oleh

Analisis Kemiskinan Absolut Global

Oleh: Erwin Dwi Nurdiana (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, erwindwinurdiana@gmail.com)

Kemiskinan dapat didefinisikan menurut dua pendekatan ; kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan Absolut diukur dengan suatu standar tertentu. Kemiskinan relatif bersifat kondisional, biasanya membandingkan pendapatan sekelompok orang dengan pendapatan kelompok yang lain dalam masyarakat.

Kemiskinan absolut adalah kondisi seseorang (atau keluarga) yang pendapatanya kurang dari pendapatan yang bisa mencukupi berbagai kebutuhan dasar berupa makanan, pakaian, dan perumahan (di beberapa negara ditambah dengan kebutuhan dasar khas setempat).

Ekonom – ekonom Bank Dunia Martin Ravallion, Gaurav Datt, dan Dominick van de Walle memperlihatkan bahwa garis kemiskinan nasional ikut meningkat dengan meningkatnya rata – rata konsumsi sebuah negara. Melihat fakta bahwa persepsi kemiskinan bisa berubah sepanjang waktu dan bervariasi antar tempat, Ravallion, Datt, dan de Walle menyusun garis kemiskinan ekstrim (garis kemiskinan bawah) dan garis kemiskinan atas, yang akan bisa digunakan untuk membandingkan tingkat kemiskinan absolut antara negara.

Garis kemiskinan ekstrim, disebut dengan garis kemiskinan minimum absolut , didasarkan standart di india , sebuah negara dengan jumlah penduduk sangat besar (955 juta jiwa dan tingkat kemiskinan 40 persen , pada tahun 1996 ). Para ekonom ini mendefinisikan garis kemiskinan sebagai pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dasar, yaitu suply harian atas 2.250 kalori per kepala , setara dengan $275 per kapita pada tahun 1985.

Garis kemiskinan atas bank dunia adalah $370 perkapita pada tahun 1985 . untuk bisa lepas dari garis kemiskinan atas ini , seseorang harus bisa memenuhi kebutuhan – kebutuhan dasar yang telah disebutkan di atas , ditambah beberapa kebutuhan tambahan yang berbeda antar negara , biasanya bersifat kebutuhan sosial . dengan demikian garis kemiskinan atas ini lebih subjektif .

Tingkat Kemiskinan suatu negara ditentukan dengan menghitung persentase populasi berpendapatan kurang dari $370, dan kemiskinan ekstrim dengan menghitung persentase populasi berpendapat kurang dari $275. Atau dapat di perhitungkan dengan 31 persen (atau 1,073 milyar ) penduduk – penduduk di negara berkembang, dan 22 persen dari total penduduk dunia, adalah kemiskinan pada tahun 1985. 31 persen ( atau 1,116 milyar ) penduduk di negara – negara berkembang, dan 22 persen penduduk dunia adalah miskin pada tahun 1990, 30 persen (atau 1,438) penduduk negara – negara berkembang, dan 25 persen di dunia, adalah miskin pada tahun 1996, 24 persen (atau 1,210 milyar) penduduk negara – negara berkembang, atau 20 persen dari penduduk dunia diproyeksi miskin pada tahun 2000.

Dan pada tahun 1985, 18 persen (atau 633 juta jiwa) penduduk di negara (atau 13 persen dari dunia) berada dalam kemiskinan ekstrim.

Adapun hal – hal yang menyertai kemiskinan absolut adalah banyak penduduk sebesar 1,4 miliar yang hidup dalam kemiskinan absolut menderita sekitar 60 sampai 80 persen pendapatanya dibelanjakan untuk makanan , sekitar 60 persen mengalami kekurangan makanan bahkan ratusan juta orang mengalami kelaparan , Satu dari 10 anak yang lahir meninggal pada 10 tahun pertama.

Dimulai pada tahun 1975 , WHO dan UNICEF memperluas imunisasi terhadap penyakit – penyakit utama di negara – negara berkembang , Dua pertiga kaum miskin mengalami kekurangan air bersih dan kekurangan sistem yang cukup untuk kegiatan buang air , rata – rata harapan hidup 45 Tahun ( di negara maju 77 Tahun ) , hanya sekitar 33 sampai 40 persen penduduk dewasa yang melek huruf dan hanya sekitar 4 dari 10 anak yang menyelesaikan 4 tahun sekolah dasar.

Kemiskinan di dunia atau khusunya negara – negara berkembang dapat di kelompokan dengan melihat lokasi atau kantong – kantong kemiskinan yaitu hampir dua-perlima dari kaum miskin absolut dunia tinggal di Asia Selatan, terutama di India dan Bangladesh, Empat perlima penduduk miskin tinggal di pedesaan, sisanya di daerah kumuh di perkotaan dan kebanyakan kaum miskin adalah buta huruf .

Komentar