oleh

” FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT MEMBUANG SAMPAH DI SUNGAI “

( Studi di kecamatan Lopok )

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah Kapita Selekta Sosiologi

Dosen Pengampu : Dr. Tutik Sulistyowati, M.Si

buang sampah

DISUSUN OLEH : RIZKHA IZAISZATI ( 201910310311017 ) FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI SOSIOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2021

ABSTRAK

Perairan secara alami mengandung berbagai mineral dan senyawa kimia yang sangat penting bagi kelangsungan dan keseimbangan perairan maupun ekosistem secara umum. Majunya perkembangan zaman yang semakin moderen, serta pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia, disisi lain sangat berpengaruh buruk terhadap kondisi alam perairan melalui peningkatan senyawa baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.Semakin banyaknya kegiatan pembangunan menyebabkan pencemaran air seperti : pemukiman, industri dan pertanian, banyaknya limbah yang dihasilkan karena kegiatan tersebut mengakibatkan konsentrasi limbah melebihi daya asimilasi (kemampuan menetralisasi) badan air yang terkontaminasi oleh limbah tersebut, sehingga menyebabkan penurunan kualitas air untuk kepentingan bahan baku air minum dan irigasi pertanian pada lingkungan perairan seperti sungai, waduk, bendungan, dan tidak terkecuali adalah sungai Lopok  yang berada di NTB Tujuan penelitian  ini adalah untuk menganalis kualitas dan metode pengedanlian pencemaran air sungai  di wilayah sungai Lopok  Kota NTB dan juga merumuskan beberapa strategi pengendalian pencemaran air sungai yang mampu diterapkan dalam kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.Lokasi  penelitian  ini adalah  di sungai Lopok  yang berada di Kota NTB. Dalam hal ini metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah dengan cara pengumpulan data-data hasil survey kelokasi dengan prosedur : wawancara tidak terstruktur,(pedoman penelitian hanya memuat pertanyaan-pertanyaan penting masalah yang ingin digali dari responden), sehingga dapat dihasilkan data-data primer, yang akan menjadi pokok penelitian, dan Non Participant Observation (observasi yang penelitinya tidak ikut langsung dalam kegiatan yang sedang diamati), yang menghasilkan data-data skunder yang akan memperkuat data-data primer.Dalam hal ini hasil penelitian diharapkan dapat memberikan strategi yang paling efektif dalam pengendalian pencemaran sungai.

( Kata Kunci : Perilku buang sampah disungai )

PENDAHULUAN

                 Sampah merupakan permasalahan yang kompleks dan sering terjadi di Indonesia, meningkatnya jumlah penduduk yang secara signifikan serta adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang bertambah mengakibatkan perubahan pola perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, dengan volume sampah yang meningkat tentu mempengaruhi masyarakat dalam membuang sampah semberangan. Dan perilaku diartikan sebagai suatu aksi reaksi organisme dalam hal ini manusia terhadap lingkungannya. Perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan  untuk menimbulkan reaksi, yaitu yang disebut rangsangan yang menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu.

                Sampah baik organik atau non organik saat ini menjadi permasalahan tersendiri diberbagai daerah baik perkotaan maupun di perdesaan setiap hari sampah dari warga masyarakat terus mengalir tanpa ada pengelolahan yang baik. Akibatnya di pojok – pojok desa, sungai dan pinggirannya sampah kita lihat berceceran, padahal jika kita mau mengelolahnya dengan baik sampah dari rumah tangga itu bisa berdaya guna dan berhasil guna, Namun demikian agar berhasil dan berdaya itu perlu pengelolahan yang baik dan membutuhkan ketelatenan tersendiri. Cara inilah yang sekarang dikembangkan didesa – desa untuk mengatasi persoalan sampah dan menciptakan desa yang bersih dari sampah.

                Penyebab minimnya pengetahuan mengelola sampah  akibat dari budaya membuang sampah dipekarangan yang diwariskan orang tuanya. Himbuan “ Buanglah smapah pada tempatnya” juga memperkuat mindset masyarakat, bahwa sampah cukup dibuang, tidak perlu diolah lebih lanjut kalaupun tidak dibuang, paling mudah yang dilakukan untuk mengurangi tumpukan sampah adalah dengan membakar sampah.

