oleh

Abah Anton Charliyan Usulkan Pak Ubad ,Penggayuh Becak Tertua di Kota Tasikmalaya Agar Menerima Bantuan Becak Listrik

TASIKMALAYA—-Pada hari Selasa  8 September 2026, sebanyak 220 becak listrik diberikan kepada para pengayuh becak lanjut usia melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Balekota Tasikmalaya. Namun ternyata, pembagian bantuan becak listrik tersebut tidak merata dan harus diberikan kepada mereka yang benar benar layak menerima.

Buktinya, ketika Abah Anton panggilan akrab mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan menikmati pagi ceria pada Kamis 18 September 2026, beliau bertemu Pak Ubad (82) salah seorang pengayuh becak tertua di Kota Tasikmalaya yang tidak menerima bantuan becak listrik dari  YGSN  dan Presiden Prabowo Subianto.

“Kebetulan pagi ini, saya bertemu Pak Ubad berusia 82 tahun, masih menggayuh becak konvensional karena tidak menerima bantuan becak listrik. Pahadal usianya sudah sangat tua.”ungkap Abah Anton yang juga Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar.

Pak Ubad pun bercerita banyak kepada Abah Anton, kalau dia mulai ngabecak (menggayuh becak) sejak  tahun 1970-an, artinya sudah 56 tahun sebagai penggayuh becak.”Kalau dulu, penumpangnya masih rame dan penggayuh becaknya tidak banyak.Kalau sekarang, penumpangnya sangat sepi, karena  sekarang masyarakatnya banyak menggunakan sepeda motor.”keluhnya

Setiap harinya, Pak Ubad hanya kebagian menarik penumpang 1-2 orang saja, dan bayarnya hanya Rp.10.000 – Rp. 20.000. Itupun tidak setiap hari dapat penumpang. Padahal, tiap harinya dia harus bayar uang sewa becak kepada pemiliknya.

Ketika ada kabar bahwa pemerintah melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) dan Presiden Prabowo Subianto akan memberi bantuan motor  listrik secara gratis, hati Pak Ubad tampak sumringah dan berbunga bunga serta berharap sekali dapat menerimanya. Namun ketika tiba pembagian, Pak Ubad hanya mengelus dada, karena dia tidak termasuk penerima bantuan motor  listrik yang diharapkannya.”Mungkin tidak ada rejekinya buat saya,”kata dia.

Dengan mendengar cerita Pak Ubad tersebut, Abah Anton Charliyan pun mengusulkan kepada pihak pemerintah melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) dan Presiden Prabowo Subianto agar memberi bantuan motor  listrik kepada Pak Ubad dan penggayuh becak lainnya yang sudah tua tua dan layak menerima.”Semoga mendapat perhatian serius,”pangkas mantan Kadiv Humas Polri ini.(REDI MULYADI) ****