oleh

Banjir Diantara Musibah dan Kelalaian Manusia serta Solusinya

Oleh :  Letjen TNI ( Purn) Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr ( Han).

MUSIBAH banjir dan tanah longsor telah terjadi di beberapa tempat di tanah air berdampak terhadap korban jiwa hingga kerugian materi  yang tidak sedikit.Sungguh tragis, apakah musibah ini murni akibat bencana alam atau akibat dari keserakahan manusia terhadap alam ataupun mungkin karena akibat dari ketidak mampuan manusia itu sendiri mencegah dalam sistem pengendaliannya.

Bencana alam memang sulit dihindari bila terjadi, namun manusia yang diberikan kelebihan akal dan pikiran dapat melakukan  langkah upaya pengendalian agar meminimal dampak kerugian akibat dari bencana yang ditimbulkannya.Banyak faktor penyebab timbulnya kerugian tersebut namun  hal itu bisa ditanggulangi lebih dini melalui upaya2 pencegahan secara menyeluruh, masif dan berkelanjutan.

Penyebab utama Banjir :

1.Telah terjadi  curah hujan yang sangat tinggi akibat peristiwa anomali iklim berupa pergeseran musim yang tidak teratur, hujan yang terlalu lebat, atau kekeringan berkepanjangan. Fenomena ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti El Niño dan La Niña (ENSO) serta Indian Ocean Dipole (IOD) yang memengaruhi pola suhu permukaan laut dan tekanan udara.  Terjadi hampir merata di seluruh wilayah tanah air dari hulu hingga hilir,,  ironisnya kemampuan daya serap air di seluruh wilayah itu sangat rendah sehingga air melimpah memenuhi seluruh permukaan bumi tidak mampu tertampung dan terserap menyebabkan banjir.

2.Daerah tangkapan air berupa hutan kini telah hampir habis akibat penebangan sehingga saat hujan turun air meluncur mengalir deras memenuhi saluran-saluran  air dan sungai secara serentak tanpa sempat terserap  kedalam bumi untuk menjalankan proses panjang siklus air.

3.Sistem peresapan dengan terasering / sengkedan di wilayah pegunungan tidak berlangsung baik, akibat dari penggundulan hutan dan kegiatan pertambangan yang ada di wilayah hulu serta adanya gagal paham dan persepsi  dalam proses pembuatan parit sebagai fungsi saluran peresapan air yang kini telah berubah fungsi 100% menjadi tempat penyaluran air dari sistem irigasi yg diterapkan berupa gorong2 kedap air tanpa adanya peresapan.

4.Daya serap air dari hulu hingga hilir dan perkotaan tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak ada cukup waktu bagi air untuk terserap masuk kedalam bumi pada saat  intensitas curah hujan sangat tinggi sehingga menyebabkan terjadi luapan air diatas permukaan tanah.Luapan air cepat terkumpul dan mengalir memenuhi saluran saluran  parit dan sungai-sungai menuju dataran yang lebih rendah menyebabkan banjir hingga air bah yang tidak terkendali dapat terjadi seketika.

5.Telah terjadi penggundulan hutan yang tidak terkendali dengan pola tanam yang salah pada wilayah tertentu yang seharusnya berfungsi sebagai wilayah tangkapan air.Pada lereng pegunungan yang memiliki tingkat kemiringan tinggi hal ini dapat menyebabkan tanah menjadi labil dan terjadi pergeseran tanah menimbulkan tanah longsor. Hutan yang gundul dengan pohon pohon yang memiliki perakaran dangkal tidak akan mampu mengikat tanah dan menyalurkan air masuk meresap kedalam bumi dapat menimbulkan tingkat kelabilan tinggi pada tanah.Perlu adanya penanaman jenis pohon dengan perakaran kuat dan dalam agar mampu mengikat dan menunjang tanah di wilayah ini.

Aliran air permukaan menimbulkan  erosi pada topsoil tanah menjadikan lahan tandus dan gersang, rawan terhadap tanah longsor dan banjir.

6.Pada musim kemarau terjadi kelangkaan air bersih, sumber2 mata air meredup mati dan menghilang, aliran sungai mengering dan air sumur semakin dalam mengering akibat menurunnya permukaan air tanah di bumi karena tidak terjadi pasokan suplay air tanah masuk ke bumi pada saat hujan turun.

Kini saatnya kita peduli mencermati akar masalah banjir yang terjadi, jangan hanya bisa teriak untuk saling menyalahkan akibat bencana alam tanpa pengendalian, tanpa solusi pencegahan lebih dini dan menyeluruh mulai dari wilayah hulu hingga hilir, mulai dari wilayah pemukiman hingga perkotaan agar bencana serupa tidak terjadi lagi dimasa depan.

