oleh

“Akibat Pertumbuhan Penduduk Yang Tinggi, Kemiskinan Meningkat dan Berpengaruh Terhadap Pembangunan Ekonomi”

Oleh : Safira Putri Nadia (Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, Program Studi Ekonomi Pembangunan)

Permasalahan kependudukan khususnya pertambahan jumlah penduduk telah menjadi prioritas kebijakan dalam pembangunan ekonomi, khususnya pembangunan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan penduduk merupakan masalah pembangunan yang serius dan sulit diatasi. Para ahli menyarankan bahwa masalah pertumbuhan penduduk di negara berkembang harus segera diatasi untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Dengan kata lain, memperlambat laju pertumbuhan penduduk. Laju pertumbuhan penduduk  di negara berkembang sangat tinggi  dan banyak. Sebuah populasi besar dapat mengakibatkan: tingkat pengangguran yang tinggi dan jumlah pekerja semakin banyak. Migrasi penduduk dari desa ke kota dapat mengakibatkan pengangguran di kota-kota besar meningkat, tingkat kemiskinan meningkat. Namun, upaya untuk menahan pertumbuhan penduduk menghadapi banyak kendala, seperti kendala ekonomi, sosial budaya, agama, dan politik. Masalah-masalah ini menghambat upaya untuk menekan pertumbuhan penduduk dalam jangka pendek.

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pemikiran bahwa penduduk merupakan faktor strategis yang penting dalam  pembangunan suatu negara: Pertama, kependudukan dalam hal ini menjadi pusat dari segala kebijakan dan program pembangunan yang dilaksanakan. Penduduk adalah subjek sekaligus objek pembangunan. Penduduk harus dibina dan dikembangkan agar dapat menjadi motor penggerak pembangunan sebagai agen utama pembangunan. Kedua, dinamika pembangunan yang dilakukan oleh negara sangat dipengaruhi oleh kondisi dan keadaan penduduk yang ada. Jumlah penduduk yang besar akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, asalkan diikuti dengan kualitas penduduk yang memadai. Sebaliknya, ketika jumlah penduduk besar, kualitas rendah, penduduk dibebani dengan  pembangunan. Ketiga, dampak perubahan dinamika kependudukan baru akan terasa dalam jangka yang panjang. Karena dampaknya baru terasa dalam jangka waktu yang panjang, sering kali peranan penting penduduk dalam pembangunan terabaikan.

Hubungan antara populasi jika dilihat dari aspek kuantitas dan kualitas dapat bersifat negatif maupun positif. Banyak negara berkembang termasuk Indonesia mempunyai SDM yang melimpah tapi tanpa diimbangi dengan SDM yang baik, tetap tertinggal dari negara negara yang sudah berkembang. Dalam upaya pembangunan SDM, selain program pendidikan dan kesehatan, program KB memegang peranan penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Selain bekerja di tingkat makro  untuk mengontrol kelahiran, di tingkat mikro mereka bertujuan untuk membantu keluarga dan individu menciptakan keluarga yang berkualitas menuju tujuan yang diharapkan. Peningkatan kondisi ketahanan nasional dalam delapan aspek yang berkaitan dengan program KB tidak lepas dari kebijakan pembangunan kependudukan secara umum. Salah satu orientasi kebijakan pembangunan nasional menekankan pentingnya “peningkatan kualitas penduduk melalui pengendalian kelahiran” dan “Program Keluarga Berencana”, salah satu dari lima program utama kependudukan dan keluarga berencana.(***