oleh

Awang Tarmiji ”Panglima Kijang” Kalimantan Timur  Klarifikasi Soal Dugaan Menghina  Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura: “TIDAK BENAR MENGHINA SULTAN KUTAI”

Samarinda,LINTAS PENA—Pada hari Minggu 09 Juni 2024,redaksi media ini menerima kiriman video berikut berkas laporannya ke Polri dari seorang pria bernama Awang Tarmiji yang lebih kenal sebagai ”PANGLIMA KIJANG” dari Kalimantan Timur. dimana dia ingin klarifikasi terkait pemberitaan yang viral di media online maupun media sosial, bahwa dirinya diduga telah melecehkan dan atau menghina Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura maupun Kesultanan Kutai Kartanegara sejak bulan April 2024 yang lalu.

VIDEO: https://www.youtube.com/watch?v=bYhL3ZrUt94

            ”Semua tuduhan itu fitnah kepada saya.Tidak benar, kalau saya sudah menghina Kesultanan Kutai Kartanegara atau ayahanda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Nah, disini saya hendak klarifikasi terhadap tuduhan/tudingan kepada saya itu, karena tidak sesuai dengan kenyataan,”jelas Tarmiji, panggilan akrabnya.

            Karena itu, Tarmiji pun telah membuat laporan ke kepolisian Polda Kalimantan Timur Nomor: STPL/73/V/2024/SPKT II 11 Mei 2024 yang melakukan tindak penganiayaan dan atau pengeroyongan (Pasal 351 KHUP dan atau Pasal 170 KUHP) yang dilakukan Karim ormas Remaong Kutai Berjaya, Habib Hasan ormas Remaong Kutai Berjaya dan Encek Indra anggota Polri. ”Pada hari Selasa 4 Juni 2024 pukul 10.00 WITA, saya pun telah memenuhi undangan klarifikasi dari Dirreskrium Polda Kalimantan Timur, menjelaskan kronologis tudingan menghina Sultai Kutai hingga terjadinya penganiayaan/pengeroyokan.”papar Panglima Kijang mempunyai kebiasaan berpenampilan  nyeleneh alias berpakaian nyentrik ini.

            Sebagaimana pemberitaan di media online maupun viral di media social (FB,Instagram,Tiktok dll), dimana ”Seorang pria yang mengaku sebagai Panglima Kijang dengan nama Tarmiji menuai kecaman dari berbagai pihak. Ia diduga telah menghina dan menyebarkan fitnah kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.Insiden ini terkuak dari beredarnya video di media sosial (medsos) pada Sabtu 27 April 2024, yang memperlihatkan Pangeran Kutai melempar botol ke wajah Tarmiji atau Panglima Kijang. Dalam video yang diunggah di akun medsos tersebut, salah satu Pangeran Kutai tampak geram dan menuding Panglima Kijang telah menghina orang tuanya selaku Sultan Kutai.“Kau menghina orang tua saya hah. Kapan orang tua saya minta sogok, siapa  hah,” teriak Pangeran Kutai sembari melempar botol ke arah Tarmiji yang duduk bersimpuh.

            Untuk meluruskan atau klarifikasi terhadap pemberitaan maupun viralnya di media sosial tersebut, maka Awang Tarmiji ”Panglima Kijang” Kalimantan Timur pun mengirimkan video klarifikasi tersebut, agar permasalahannya menjadi clear dan tidak menimbulkan persepsi negatif di Bumi Berneo .(REDI MULYADI)***