
Sebagai pimpinan di Kantor Cabang Dinas Wilayah XII, Dr.Abur Mustikawanto,M.Ed mengawali obrolannya dengan LINTAS PENA mengungkapkan, kalau dirinya pun ingin memberikan suri teladan, seperti menjadi manusia pembelajar.“Supaya anak didik kami rajin belajar, maka kami juga harus terus belajar. Karena kalau ingin mengajari sesuatu, maka harus dimulai dari diri kita sendiri. Memberikan contoh.Kalau sudah begitu, Insya Alloh mereka akan mau juga belajar,” jelas Abur yang pernah menjadi guru, kepala aekolah dan dosen.
Apa yang diucapkannya cukup beralasan. Karena itu, Abur pun memberikan contoh meskipun sangat sederhana, misalnya dia bisa memperbaiki barang elektronik yang ada di rumah, dispenser, amplifier rusak diperbaiki sendiri,membuat smart home atau memodifikasi barang elektronik lainnya.”Misalkan guru SMK, bukan hanya memberikan materi pelajaran saja, tapi harus bisa mempraktekannya agar nantinya ditiru oleh peserta didik,”tuturnya.
Ketika ditanya program kerja Kantor Cabang Dinas Wilayah XII yang dipimpinnya, Dr.Abur Mustikawanto,M.Ed menjelaskan, dia akan mengikuti DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) Cabang Dinas Wilayah XII yang ada, dan telah dirancang sebelum dia menjabat.
Berikutnya tugas tambahan, yaitu improvisasi program yang dia miliki di luar DPA.
“Sedangkan program unggulan kita banyak, terlebih melihat potensi yang ada di lingkungan KCD Wilayah XII, di antaranya kita akan melakukan kerjasama internasional dengan sejumlah negara termasuk dengan Philipina. Kebetulan atase pendidikan RI di Philipina itu, sudah tahu kalau saya sekarang sudah bertugas menjadi Kepala Cabang Dinas di wilayah XII Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Salah satu alasan akan melakukan kerjasama dengan atase pendidikan di Philipina, karena kerajinan tangan khas Tasikmalaya sudah dikenal di sana. Saya sangat konsen dengan tradisi craft (kerajinan tangan) di Tasikmalaya, ternyata terkenal juga di Philipina.,”papar Abur yang suka ngantor pagi- pulang larut dan jika makan siang/rapat dekat dekat kantor saat di Disdik Prov Jabar selalu naik sepeda ini.
Kemudian melalui UPTD Tikomdik Dinas Pendidikan Jawa Barat sempat menggandeng Piksel Indonesia gelar Workshop Mendesain Motif Batik dengan software JBATIK untuk peningkatan kompetensi dan kreatifitas guru, juga sempat melakukan rapat koordinasi mandatori dari Kadisdik dengan 18 perusahaan Singapura yang melakukan kunjungan delegasi ke Bandung. Kegiatan yang diberi tajuk Singapore-Bandung Partnership and Bussines Matching memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman, membangun kontak, menyusun gagasan dan mencari peluang di sektor keterampilan dan pendidikan di Jabar.Ke depannya hal itu diharapkan bisa menciptakan pekerja terampil yang diperlukan, menjadikan Indonesia menjadi pemimpin ekonomi di masa mendatang.
“Dalam hal ini, KCD Pendidikan Wilayah XII akan melakukan kerjasama dengan sejumlah perusahaan atau lembaga, baik skala nasional maupun internasional bidang pendidikan. Kita lakukan semua itu untuk peningkatan kompetensi dan kreatifitas guru maupun peserta didik, khususnya di wilayah kerja KCD ¬¬Pendidikan Wilayah XII,”ungkap Dr.Abur Mustikawanto,M.Ed yang suka mendampingi istri tercintanya berbelanja ke pasar tradisional.(ADE BACHTIAR ALIEF)***