by

Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Tinjau Jembatan Cisepet di Kec.Cikatomas, Penghubung Dua Desa yang Putus Akibat Terjangan Air

Kab.Tasikmalaya,LINTAS PENA

Jembatan Cisepet, penghubung antara Desa Cayur dan Desa Sindangkasih, Kecanatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya; putus sekitar setahun lalu. Pembangunannya sendiri dikerjakan tujuh tahun silam.

Sejak jembatan Cisepet putus, belum ada upaya perbaikan, selain jembatan darurat hasil gotong royong warga setempat. Yaitu berupa bronjong yang disambung dengan kayu. Peristiwanya sekitar bulan Juni 2020.

Penantian warga akan perbaikan jembatan dengan yang permanen belum juga terjawab. Hingga Sabtu (5/6/2021) sore, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi,SP  meninjau jembatan darurat itu. Untuk memastikan kondisi dan fungsinya bagi warga setempat.

“Jembatan darurat yang menghubungkan dua desa ini hampir genap satu tahun ambruk akibat diterjang banjir. Pembangunannya baru tujuh tahun yang lalu. Mestinya jembatan utama ini bisa berumur 50 tahun ke atas,” ujar Asep Sopari.

Politisi Partai Gerindra itu belum tahu pasti apa penyebab jembatan Cisepet begitu rapuh. Buktinya, tidak kuat menahan terjangan air sungai yang meluap. Ada kemungkinan perencanaan dan pembangunan jembatan tersebut kurang matang.

Karena itu, Asep Sopari berkomitmen untuk mengupayakan perbaikan jembatan Cisepet secara kebijakan kelembagaan yang ia pimpin. Supaya kejadian serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari, perencanaannya akan mulai dari detail engineering design (DED).

“Setelah memastikan jembatan darurat ini masih bisa digunakan untuk sementara waktu, sebelum jembatan utama diperbaiki; insya Allah segera kita siapkan untuk rencana perbaikan jembatan utama,” Asep menandaskan.

Didi, salah satu warga Desa Cayur mengemukakan bahwa sejauh ini jembatan darurat berfungsi dengan baik. Bahkan keberadaanya cukup vital bagi keberlangsungan transportasi warga kedua desa. “Alhamdulillah, Kang. Meski dibuat dengan cara sederhana, untuk kondisi seperti ini jelas sangat membantu. Saya dan warga lain jadi bisa melintas menuju perkotaan,” Didi mengaku. (HUMAS DPRD/ADV/ADE BACHTIAR ALIEF)***

Comment

News Feed