by

“Experiential Learning” dalam Pembelajaran IPA di Kelas VI SDN 1 Parakannyasag

Oleh : Shanti Dewi Sawitri, S.Pd. (Guru Kelas VI SDN 1 Parakannyasag Kota Tasikmalaya)

ILMU pengetahuan alam atau lebih akrab disingkat dengan sebutan IPA merupakan muatan pelajaran wajib di kelas VI SDN 1 Parakanyasag. IPA sebagai mata pelajaran memiliki karakteristik yang berbeda dengan mata pelajaran lain. Menurut Abdullah (1998:18) “IPA adalah pengetahuan khusus, didalamnya siswa melakukan obeservasi, ekperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori dan demikian seterusnya kait mengait antara cara yang satu dengan cara yang lain”. Berdasarkan pengalaman saya sebagai guru kelas VI SDN 1 Parakannyasag, bisa dikatakan bahwa IPA itu muatan pelajaran yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga dalam muatan pelajaran IPA tidak hanya penguasaan kumpulan pengetahuan secara sistematis, tidak hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep atau prinsip saja, akan tetapi lebih menekankan pada proses penemuan.

Proses penemuan dalam pembelajaran IPA di kelas VI SDN 1 Parakanyasag tentu saja melibatkan proses berpikir peserta didik secara holistik, artinya dalam pembelajaran senantiasa melibatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor peserta didik secara menyeluruh. Pembelajaran itu sendiri jika mengutip pendapat Hisyam Zaini (2004 : 4) dapat diartikan bahwa “ Pembelajaran itu dipandang sebagai suatu proses, maka didalamnya terdapat rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar”. Jika saya refleksi pembelajaran IPA di kelas VI SDN 1 Parakanyasag, proses penyampaian materi dalam hal ini muatan pelajaran IPA memang merupakan proses panjang dan berkesinambungan mulai dari perencanaan program, perencanaan pembelajaran yang didalamnya lebih ditekankan pada proses berpikir peserta didik secara nyata tentunya dengan menggunakan media yang konkret, evaluasi pembelajaran berbasis pengalaman belajar yang sudah dilaksanakan dan tahap pengambilan kesimpulan serta tindak lanjut. Rangkaian pembelajaran tersebut lebih menekankan pada pengalaman peserta didik dalam memahami fenomena-fenomena alam yang berhubungan dengan materi IPA di kelas VI SDN 1 Parakanyasag.

Langkah kongkret yang saya lakukan dalam mengelola pembelajaran IPA di kelas VI SDN 1 Parakanyasag berbasis experiential learning atau belajar berbasis pengalaman adalah sebagai berikut :

Pertama, memilih kompetensi dasar muatan pelajaran IPA kelas VI yang sederhana akan tetapi memungkinkan dilakukan dan dipraktekan secara nyata dalam pembelajaran tatap muka terbatas, dalam hal ini saya memilih kompetensi dasar perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan yakni, mencangkok. Kedua, saya memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengumpulkan informasi valid terkait dengan kegiatan mencangkok dan hubungannya dengan perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan. Ketiga, memfasilitasi peserta didik untuk berdiskusi terkait informasi yang diperoleh sehingga menambah wawasan peserta didik dan  informasi yang diperoleh pun mendekati valid karena hasil koreksi selama diskusi. Keempat, melibatkan proses berfikir peserta didik secara holistik, artinya kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor digunakan oleh peserta didik. Pada tahap ini mereka secara berkelompok harus mengaktualisasikan teori yang sudah diperoleh ke dalam sebuah perbuatan mencangkok. Kelima, peserta didik mempresentasikan hasil pekerjaan mencangkoknya pada diskusi kelas. Keenam, peserta didik mengerjakan evaluasi pembelajaran. Ketujuh, saya mengkonfirmasi seluruh rangkaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik benar-benar sesuai dan tepat termasuk dalam hal evaluasi, dan memberikan masukan serta meluruskan jika masih ada pemahaman yang keliru. Terakhir, memfasilitasi peserta didik untuk menyimpulkan pembelajaran dan mereview pengalaman belajar yang sudah dilakukan oleh peserta didik, hal ini dimaksudkan agar terus materi dan komppetensi terus diingat serta tidak mudah dilupakan oleh peserta didik.

Saya merefleksi Experiential Learning dalam pembelajaran IPA di kelas VI SDN 1 Parakannyasag, selain meningkatkan antusias peserta didik dalam belajar, pengalaman peserta didik menjadi kunci utama berhasilnya peembelajaran, pengetahuan dan pemahaman peserta didik diperoleh dari pengalaman selama pembelajaran berlangsung. Hal ini menyebabkan kognitif, afektif dan psikomotor terlibat dalam pembelajaran serta senantiasa diingat oleh peserta didik.(***

Comment

News Feed