Kab.Tasikmalaya LINTAS PENA— Berlangsung selama dua hari Rabu-Kamis 29 -30 Juli 2026 yang bertempat di wisma haji kabupaten Tasikmalaya DPD FHQ Kabupaten Tasikmalaya menggelar pelatihan guru qur’an metode tilawati dan Managrment Pendidikan Tahfidz Qur’an sukses diselenggarakan.Acara ini diikuti 100 peserta yang berasal dari 45 lembaga tersebar merata dari 39 kecamatan yang ada di kabupaten Tasikmalaya .Hal ini dijelaskan Ustadz Ahmad Muslim, SH Ketua DPD FHQ Kanupaten Tasikmalaya kepada LINTAS PENA.
Kendati digelar selama dua hari para peserta tetap tampak bersemangat dalam menyerap ilmu yang diberikan.para pemateri diantaranya Dr.Agus Yosep Abduloh M.Pdi Ketua DPP FHQ Indonesia,Ustadz Syukron Ma’mun S.Pd Ketua DPW FHQ Jawa Barat,H.Fajri Adi Nugraha S.IP.,M.IP Kasi PD Pontren Kemenag.
Ustaz Ahmad Muslim,SH ketua DPD FHQ Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi para pengajar tahfidz, khususnya dalam memahami teknik menghafal nomor halaman Al-Qur’an dan manajemen tahfidz lembaga.
”Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu mengelola program tahfidz dengan lebih terarah serta membimbing santri dalam menghafal Al-Qur’an secara efektif, kemudian bisa bermanfaat bagi peningkatan IPM ( Indeks Pembangunan Manusia) serta mengatasi angka buta huruf baca tulis Al-Qur’an tegas Ustadz Ahmad Muslim SH
Terima kasih Atas perhatian dari pemerintah kabupaten Tasikmalaya dan Kemenag kabupaten Tasikmalaya yang telah memberikan Suport dalam setiap kegiatan FHQ Semoga sinergi ini terus terjaga dan menjadi energi untuk Kabupaten Tasikmalaya yang religius islami di usia menginjak 4 abad ini jelas Ahmad Muslim.
Sementara itu sekretaris DPD FHQ Kabupaten Tasikmalaya Ustadz M.Aang S.A S.Pdi menjelaskan para peserta dibekali materi-materi penting seputar penguatan pokok bahasan lagu rost tilawati, manajemen tahfidz lembaga, teknik evaluasi pembelajaran, manajemen tahfidz pesantren, dan teknik menghafal nomor halaman.
Selama dua hari diklat tersebut, para peserta mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru. ”Alhamdulillah, diklat ini memberikan banyak ilmu baru, terutama dalam teknik menghafal nomor halaman Al-Qur’an dan pengelolaan program tahfidz, sehingga kami dapat memahami stategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tahfidz di lembaga masing-masing ujar salah satu peserta. (ADE BACHTIAR ALIF)*
