oleh

Benarkah Burung Perkutut sebagai Simbol Kesempurnaan Seorang Laki

Oleh : KRH Aryo Gus Ripno Waluyo, SE, SP.d, S.H, C.NSP, C.CL, C.MP (Tokoh Spiritualis, Budayawan, Penulis, Advokat, PERADI Perjuangan Jawa Timur)

DALAM tradisi masyarakat Jawa, burung perkutut jadi salah satu simbol kesempurnaan seorang laki-laki yang sudah mapan. Perkutut juga disimbolkan sebagai pencipta ketentraman batin bagi pemiliknya.

Beberapa mitos burung perkutut di kalangan masyarakat Jawa. Dalam tradisi masyarakat Jawa, burung perkutut jadi salah satu simbol kesempurnaan seorang laki-laki yang sudah mapan. Perkutut juga disimbolkan sebagai pencipta ketentraman batin bagi pemiliknya.

Sejarah burung perkutut konon katanya merupakan burung jelmaan seorang pangeran, sehingga pada zaman Kerajaan Majapahit dikenal adanya legenda Joko Mangu. Sejak saat itu munculah paham Jawa bahwa perkutut merupakan burung yang sakral.

Orang Jawa selalu memelihara burung perkutut, sebab  melalui filosofi ini, masyarakat Jawa percaya bahwa burung perkutut dapat menghidupkan rezeki seseorang, menciptakan keharmonisan, dan ketentraman.

Di kebudayaan Jawa, burung perkutut mempunyai derajat yang lebih tinggi dibandingkan jenis hewan lainnya. Tidak cuma itu, beberapa perkutut dianggap sebagai hewan pembawa keberuntungan dan kekayaan.

Salah satu mitos memelihara burung perkutut adalah menjadi kaya raya bagi pengusaha yang memiliharanya. Ada 7 jenis burung perkutut yang cocok dipelihara bagi seorang pengusaha atau seseorang yang baru memulai usahanya serta seorang pedagang.

Memelihara burung perkutut dipercaya dapat mendatangkan kebaikan, seperti rezeki, jodoh dan sebagainya. Salah satu Burung Perkutut yang dipercaya mampu memberikan manfaat yang tak terduga adalah burung perkutut putih.

Jumlah bulu ekor pada burung perkutut yang berjumlah 13 ternyata memiliki makna serta tuah yang diyakini mampu membuat rumah tangga lebih harmonis. Tak jarang, burung perkutut dengan jumlah bulu ekor 13 banyak dicari orang, karena dipercaya dapat perbaiki hubungan suami istri.

Katuranggan adalah ciri fisik tertentu pada burung perkutut yang berbeda dengan burung perkutut pada umumnya. Ciri fisik tersebut bisa berupa warna bulu pada mata, jumlah bulu ekor, sisik kaki atau yang lainnya.

Burung perkutut yang dikenal ada dua jenis yaitu lokal dan Bangkok. Namun yang dipercaya memiliki katuranggan hanya perkutut lokal. Memandikan perkutut adalah salah satu proses wajib yang dilakukan para kung mania untuk peliharaannya. Kegiatan ini selain membuat badan burung segar, juga dapat menghilangkan kotoran ditubuhnya.(****

Komentar