Langkah solusi cepat yang dapat dilakukan :

  • 1.Penerapan serius penghijauan kembali hutan hutan yang gundul dan melakukan penertiban penggalian pertambangan yang berada di wilayah hulu perlu dilakukan agar fungsi peresapan air di wilayah hulu tersebut dapat berfungsi kembali serta menetapkan status wilayah sebagai wilayah tangkapan air.Selanjutnya melakukan penghijauan dibarengi dengan pembuatan lobang lobang dan sumur sumur peresapan sebagai pengganti sementara fungsi peresapan air sambil menunggu proses tumbuh pohon 5 sampai 10 tahun kedepan yang berfungsi sebagai sarana penangkap air melalui daun dan sistem perakarannya yang kuat agar air masuk kedalam bumi menjalani proses siklus panjang air.
  • 2.Lakukan penerapan sistem terasering atau sengkedan pada  wilayah pegunungan yang memiliki kontur dengan tingkat kemiringan tinggi guna mencegah longsor serta memperbanyak fungsi peresapan air melalui penerapan pembuatan lobang lobang dan sumur-sumur peresapan air pada lahan terasering/sengkedan guna menahan luncuran air dan memberikan ruang waktu bagi air untuk meresap masuk kedalam bumi dalam proses siklus panjang air.
  • 3.Menggembalikan fungsi parit sebagai fungsi penyaluran air juga berfungsi sebagai saluran peresapan air dengan cara menambahkan lobang-lobang peresapan di sepanjang dasar salurannya serta pembuatan sumur-sumur  atau kantong2 peresapan di beberapa titik tertentu untuk meningkatkan kemampuan proses peresapan air agar berfungsi baik dan menyalurkan sisa air buangan berlebih yang belum mampu terserap terbuang masuk kedalam sungai-sungai.
  • 4.Memperdalam alur sungai dan memperluas daya tampung seluruh aliran aliran sungai melalui pendalaman serta membebaskan  kembali area penampang kanan kiri sungai seluas 25 hingga 50 m untuk dibebaskan sebagai fungsi penahan tanggul sungai dari hunian maupun pemukiman masyarakat.
  • 5.Menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk wajib membuat lobang-lobang  peresapan dan sumur-sumur peresapan di area halaman rumah , pemukiman perumahan, perkotaan, industri dan perkantoran sehingga air hujan yang tertangkap atap rumah bisa langsung terserap masuk kembali ke dalam bumi melalui kantong-kantong peresapan air yang dibuat dalam proses panjang siklus air.
  • 6.Melakukan penghijauan kembali hutan bakau di sepanjang daerah pesisir pantai guna memfungsikan kembali proses penyerapan dan penyekatan abrasi air laut agar dapat terkendali masuk terlalu jauh kedalam daratan.

Apabila semua hal tersebut diatas dapat dilakukan melalui program gerakan  nasional secara serentak, masif dan berkelanjutan, maka dapat diyakini pencegahan banjir akan dapat dicapai di seluruh negeri ini.

Indikator keberhasilan ;

  1. Tingkat penyerapan air  menjadi sangat tinggi terjadi di seluruh wilayah sehingga air akan maksimal mampu terserap masuk kedalam bumi melalui proses siklus panjang air dapat berlangsung secara alami dan buatan.
  2. Banjir dapat dicegah dan terkendali walau dalam kondisi intensitas hujan sangat tinggi sekalipun tidak akan terjadi luapan air karena telah terjadi proses peresapan air dari seluruh tempat dan wilayah.Titik-titik peresapan air yang tersebar di seluruh wilayah maupun saluran parit pasit  telah mampu meresapkan air sebanyak 80 % air masuk kedalam bumi menjalankan proses siklus panjang air dan kini hanyalah sisa air limpahan sebanyak 20 % air yang tersalur dan terbuang masuk kedalam aliran Sungai sungai menyebabkan debit air sungai berjalan dalam batas normal.
  3. 3.Air sungai terlihat mengalir jernih dan bersih atau sedikit keruh kekuningan bila intensitas curah hujan tinggi, tidak terjadi luapan dan peningkatan  debit air sungai yang ekstrim apalagi berubah warna hingga coklat tua membawa lumpur akibat erosi yang terlalu parah.
  4. 4.Bermunculan ratusan sumber sumber  mata air baru di beberapa tempat akibat tekanan dari peningkatan permukaan air yang berada dalam tanah yang kelak muncul melalui retakan2 bumi ke permukaan dalam bentuk sumber mata air yang bersih dan jernih mengisi aliran-aliran sungai.
  5. Ekosistem hidup kembali mewarnai lingkungan yang asri dan hijau, kehidupan biota air kembali berkembang di parit2 saluran dan sungai2 memberikan manfaat kehidupan alami bagi manusia.

Semoga bermanfaat, BHK86.

Jakarta 30 Nov 2025.

Komentar