by

OPINI ANTON CHARLIYAN: “Terkait Berita Pengusaha Pencak Silat, Wawasan Budaya Para Pejabat Negara Perlu Dievaluasi dan Ditingkatkan”

Oleh : Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN

DENGAN ramainya berita yang dirilis Detik Finance pada 12 Agustus 2021, berjudul : ” Bahlil , Pengusaha Pencak Silat Jangan Buat Masalah di Negara ini..” yang mengistilahkan kata pengusaha pencak silat sebagai ” Pengusaha Nakal ” memang sesungguhnya merupakan akronim yang kurang tepat.bahkan sangat tidak tepat.

            Dengan mencermati kejadian tsb, sesungguhnya harus menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa sesungguhnya wawasan budaya sebagian petinggi negara ini perlu dievaluasi dan dipertanyakan…Karena wawasan budaya setingkat menteri saja sedemikian adanya bagaimana pula wawasan masyarakat awam tentang keluhuran budaya kita..??? , Sangat disangsikan pemahamanya.., siapa lagi yang harus membanggakan warisan luhur budaya kita kalau bukan kita sendiri sebagai anak-anak  bangsa, apa jadinya sebagai anak bangsa bila sudah tidak bangga dengan budayanya sendiri ??? , Kita boleh saja mungkin saat ini terutama di era global belum bisa berdaulat sepenuhnya baik dari sisi politik, sosial, keamanan apalagi ekonomi masih besar sekali pengaruh negara negara Adidaya yang harus kita pertimbangkan matang matang untuk membuat sebuah keputusan negara.

Tapi khusus di bidang budaya kita harus betul betul  berdaulat sepenuhnya. Karena budaya merupakan ciri wanci entitas bangsa, bila ingin menghancurkan sebuah bangsa maka sudah jadi idiom umum hancurkan lah budayanya.. Salah satu tanda tanda lunturnya sebuah adat tradisi dan budaya tsb bila kita sebagai anak bangsa sudah tidak merasa bangga dengan budayanya itu sendiri.. Kita akhirnya akan menjadi tuan asing dirumah sendiri.. mudah mudahan ini tidak terjadi pada negeri kita Indonesia tercinta.Buktinya dengan adanya berita tsb dimana mana terjadi complain ,hal ini menunjukan sisi positif bahwa sesungguhnya kita semua masih sangat cinta dengan aneka budaya yang ada di Nusantara khususnya pencak silat.

Kita masih ingat bagaimana sulitnya memperjuangkan agar Pencak Silat ini bisa menjadi salah satu Warisan Budaya Nusantara di UNESCO. Karena warisan budaya silat itu sendiri ( Silat tanpa Pencak Silat ) sudah diklaim negara lain yaitu Malaysia. Padahal kita semua tahu bahwa silat maupun pencak silat berasal dari bumi Nusantara Indonesia,  Apakah kita rela jika warisan warisan  budaya kita di akui negara lain ?.., Maukah kita terus menerus bersikap : baru merasa memiliki kalau sudah kehilangan ???, ” Sudah banyak warisan budaya asli kita yang diklaim negara lain al : Reog Ponorogo Jawa Timur, Wayang Kulit Jawa, Angklung Sunda, Batik , Tari Piring Minang, Lagu Rasa Sayange bahkan Kopi Toraja diklaim negara lain ….?!

            Namun disaat pandemi seperti ini sebetulnya tidak perlu juga kita dibikin gaduh oleh hal hal yang sesungguhnya tidak perlu terjadi, karena masih banyak hal yang harus kita lakukan yang lebih bermanfaat ketimbang mencari cari Kesalahan Para Pejabat Negara.

Namun ada baiknya hal ini kita jadikan  untuk introspeksi bagi kita semua, dan tidak perlu diperpanjang apalagi dibuat semakin gaduh,  agar wawasan budaya ini bisa menjadi perhatian yang lebih serius bagi kita semua seluruh anak bangsa, khususnya bagi pemerintah di setiap tingkatan.. Juga harus kita sadari bersama bahwa adat tradisi dan budaya ini merupakan aset yang sangat berharga dan tidak ternilai dari sebuah bangsa… Sebuah bangsa bisa maju justru karena mampu memaksimalkan potensi keunggulan budayanya, Jepang bisa maju karena adanya Restorasi Meiji yang merupakan pembangunan revolusi budaya dengan megedepankan budaya Bushidonya,  Francis dalam revolusinya dengan Liberte, Egalite, & Fraternite , Eropa dengan reinnasance – nya yang bangkit dari krisis kegelapan budaya ” Dark Ages ” , sehingga mereka merasa lahirnya kembali nilai nilai :  Ethika, Estethika  & Rasionalitas , yang selama ini tenggelam di balik cengkraman nilai nilai yang mengatas namakan religiusme keuskupan,  ditandai dengan munculnya revolusi industri, sehingga mereka  bisa menjadi bangsa yang unggul.

            Kebangkitan dan keunggulan mereka bukan diawali dengan Revolusi Ekonomi atau Revolusi Politik tapi dengan Revolusi Budaya.Belajar dari sejarah bangsa bangsa yang lain, siapapun yang mempunyai wawasan & ketahanan budaya yang tangguh akan menjadikan bangsa yang unggul, yang mampu bersaing dengan negara manapun dalam segala aspek kehidupan. Sehingga wawasan dan ketahanan budaya ini mempunyai peran yang sangat vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena akan berkaitan erat dengan sikap prilaku etika , semangat motivasi, disiplin dan ethos kerja,  bahkan di salah satu propinsi di negara kitapun, bali bisa exis & populer diseantero jagat, bukan dari sisi ekonomi, teknologi maupun politiknya., tapi dari sisi adat tradisi seni dan budayanya.

Maka dari itu, budaya kita harus jadi tuan di Bumi Nusantara tercinta ini , kita harus lebih bangga dengan nilai budaya kita sekecil apapun juga, Jangan malah kita lebih bangga dengan budaya budaya asing yang berasal dari manapun juga, kita harus kembali kepada jati diri bangsa sebagai bangsa Indonesia yamg berbudaya asli & khas,  yang sarwa Nusantara. Jika kita bangga dengan budaya kita sendiri, jika kita punya wawasan dan ketahanan budaya yang kuat ,kita akan jadi bangsa yang unggul yang mampu bersaing dengan siapapun juga diera global yang multy dinamis ini. Amin YRA.

Salam Budaya Nusantara !!!

(Irjen Pol (Purn) DR DRS H Anton Charliyan MPKN . Penggiat Sosial & Budaya.Mantan Kapolda Jabar. Kapolda Sulsel.Kadiv Humas Polri.  Wakalemdiklat Polri dan Karobindiklat Polri.)

Comment

News Feed