by

Pembebasan Lahan Proyek Bendungan Leuwikeris Patut Diduga Adanya Mark Up

Kab.Tasik, LINTAS PENA

Proses pembebasan lahan pembangunan Bendungan Leuwikeris di Kecamatan Cineam Kab.Tasikmalaya hingga saat ini tidak ada kepastian. Bahkan, setelah ramai dengan masalah pembebasan tanah untuk proyek Bendungan Leuwikeris yang taka da kepastian tersebut, kini muncul permasalahan baru.

Berdasarkan hasil temuan Tim Investigasi  Perkumpulan Jurnalis Indonesia – Demokrasi

(PJI-D) Tasikmalaya , bahwa pembebasan lahan proyek Bendungan Leuwikeris patut diduga adanya mak up ; mulai dari mark up jumlah pohon,  jenis pepohonan maupun luas tanah.semisal apa yang patut diduga dilakukan CW warga Pasbun Desa Ancol Kecamatan Cineam dengan memark up luas tanah pribadi yang seluas 350 bata menjadi 750 bata , 350 tanah waris / adat sedangkan tanah negara 400 bata.

“Hal ini patut diduga bukan hanya masalah tanah CW, kemudian tanah desa yang diganti untung sebesar Rp. 4 Milyar akan tetapi hanya dibelikan pengganti sebesar Rp. 2 Milyar ini patut dipertanyakan pula. “Yan Daya Permana, Ketua PJI-D kepada LINTAS PENA

Yan menjelaskan, bahwa markup terjadi milik beberapa orang yang terimbas proyek Bendungan Leuwikeris.” Dalam pembebasan atau ganti untung untuk lahan genangan Bendungan Leuwikeris mencapai ratusan milyar rupiah. Karena itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy diminta menuntaskan persoalan rekayasa sosial terhadap masyarakat terkena dampak proyek yang menelan anggaran sedikitnya Rp 1,5 triliun.”katanya.

Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak pihak yang terlibat. (SUNAR)***

Comment

News Feed