
Oleh: Abah Yusuf Bachtiar Kabuyutan (Tokoh Budaya Jawa Barat & Sesepuh Kabuyutan Geger Kalong)
SOSOK Sultan Zainal Abidin Raja Kerajaan Champa yang berkuasa dari tahun 1360-1390 Masehi dan sosok Sayyid Hussain Jumadil Kubro, pemimpin kelompok rahasia Muhammaden dari Kerajaan Samarkand, jadi legenda sejarah di wilayah Sundanesia, Jawanesia dan Balinesia. Kisah legenda Prabu Kratina dan legenda Cawan Emas Lebak Cawene, mulai tersingkap.
Kerajaan Samarkand, adalah nama baru dari Kerajaan Khwaresmian. Pada tahun 1217 Masehi, Shah Muhammad Aladin II, membunuh 10 ribu orang ulama Islam anggota kelompok rahasia Muhammaden asal Iran, Uzbekkistan, Afghanistan, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan, Checnya, Ingushetia, Geoegia, Armenia, Rusia, Bosnia, Herzegovina, Kosovo, Montenegro dan Skandinavia. Semua ulama yang digantung dan dibakar, cincin merah delima yang jadi ciri khas kelompok Muhammaden, dirampas dan dikoleksi oleh keluarga Raja yang bukan keturunan genetik dari Nabi Muhammad SAW lewat sosok Imam Ali Bin Abu Thalib. Kisah tragis pembantaian genosida lanjutan dari tragedi Karbala di Irak tahun 680 Masehi, jadi perhatian Kaisar Mongol Jenghis Khan.
Kaisar Jenghis Khan, penganut spiritual Tengrisme yang memuja kekuatan mistis batu merah delima yang diberkati sosok suci Dashmad ( nama Keturunan Nabi Muhammad, dalam bahasa Mongol), langsung menyurati Raja Shah Muhammad Aladin II untuk tetap melindungi kelompok rahasia Muhammaden. Hasilnya, selama 3 tahun berturut-turut semua utusan Jenghis Khan dibunuh. Akhirnya 700 ribu pasukan gabungan tentara Mongol dan pasukan militer kelompok Hizbullah Muhammaden, menyerbu semua wilayah Kerajaan Khwaresmian.
Pada tahun 1221 Masehi, seluruh wilayah kerajaan Khwaresmian dikuasai oleh pasukan gabungan Jenghis Khan dan kelompok rahasia Mohammaden. Wilayah Merv, Nishapur, Herat, Bukhara dan Urgench disatukan jadi kerajaan baru Samarkand. Sejak peristiwa perang inilah, semua keturunan genetik Jenghis Khan, memakai batu merah delima makmur yg dihadiahkan oleh ulama ulama kelompok Muhammaden. Dikota kerajaan baru Samarkindi Uzbekistan, lahirlah sosok Sayyid Hussein Jumadil Kubro, yang memimpin kelompok rahasia Hizbullah Muhammaden menolong kesultanan Champa hingga kesultanan Cirebon dari tahun 1360- 1482 Masehi.
Kedatangan rombongan kelompok Muhammaden di Kerajaan Champa, meluaskan pengaruh politik ekonomi dan spiritual ke wilayah Sundanesia. Putra Sayyid Hussein Jumadil Kubro, bernama Ibrahim Zainudin Al Akbar Samarkindi, menikah dengan Chandra Wulan anaknya Sultan Champa, Zainal Abidin. Mereka melahirkan sosok ulama Jawanesia, yakni Sunan Ampel atau Sayyiid Ali Rahmatullah. Ketika Sultan Maulana Syarif Mahmud Umdatudin, jadi Raja Champa dari tahin 1471- ,1478 Masehi, beristrikan Nyi Mas Rara Santang, putrinya Maha Prabu Siliwangi, Raja Galuh, Pakuan, Pajajaran
Masa kemakmuran dan keemasan Kekaisaran Galuh, Pakuan dan Pajajaran mulai meredup setelah tahun 1521 Masehi. Lima raja penerus Maha Prabu Siliwangi, menghadapi situasi kehancuran ekonomi, akibat 90 % kerajaan-kerajaan otonomi memisahkan diri dan memilih keluar dari sistem kekaisaran Pajajaran. Sejak kepemimpinan empat tahun Prabu Surawisesa dari tahun 1531- 1535 Masehi, delapan tahun Ratu Dewata dari tahun 1535 – 1543 Masehi, delapan tahun Ratu Sakti dari tahun 1543- 1551 Masehi, semua pemimpinnya tamak dan serakah…Cutatan lepas pikeun nambihan pangaweruh…cag!@Abah Yusuf//Doct-Kabuyutan








Komentar