by

Dibalik Tragedi KRI Nanggala 402 , dan Kisah Pilu Kolonel Iwa Kartiwa,SH Komandan Kapal Selam Sebelumnya , Adik Kandung Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan

Kota Tasik,LINTAS PENA

Mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr. H.Anton Charliyan,MPKN sempat meneteskan air mata tatkala mengetahui dari pemberitaan media bahwa kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang dan Tenggalam pada Rabu (22/4/2021) .Kapal buatan Jerman ini dinyatakan hilang kontak saat melakukan latihan menembak torpedo di laut utara Bali. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Minggu petang, menjelaskan bahwa seluruh awak kapal KRI Nanggala-402 yang berjumlah 53 dinyatakan gugur, Minggu (25/4/2021) sore. Lokasi tenggelam melebihi 800 meter dan seluruh awak dinyatakan gugur.

            “Inna lillahi wainnailaihi roji’un, kami sekeluarga turut berduka citas atas musibah tenggelamnya KRI Nanggala 402 beserta gugurnya 53    putera bangsa Bangsa Terbaik/Prajurit TNI AL KRI Nanggala 402. Selamat jalan, menghadap Al Khaliq, para syuhada’ pejuang bangsa & Negara. . Semoga Khusnul Khotimah dan semua  mendapat surga-Nya.   Allahumma ighfir lahum…Dan Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan .. Amin YRA”ungkap Abah Anton, panggilan akrab Anton Charliyan.

Abah Anton menyebut, bahwa musibah ini tidak hanya mengejutkan keluarga awak kapal KRI Nanggala 402 saja, tetapi seluruh bangsa Indonesia. “Musibah ini mengejutkan kita semua. Tidak hanya keluarga 53 awak kapal, keluarga Hiu Kencana, maupun keluarga besari TNI Angkatan Laut, tapi juga seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

            Selain turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas tenggelam KRI Nanggala 402 dan gugurnya 53 prajurit terbaik TNI AL, Anton Charliyan punya cerita tersendiri dengan kapal selam buatan Jerman ini. Betapa tidak ?! Karena Komandan Kapal Selam sebelumnya adalah Kolonel Iwa Kartiwa SH “sang adik kandung nya sendiri”  yang menjabat sebagai  Dan Satsel 2016 – 2019, asli orang Tasikmalaya. “

“Adik saya Kol Iwa Kartiwa, adalah penerima langsung 2 buah Kapal Selam terbaru dari Korea. Bahkan ikut ke Korea selama 3 tahun. adik saya juga alhamdulillah yang berhasil menyelenggarakan Konferensi Kapal Selam International Asia Facifik  di Indonesia ”

Anton Charliyan mengatakan, ketika terjadi musibah adiknya hanya bisa menitikan air mata karena semua yang gugur adalah mantan anak buahnya . Namun sayang saat ini adiknya Kolonel Iwa Kartiwa SH terbaring lemah tidak berdaya ditempat tidur karena sakit , Menurut diagnosa dokter karena paru parunya keracunan Metal/ Mercury atau bisa juga kemungkinan terlalu banyak mengisap CO2 ( Karbon ) karena ketika suatu waktu ada trouble mesin mati atau batrai listrik mati di kapal  maka  yang terhisap awak kapal adalah karbon,  dan itu terjadi selama dinas secara terus menerus sedikit demi sedikit selama bertahun tahun.

            Ketika Redaksi menanyakan kondisi terakhir saat ini, Anton mengatakan :  Bicara saja susah apalagi jalan……, badannya  kurus kering tinggal 40 kg . Sehingga tidak lagi mampu berdinas, Padahal masa dinasnya masih 6 tahun. Yaa ,sekarang hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Bahkan penggantinya juga Kol Jefri bernasib lebih tragis lagi .  meninggal pada saat latihan Simulasi tahun 2020 tidak bisa keluar dari Kapal Selam, Itulah salah satu bagian dari pengorbanan dan resiko dari para awak kapal selam Indonesia sebagai  prajurit prajurit terbaik untuk bangsa dan negara….“ katanya

            Karena ketika kapal mulai menyelam , saat itu menurut istilah para awak , mereka masuk kuburan, tidak ada satu lubang  jalan pun untuk bisa keluar.. hanya tekad dan pengabdian kepada bangsa dan negaralah yang membuat mereka tetap semangat untuk bisa bertahan… sehingga tradisi religius di lingkungan para prajurit Pasukan Khusus Satsel ini sangat kuat.. mereka.senantiasa rajin beribadah, puasa Senin Kamis. Ngaji, tahajud dll , bukan pemandangan yg aneh khususnya bagi yang beragama Muslim. .

Karena ketika Kapal mulai menyelam,  bila terjadi suatu trouble sedikit saja, sama juga berhadapan dengan kematian… bila prajurit lain di darat atau di udara masih ada kemungkinan lain untuk selamat atau melarikan diri. Kalau di Kapal Selam mau lari kemana ??? Artinya mereka sadar betul bahwa setiap langkah tugas di kapal selam akan senantiasa berhadapan dengan maut…

“Itulah sekelumit suka duka dan pejuangan Pasukan Khusus Kapal Selam yang sekarang kita saksikan telah gugur sebagai syuhada bangsa.& negara… Saya bisa berceritera begini karena menyaksikan langsung kehidupan adik kandung saya sendiri Kolonel Iwa Kartiwa yang merupakan prajurit TNI AL ” pungkasnya.

            Lebih jauh redaksi tanyakan jabatan apa sekarang yang diembannya ?

 : “Tidak punya jabatanlah, kan sakit. Jangankan berpikir jabatan …untuk Bisa sehat aja sudah merupakan suatu muzijat yang luar biasa. Kita semua dan juga fihak Dinas AL telah maximal, terus berusaha untuk mengobati tapi sepertinya sakitnya cukup sulit unutk diobati.. Yaaa rejekinya mungkin cukup hanya sampai Kolonel saja, yang penting sekarang bisa sehat =lah. pungkasnya 

Sebagaimana diketahui, bahwa KRI Nanggala-402 menjadi bagian utama dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia pada 1981. KRI Nanggala-402 merupakan satu dari dua kapal selam tua buatan industri Howaldt Deutsche Werke (HDW), Kiel, Jerman Barat. (REDI MULYADI)**

Comment

News Feed