi Icon Resmi Kab. Indramayu

Kota Tasik,LINTAS PENA

Pada hari Kamis (11/03/2021), mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan M.P.K.N    menemui jajaran pengurus DPC Petani Penggiat Porang Nusantara (PPPN) Kab.Indramayu sebagai wujud dukungan untuk penanaman budidaya porang yang ada di Indramayu.

Ketika memasuki kabupaten “lumbung padi nasional” dan terkenal penghasil “buah mangga” ini, Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan melihat sebuah Bunderan Tugu Kijang Kencana berada di salah satu sudut kota Indramayu, tepatnya di perempatan Jln.Mekar 2 Karanganyar , pintu masuk dari arah Cirebon menuju kota Indramayu. Keberadaan tugu Kidang Kencana itu menjadi pusat perhatiannya.

“Walau bagaimana pun, ketika membuat sebuah tugu terutama yang dibuat oleh sebuah kerajaan, pemerintah pusat, pemerintah daerah atau lembaga atau bahkan oleh seseorang, tentunya punya makna tersendiri. Bahkan bisa juga membuat tugu karena sebuah prestasi, misalnya Tugu Adipura, karena kota tersebut punya prestasi di bidang kebersihan dan tugu lainnya.”jelasnya

Begitu pula dengan berdirinya Tugu Kidang Kencana di Indramayu, menurut Anton Charliyan, tentu saja punya makna dan cerita tersendiri.”Ya, bisa saja berdirinya Tugu Kijang Kencana ini berkaitan dengan sejarah berdirinya atau lahirnya Kabupaten Indramayu,”kata Anton Charliyan.

Karena terdorong rasa penasaran, Anton Charliyan meminta sopirnya untuk menghentikan lajunya, kemudian dia pun menyempatkan diri ngobrol ringan bersama masyarakat sekitar tugu tersebut. Alhasil, Anton Charliyan pun mengetahui sedikit cerita yang berkembang di masyarakat. Konon kabarnya, selama ini masyarakat Indramayu sangat membanggakan bahkan setengah mensakralkan keberadaan Kijang Kencana Mas tsb. Karena sangat berhubungan erat dengan asal muasal lahirnya Kabupaten  Indramayu,yang juga tercatat dalam naskah kuno tentang Sejarah Indramayu yakni dalam

kitab ” Babad Dermayu “ .Isi dari buku “Babad Dermayu” itu  menceritrakan bahwa penghuni partama yang membuka Indramayu adalah Raden Aria Wiralodra, putra Tumenggung Gagak Singalodra dari Bagelen Demak. Sejak kecil beliau punya keinginan membangun sebuah wilayah untuk kelak di wariskan kepada anak-cucunya. Untuk mewujudkan cita-citanya yang luhur tersebut, Ia gemar melatih diri dalam olah kanuragan, tirakat dan bertapa.

Suatu masa Raden Wiralodra menjalankan pertapaan di perbukitan Melaya di kaki Gunung Sumbing.

Namun, ada juga cerita versi lainnya mengatakan , bahwa Kijang Kencana Mas tersebut adalah perwujudkan dari Prabu Indrawijaya.. Konon,  Prabu Indrawijaya dan Pangeran Harya Kemuning-lah yang awal pertama sekali terlebih dulu ada, sebelum Raden Aria Wiralodra datang. Narasumber itupun menyebutkan bahwa ” Prabu Indrawijaya sempat merubah diri menjadi Kidang Kuning (Kijang Mas). Oleh karena itu Pangeran Harya Kemuning melarang  kepada anak cucu keturunannya sebagai pantaangan agar  jangan sampai memakan daging kijang.

Hal yang pasti, dimana harapan sebagian besar elemen masyarakat yang disampaikan  kepada mantan Kadiv Humas Polri ini mengusulkan agar pemerintah Kabupaten Indramayu segera menenetapkan Kijang Kencana Mas ini bisa menjadi icon Kabupaten Indramayu.

“Karena sampai saat ini Indramayu belum punya icon yang jadi kebanggan masyarakat yang ditetapkan pemerintah secara syah. Kenapa tidak memilih buah mangga untuk dijadikan icon ???, Karena kalau mangga sudah jadi ikon dari  Kabupaten Majalengka ( Gincu ) dan Cirebon ( Gedong ).” Ujar salah seorang tokoh masyarakat di sekitaran tugu tersebut.

“Sementara kalau Kijang belum ada satu kabupaten pun juga di Indonesia ini yang mengunakanya sebagai icon, sehingga   Indramayu mempunyai icon yang khas yang tidak dipunyai daerah lain.  “tuturnya.

Anton Charliyan yang mendengar keinginan masyarakat tersebut, tentunya sangat mendukung Kijang Kencana Mas dijadikan icon resmi Kab Indramayu yang memiliki ciri khas tersendiri. “Saya sangat mendukung elemen masyarakat agar Kijang Kencana Mas sebagai icon yang paling pas untuk Kabupaten Indramayu. Simbol satwa Kijang itu sendiri memiliki banyak keutamaan, dari mulai tanduk yang bisa di gunakan sbg bahan obat yang ampuh, juga identik sebagai Satwa yang sangat pintar dan  cerdik.  Kijang pun dikenal sebagai  satwa yang gesit , cepat dan lincah. Makanya para juara lari sering dijuluki dengan perumpamaan     Larinya Secepat Kijang “paparnya.

Selain itu, lanjut Anton Charliyan,Kijangpun dikenal sebagai binatang yang anggun berwibawa. bijak dan sabar . Karena memang Kijang inipun  merupakan salah satu jenis satwa purba menurut catatan sejarah biologi. berusia sekitar 25 sd 35 juta tahun yang lalu.  Dengan demikian, Kijang merupakan satwa yang mampu survive untuk bisa tetap bertahan dan hidup hingga saat ini. Bahkan  Kijangpun memiliki arti filosofi tambahan yang lain yakni  ; senantiasa semangat, kuat, memiliki jiwa survive yang tinggi, pantang putus asa dalam menghadapi segala rintangan. serta memiliki bakat dan kemauan yang tinggi untuk mencapai cita-cita.  “Kijangpun merupakan satwa endemik asli dari bumi Nusantara. Yang salah satunya menjadi legenda dan kebanggan masyarakat Indramayu sebagai Kijang Kencana Mas Wiralodra. Jadi cukup beralasan, bila Kijang Kencana Mas dijadikan icon bagi Kabupaten Indramayu,”pungkasnya.(REDI MULYADI)***

 

Comment

News Feed