oleh

Dalam Raga Ada Jiwa, Dalam Jiwa Ada Ruh

Oleh: Bagus Cahaya “BUDAK EDAN” Pamungkas. RAGA adalah JASMANI, Sedangkan JIWA berada di antara JASMANI dan RUHANI, sehingga itu hidup, dan selama hidup di dalamnya ada syahwat/nafs, sedangkan RUH bersifat kekal/utuh (sampai Allah yang menentukannya, karena hal itu adalah urusan Allah)

JASMANI TANPA JIWA maka akan MATI, tetapi RUH TANPA JIWA, DIA TETAP RUH.

Sehingga dapat terkontaminasi antara Ruhani dan Jasmani manusia.

RUH Muthmainnah adalah yang selalu berhubungan dengan RUH.

RUH bersifat ketuhanan sebagai sumber moral mulia dan terpuji, dan RUH hanya mempunyai satu sifat, yaitu suci.

Sedangkan RUH mempunyai beberapa sifat yang ambivalen.

Agama yang benar akan menuntun agar selalu condong pada Ruhani.

Awaluddin Makrifatullah, Setelah Mengenal Allah Maka Bermulalah Agama, amanah dan tanggung-jawab hingga ke Penghujung Agama yaitu Sakratul Maut .

Matilah Kamu Di Dalam Islam dan Makrifatullah bersama membawa dan menyempurnakan amanah dan tanggung-jawab .

Di Akhirat sana tidak ada Agama, yang ada hanyalah buah hasil dari agama kita di dunia….

Salam BUDAK EDAN

Komentar