oleh

DPRD Kabupaten Pangandaran Rakor  Darurat Distribusi Air Bersih

Pangandaran LINTAS PENA —-Arahan Kebijakan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin

* Dasar Kedaruratan: Rapat merespons rilis BMKG mengenai fenomena El Nino sangat kuat hingga tahun 2027 dengan rekomendasi: optimalisasi air bersih, pantau sanitasi air, dan mitigasi kebakaran hutan .

* Sinergi & Mitigasi: Memerintahkan Pemda, Tagana, BPBD, dan PMI memetakan titik sangat darurat. Penanggulangan wajib mengacu pada Standar Teknis Peraturan Menteri, Jakstrada SPAM (Perbup), dan RISPAM dengan fokus penyelamatan jiwa.

Kemudian Strategi Taktis & Milangkala: Menginstruksikan penambahan pompa air dan penyiapan tandon minggu ini, agar krisis air bersih selesai beriringan dengan momentum Hari Jadi (Milangkala) Pangandaran ke-14 . Target jangka panjang mencakup edukasi ekologi ke peserta didik melalui Dinas Pendidikan.

Selanjutnya Langkah Teknis Operasional Sekretaris Daerah

* Sarana & Distribusi: Menginstruksikan PDAM menaikkan kapasitas pengiriman dan memperbaiki pompa rusak. Aset tandon  PDAM wajib didata untuk langsung dipakai (target awal minimal 15 unit tandon)

* Rekayasa Logistik: Memerintahkan Dinsos mengaktifkan kembali 2 unit mobil Tagana. BPBD diinstruksikan merekayasa armada (dump truck dipasang tandon) untuk menaikkan kapasitas kirim hingga 3 kali lipat guna mengatasi overload pelayanan. Kecamatan/Desa wajib menyusun skala prioritas penerima bantuan.

* Sektor Pertanian: Mengoptimalkan 22 titik jaringan sumber air,  Dinas Pertanian (kendala token listrik selesai per hari Jumat) untuk menekan dampak ekonomi petani [local].

Laporan terkait Teknis Instansi Sektoral

* PDAM: 4 unit tandon telah terpasang di Desa Pajaten kecamatan Sidamulih, 1 unit di kantor pusat proses instalasi. 1 unit mobil operasional sedang proses pengadaan suku cadang.

* BPBD: Krisis melanda rata-rata 5 desa per kecamatan. Baru 5 unit tandon yang dipinjamkan. Alokasi sumur bor baru tahun ini mendapatkan 5 titik.

* APDESI: Mengajukan sumur bor di tiap desa sebagai solusi jangka panjang (biaya air tangki darurat Rp20.000 per 1.000 liter). Desa yang sudah memiliki sumur bor mandiri: Ciakar, Emplak, dan Margacinta (4 titik) [local].

* BAPENDA & DINAS PERTANIAN: Bapenda mendukung anggaran sumur bor baru. Dinas Pertanian melaporkan total pengadaan pompa periode 2025/2026 sebanyak 75 unit untuk pengairan lahan potensial seluas 5 hektar.

Keputusan Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)

* BKAD berkomitmen mengusahakan dan memasukkan alokasi anggaran pengadaan tandon/toren air bersih darurat ke dalam skema pendanaan APBD Perubahan Kabupaten Pangandaran. (EL.)