by

Ketua DPRD Asep Noordin Bersama Fraksi PDI-P Kabupaten Pangandaran Terjun Langsung Dalam Simulasi Kebencanaan

Pangandara, LINTAS PENA

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali melaksanakan simulasi Tsunami atau Tsunami Drill dan Gempa Bumi di Pantai Batukaras Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan ini adalah kegiatan kedua kalinya yang dilakukan oleh Pemkab Kabupaten Pangandaran melalui BPBD dan seluruh stakeholder terkait kebencanaan.

Dalam Kesempatan ini Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata hadir langsung mengikuti kegiatan, acara ini berlangsung terbatas dengan menerapkan prokes unutk meminimalisasi risiko penyebaran COVID-19.

Peserta yang mengikuti kegiatan diantaranya TNI/POLRI, Relawan kebencanaan, ormas, masyarakat serta wisatawan yang sedang berwisata ke Obyek Wisata Pantai Batukaras.

Tampak hadir juga Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin H.M.M beserta fraksi PDI-P mengikuti kegiatan tersebut.

Sepanjang pengamatan Ketua DPRD tadi, simulasi ini efektif dan mendapat respon yang baik dari masyarakat maupun wisatawan yang berada di Pantai Batukaras.

Menurut Plt. Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, H. Dani Hamdani, S.Sos., M.M. Selain respon masyarakat, ia juga menilai bahwa wisatawan yang sedang berkunjung sangat merespon baik terhadap kegiatan ini sampai ada yang ikut berlari ke tempat evakuasi. Terlebih, kata dia, pada saat sirine peringatan bahaya Tsunami dibunyikan, warga dan wisatawan tampak benar-benar berupaya menyelamatkan diri dengan arahan relawan kebencanaan.

Pangandaran secara umum merupakan salah satu wilayah yang rawan Tsunami, termasuk salah satunya adalah Pantai Batukaras. “Batukaras merupakan salah satu wilayah paling rawan dan harus diwaspadai, karena tempat wisata favorit dan berdekatan langsung dengan pantai” tungkasnya.
            Dia menambahkan, saat ini sistem peringatan dini dan telekomunikasi yang dimiliki oleh BPBD sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.Tsunami Drill / Simulasi Tsunami di Pangandaran ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tanggal 26 dan melibatkan relawan kebencanaan masyarakat serta stakeholder terkait dalam kebencanaan. Dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi risiko ancaman bencana. Tidak hanya tsunami drill saja, latihan simulasi bencana ini selanjutnya akan dilakukan dengan bentuk ancaman bencana lain seperti, banjir, longsor serta bencana lainnya yang ada di Kabupaten Pangandaran.(SUNAR)***

Comment

News Feed