oleh

Bung Arteria Sudah Minta Maaf, Kita Jangan Terus Memperpanjang Masalah Ini

Oleh : Abah Dr H Anton Charliyan MPKN (Tokoh Masyarakat Sunda dan mantan Kapolda Jabar)

BUNG Artheria Dahlan kita lihat sudah minta maaf dihadapan publik dengan segala penyesalanya.Dengan sudah minta maafnya Bung Arteria tsb, saya rasa kita sebagai orang Sunda harus menunjukan jiwa besarnya , mari kita maafkan Bersama-sama, dan masalah ini agar jadi pelajaran kedepan kita, bersama sebagai sesama anak bangsa Indonesia, untuk sama sama lebih saling menghargai dan menghormati  satu sama lain dalam segala aspek kehidupan, baik bahasa, budaya , adat tradisi dll

Kalau kita terus memperpanjang masalah ini, saya rasa tidak elok juga, seakan-akan kita sebagai masyarakat Sunda malah bida dianggap sebagai suku pendendam. Julukan sebagai suku yang pemaaf saya kira lebih elok dan.lebih terhormat dari pada sebagai suku pendendam dengan alasan apapun juga.

Dalam hal ini tidak berarti saya sebagai orang Sunda kok tiba tiba, seolah-olah jadi membela Bung Arheria ? Bukan itu makksudnya….!!! Saya ini orang Sunda pituin, Getih aing Getih Sunda asli ti Galunggung…..Saya juga tidak kenal dengan ybs. Sebagai buktinya, sebelum semua jadi heboh & ramai,  justru sayalah yang pertama  kali protes keras di media kepada Bung Artheria, menyambung pernyataan Pak Tb Hasanudin,  dan dirilis hampir di seluruh media. Masalahnya disini saya melihat justru berita- berita saat ini yang muncul kok semakin tendensius, seakan-akan ada yang sengaja ingin menggoreng dan mengadu domba orang Sunda.. mengadu domba sesama anak bangsa. Ini yang harus diwaspadai oleh masyarakat Sunda.

Tidak ada salahnya kita semua waspada dan membuka mata, padahal banyak hal yang harus kita lakukan yang lebih urgent dan bermanfaat khususnya yg ada di Jawa Barat . Salah satunya saat ini di Garut  adanya golongan  radikal dan intoleran sudah terang-terangan menginjak-injak dan menghina Pancasila & NKRI , dengan sengaja terang-terangan memproklamirkan Negara dalam Negara dengan mengharamkan NKRI dan Pancasila… Bukankah hal ini merupakan penghinaan dan penghianatan kepada Ibu Pertiwi ?

Tapi kenapa ketika Ibu Pertiwi yang ada di Tatar Sunda dihina dan dihianati kok orang Sunda yang katanya mengaku NKRI pada diam ???, Lain halnya ketika Bung Artheria yang dianggap menghina bahasa Sunda.. Begitu heboh dan semua masyarakat Sunda Bersuara, tapi sebaliknya ketika salah satu tanah tumpahnya darahnya, lemah caina diinjak-injak bahkan terancam dikuasai , kok cuek cuek aja pada hare hare  , pada kemana atuh hey urang Sunda ?  Kok gemanya tidak seheboh ketika Bung Artheria dianggap menghina bahasa Sunda  ???

Padahal peristiwa di Garut ini jelas jelas ancaman yang nyata yang sudah ada di depan mata, tapi malah sebagian besar orang orang Sunda seakan pada menutup mata …..!!! Apa tidak dengar di media seorang ulama ternama punya pesantren paling besar di Garut, karena menentang gerakan NII,  sampai diancam ancam dan dilarang syiar .Bahkan terakhir di kepung dalam sebuah madrasah oleh ratusan orang yang mengatasnamakan Pembela NII, dengan membawa senjata tajam.. apa kira-kirahal tsb bukan pengancaman ulama dan NKRI.??? Tapi kenapa justru ini yang sudah jelas jelas terjadi tapi seakan beritanya tertutup… karena memang ada kelompok yg sengaja menutup nutupi rapat rapat peristiwa tsb, kira-kira kita sebagai orang awam kalau dilihat darani skala ancaman mana yang lebih berbahaya dan.mengancam keutuhan bangsa dan negara , Peristiwa Garut atau Peristiwa Bung Artheria ???

Mari kita berpikir cerdas…… Jawaban orang waras pasti Peristiwa Garut . Dari kajian tsb saya berpikir ,walaupun Bung Artheria nemang salah dan khilaf tapi,  berita-beritanya tsb sepertinya ada yang sengaja mendesign untuk mengadu domba sesama anak bangsa.

            Untuk itu saya mengajak secara pribadi dan sesama anak bangsa lebih baik masalah dengan Bung Arhria kita sudahi sampai disini saja. Kalau ada yang ngotot mau memperpanjang , apa benar benar kesalahan Bung Arteria tsb memang tak termaafkan ??? Saat ini saya pikir ,lebih baik kita focuskan energi kita untuk membela Garut yang benar benar sedang terancam NII bila memang kita sebagai orang Sunda yang masih mencintai NKRI. Mari kita buka mata dan hati kita lebar lebar jangan mau , focus dan perhatian kita dialihkan kepada hal hal  yang bersifat devide et impera, dan jangan mau lagi sebagai sesama anak bangsa diadu domba titik … Kalau mau berperang mari kita sama sama perangi antek antek NII yang saat ini ada dan mengancam Tatar Sunda  Garut. Cag, Rahayu Urang Sunda!!!

Komentar

News Feed