oleh

Bupati Pangandaran Tidak Bercerita, Tiba Tiba Pangkas Hutang Rp 134 Miliar

Pangandaran LINTAS PENA—   Dalam hitungan 100 hari kerja Bupati Kabupaten Pangandaran   Hj. Citra Putriyami, SH. tuai kritik dan nyinyiran pedas dari berbagai kalangan/ Namun alih alih menanggapi kritik hingga nyinyiran itu Citra justru membuat gebrakan nyata yang menyentuh langsung masyarakat Pangandaran.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPRD kabupaten Pangandaran Iwan M. Ridwan . Yang terbaru adalah Program Pangandaran Kesehatan Melesat merupakan gebrakan nyata yang telah launching pada 10 Juni 2025 , melalui program tersebut masyarakat Pangandaran yang sakit akan lebih mudah dan cepat mendapatkan pelayanan dalam berobat atau penanganan medis,

“Sebanyak 13 unit kendaraan ambulance dsiap siagakan untuk membantu pasien, yang hendak berobat, Bupati sangat peduli terhadap keadaan masyarakat Pangandaran ” kata Iwan

Iwan juga meluruskan terkait ungkapan Bupati yang menyatakan ,” masyarakat Pangandaran Tinggal daek gering na jeung anu ker hamil tinggal daek di cesar na” itu merupakan salah mengungkapan , Iwan yakin ungkapan itu pasti akan di goreng dan di plesetkan oleh pihak pihak yang memang tidak berpihak.

“Namun Bupati sudah meluruskan melalui saya, beliau bermaksud mengatakan NU gering tinggal daek  berobatna ( yang sakit tinggal mau berobat) karena sudah digratiskan.” jelas Iwan kepada sejumlah media di kedai miliknya Arkanza Pujasera. Kamis ( 12/06/2025).

Lebih lanjut Iwan mengatakan dalam menanggapi situasi Pangandaran saat ini masyarakat Pangandaran tenang jangan mudah terprovokasi, “Masa kerja Bupati baru jalan 4 bulan namun saya sendiri baru 10 bulan, presentasi kerja Bupati selama 3 bulan tanpa di sadari sudah luar biasa , bagaimana tidak hutang anggaran yang mencapai Rp 411 miliar berhasil menyusut hingga Rp 277 miliar, artinya 134 miliar telah terbayar.ini jelas pencapaian yang luar biasa.kerja nyata”  jelas Iwan.

Di kesempatan yang sama anggota DPRD kabupaten Pangandaran yang juga mantan ketua DPRD ini juga menanggapi suara suara sumbang yang mengkritisi hingga menyudutkan Bupati Bupati ia  menegaskan bahwa APBD merupakan hasil kerja sama eksekutif dan legislatif maka jika terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam penyusunan anggaran itu bukan mutlak kesalahan kepala Daerah dalam hal ini Bupati, melainkan DPRD sebagai lembaga yang punya fungsi pembentukan Perda ,anggaran hingga pengawasan , juga turut bertanggung jawab .” Kami menyadari akan kelemahan itu, maka saya mengajak untuk masyarakat Pangandaran mari kita bersikap adil serta objektif ” ujar Iwan.

Kemudian Iwan M. Ridwan juga menanggapi pertanyaan masyarakat pencapaian target retribusi pariwisata  Rp 9 Miliar kemana? . ” Kan semua pendapatan Daerah itu masuk ke kas daerah , bukan hanya retribusi pariwisata, retribusi, parkir, sampah ,  pajak hotel , restaurant, Reklame  , PBB ,BPHTB dan semua pendapatan Daerah, itu masuk dulu ke kas daerah , kemudian di kelola untuk memprioritaskan apa yang harus di bayar lebih dulu dan salah satunya kita bisa memangkas hutang hingga Rp 134 miliar” terangnya.

Bupati Pangandaran Hj . Citra Putriyami saat ini masih fokus perbaikan penyehatan fiskal terlebih program hingga visi misi itu sifatnya meneruskan program dari kepemimpinan Bupati sebelumnya, namun kebijakan langkah progresif menata ulang struktural anggaran daerah dalam kepemimpinan Citra saat ini menunjukkan orientasi pada solusi Pangandaran saat ini. (EL)

Komentar