by

Mutu Madrasah Dalam Konteks Manajemen Pendidikan

Oleh : Hendri Hendarsah (ASN MTs Negeri 2 Kota Tasikmalaya)

PENCAPAIAN pendidikan madrasah tidak lepas dari upaya peningkatan mutu. Banyak komponen yang memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan mutu madrasah salah satunya peran guru yang sangat sentral. Guru yang memiliki kualitas adalah guru yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga mentransfer value pada pembelajaran di madrasah. Sehingga siswa yang berasal dari lulusan madrasah tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga ceras secara moral dan spiritual.

Dalam menghadapi kompleksitas zaman, maka guru madrasah tidak hanya terfokus kepada kurikulum tetapi mampu mengkolaborasikan kurikulum dengan media digital dalam upaya mendukung  peningkatan kualitas guru yang inspiratif dalam memberikan pencerahan kepada siswa.

Komponen Mutu

            Mutu Pendidikan berkenaan dengan kepuasan terhadap layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat, maka komponen-komponen mutu merupakan bagian-bagian yang harus ada dalam upaya mewujudkan mutu. Bagian-bagian ini merupakan pendukung dan menjadi prasyarat dimiliki mutu. Deni dan Cepi (2009 : 302-304) dalam bukunya Manajemen Pendidikan menjelaskan komponen mutu sebagai berikut : Pertama; Kepemimpinan yang berorientasi kepada mutu. Pimpinan organisasi harus sepenuhnya menghayati manajemen dan semua perilakunya terhadap produktivitas organisasi, bahan terhadap respon pesaing. Mengembangkan manajemen partisipatif, baik visi dan misi maupun proses manajemen yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan.

Kedua; Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Perwujudan mutu didasarkan pada keterampilan setiap pegawai dalam merencanakan, mengorganisasi, membuat, mengevaluasi dan mengembangkan barang/jasa sebagaimana tuntutan pelanggan. Dinamisasi tuntutan mengharuskan diupgrade nya kemampuan pegawai secara terus menerus, karena investasi terbesar dalam Pendidikan adalah Sumber Daya Manusianya. Diklat terkait peningkatan mutu Pendidikan menjadi suatu keniscayaan, apalagi perubahan zaman menuntut akan hal tersebut.

Ketiga;  Struktur pendudkung. Manajer puncak membutuhkan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu dalam melakukan strategi pencapaian mutu. Staf pendukung membantu manajemen puncak untuk mengartikan konsep mengenai mutu dan mewujudkan upaya perubahan kea arah yang lebih baik.

Keempat;. Komunikasi. Komunikasi dalam orientasi mutu ditempuh dengan cara yang bervariasi agar pesan yang dikomunikasikan dapat tersampaikan secara efektif kepada pimpinan. Secara ideal, pimpinan harus bertemu secara pribadi dengan para pegawai untuk menyampaikan informasi, memberikan pengarahan, dan menjawab pertanyaan dari setiap pegawai. Namun demikian, jika pegawai berjumlah banyak, maka penyampaian mengenai komitmen organisasi terhadap mutu harus disampaikan secara terus menerus dan konsisten.

Kelima; Ganjaran dan pengakuan. Pegawai yang berhasil menerapkan prinsip-prinsip mutu dalam proses mutu harus diakui dan diberikan ganjaran sebagaimana kemampuan organisasi, sehingga pegawai lainnya akan mengetahui apa yang diharapkan organisasi sehingga akan memberikan dampak menjadi panutan pegawia lainnya.

Keenam; Pengukuran. Penggunaan data hasil pengukuran atau evaluasi menjadi sangat penting didalam menetapkan proses manajemen mutu. Hasil pengukuran merupakan informasi umpan balik bagi pimpinan mengenai kondisi riil bagaimana gambaran proses mutu yang ada dalam organisasi. Bahkan evaluasi ini harus menjadi dasar untuk mengambil keputusan bagi pimpinan.

Mutu Guru Madrasah

            Kementerian Agama Republik Indonesia terus menerus melakukan upaya peningkatan mutu guru madrasah. Program yang sekarang digulirkan yaitu Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2021 yang digelar secara serentak disejumlah Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) binaan kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKI) secara dalam jaringan (daring).

            Pendidikan Profesi Guru (PPG) menurut Direktur Tenaga Pendidik dan kependidikan Kementerian Agama Republik Indonesia Muhammad Zain dalam website Kemeneterian Agama RI “PPG harus memastikan lahirnya guru-guru professional. Guru professional adalah guru yang berintegritas, memiliki kompetensi, serta memiliki  skills yang memadai untuk melaksanakan tugas-tugasnya”. Peningkatan mutu guru juga perlu penunjang antara lainsarana prasarana dan media pembelajaran yang memadai.

            Begitu berat program yang diusung madrasah akan tercapai secara maksimal dan sesuai harapan manakala adanya komitmen dari semua pihak baik pimpinan madrasah, guru dan pegawai adminsitratif untuk berkomitmen melaksanakan tugas sesuai tugas dan fungsinya dan memiliki integritas dalam menjalankan tugasnya. SEMOGA

Comment

News Feed