by

Program Rutilahu di Desa Bojongkondang Diduga Carut Marut

Pangandaran ,LINTAS PENA. Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) Desa Bojongkondang Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran jadi sorotan masyarakat setempat, pasalnya ada dugaan program Rutilahu yang di jadikan lahan usaha untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Seperti di sampaikan salah satu warga Desa Bojongkondang bernama Yogi yang lebih di kenal Empes saat ditemui LHI di rumahnya, Senin (22/11/2021).

Empes mengatakan, matrialpun pengirimannya tidak sesuai dengan harapan penerima manfaat, seperti contoh pasir, seharusnya penerima manfaat menerima pengiriman pasir 5 kubik, ternyanyata yang ada hanya 4 kubik, belum lagi hebel, kata dia.

Masih kata Empes, dirinya telah melakukan investigasi ke beberapa penerima manfaat, karena saya merasa peduli terhada pembangunan di desa sendiri, sehingga saya melakukan klarifikasi kepada LPM Desa Bojongkondang selaku pengelola, namun ternyata tidak ada tindak lanjutnya.

Empes juga berharap program rutilahu di Desa Bojongkondang yang diduga carut marut tersebut patut untuk di pantau secara ekstra oleh pihak Dinas terkait dan APH.

Hal serupa juga di sampaikan salasatu warga selaku penerima manfaat atas nama Rukman warga Dusun Bojongkondang, RT 03, RW 01, Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Rukman mengatakan, bahwwa program Rutilahu di Desa Bojongkondang di akalin oleh oknum pengurus.

Seperti pengiriman pasir yang mestinya 5 kubik datangnya paling maksimal 4 kubik, sehingga saya harus beli untuk menutupi kekurangan, kata Rukman.

Rukman juga mengatakan dirinya sudah komplain ke pihak LPM maupun ke toko material yang di tugas menyuplai bahan mateial, namun tidak ada tanggapan, hingga bangunan rumah selesai tidak satu orang pun yang datang memberikan penjelasan, paparnya.

Masih kata Rukman, akibat dari semua itu saya sempat emosi, sehingga nota barang saya kembalika sambil dilempar ke pihak yang sudah membuat nota, jelas Rukman,

Diakhir Rukman menyampaikan parahnya lagi anggaran untuk HOK pun hingga saat ini belum diterima, padahal bangunan sudah selesai, pungkasnya.

Saat di temui LHI di ruang kerjanya, Suryaman selaku Kades Bojongkondang mengaku belum mendengar gejolak apapun soal program rutilahu di Desa Bojongkondang.

Suryaman menyampaikan, program rutilahu di kelola oleh LPM, saya selaku kepala desa hanya mengawasi saja, dan hingga saat ini kami belum mendapat laporan apapun, baik dari penerima manfaat maupun dari para pengurus Rutilahu.

Masih kata Suryaman, kami baru mendengar sekarang permasalahan ini, insyaaloh kami akan melakukan klarifikasi ke pihak LPM maupun ke toko material yang di tunjuk.

Saat awak media mau klarifikasi ke pihak LPM, mengalami kesulitan untuk bertemu, padahal awalnya sudah janjian di salah satu tempat, namun entah kenapa salah satu LPM tidak datang menemui, diduga menghindar dari awak media. (MAMAT.S)*

Comment

News Feed