                Saat ini kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan bisa dibilang sudah mulai berkurang. Terbukti dengan maraknya budaya membuang sampah semberangan yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita. Mulai dari anak – anak hingga orang dewasa seolah tidak merasa bahwa tindakan yang mereka lakukan tersebut sangat salah dan dapat merugikan lingkungan serta orang banyak. Kalian tentu tahu penyebab banjir yang rutin melanda ibu kota tidak lain disebabkan oleh budaya membuang sampah semberangan ke singai dan tidak mengenal arti lingkungan bersih. Pentingnya sungai bagi kehidupan sehari – hari sayangnya tidak membuat manusia turut menjaga kelestarian sungai. Masyarakat seringkali menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah tanpa peduli dengan efek yang ditimbulkan.

                Atas keprihatinan pemerintah desa  Lopok terhadap kondisi lingkungan terutama sungai yang saat ini sangat mmeperhatinkan serta tidak berfungsinya sungai sebagaimana mestinya, maka melalui gerakan bersih sungai yang dicanangkan oleh pemerintah desa Lopok, menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk selalu menjaga kebersihan sungai dengan banyak melibatkan seluruh potensi masyarakat yang ada baik pemuda, pelajar/mahasiswa maupun pihak swasta sesuai dengan tugas dan kemampuan yang dimiliki. Pemeliharaan yang terus menerus diperlukan agar kepasitas sungai dapat dipertahankan sehingga manfaatnya dapat di optimalkan, salah satu pemeliharaan sungai adalah dengan menjaga kebersihannya baik dari limbah padat maupun limbah cair.

ALASAN MEMILIH JUDUL

Berdasarkan latar belakang diatas terdapat pemasalahan yaitu pemerintah Desa Lopok mencanangkan gerakan Indonesia peduli sampah yaitu sebuah program dalam bidang lingkungan hidup yang mempunyai hidup yang mempunyai maksud menuju desa Lopok bersih sampah serta desa Lopok merupakan desa yang terkategori darurat sampah yang ada disalah satu kecamatan yang ada di kabupaten NTB oleh karena itu maka diperlukannya suatu penelitian yang mengkaji tentang karakter perilaku masyarakat dalam pengelolah sampah, untuk mengetahui karakter perilaku masyarakat dalam pengelolah sampah, maka sasaran yang diambil dalam penelitian ini adalah untuk menentukan  perilaku masyarakat dalam membuang sampah di permukaan sungai Desa Lopok Kabupaten NTB.

PERUMUSAN MASALAH

Desa Lopok merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten NTB yang memiliki permasalahan sampah khususnya didaerah Lopok.Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas maka terdapat permasalahan. Adapun Rumusan masalah yang ada dikawasan studi tersebut adalah sebagai berikut :

1). Bagaimana perilaku masyarakat dalam mengelolah sampah di permukaan sungai diLopok?

2). Faktor apa saja mempengaruhi perilaku masyarakat dalam membuang sampah di sungai Lopok?

TUJUAN DAN SASARAN

  • Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan perilaku masyarakat dalam mengelolah sampah.
  • Sasaran yang ingin tercapai dalam penyusunan studi ini adalah :

1). Menemukan perilaku masyarakat dalam penyusunan studi di kawasan studi.

2). Menemukan aktivitas masyarakat dalam membuang sampah.

3). Menemukan perilaku masyarakat yang membuang sampah dikawasan studi.

MANFAAT PENELITIAN

                Manfaat penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai bahan dalam upaya menuntaskan permasalahan buang sampah  sembarangan serta mengetahui bagaimana sistem pengelolah sampah yang baik dan dapat memberikan manfaat bagi pembacanya dalam melalui kawasan pengetahuan tentang permasalahan sampah itu, penelitian ini bermanfaat untuk pengetahuan bagi pembacanya tentang sistem pengelolah sampah yang baik itu dapat mengurangi perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan.

Tabel : Matrik Penelitian

Nama Dan TahunJudul PenelitianHasil Penelitian
Reni Elviza, 2010Perilaku masyarakat dalam pengelolahan sampah rumah tangga.Dalam penelitian ini tingkat kesadaran masyarakat dalam pengelolah sampah rumah tangga dan faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pengelolahan sampah rumah.
Purnama Jaya, 2018Indeks pembangunan manusiaDalam penelitian ini,Pembangunan manusia berarti pertumbuhan yang positif dan perubahan dalam bidang ekonomi,sosial,politik,budaya,lingkungan,dan tingkat kesejahteraan. Hal ini harus terjadi pada semua aspek kehidupan,baik ekonomi,sosial,polotik,budaya,dan lingkungan.Oleh karena itu,fokus utama pembangunan manusia dan kesejahteraannya. Konsep pembangunan manusia memang terdengar berbeda di bandingkan konsep klasik pembangunan yang diberikan perhatian utama pada pertumbuhan ekonomi.pembangunan manusia menekankan pada perluasan pilihan masyarakat untuk hidup penuh dengan kebebasan bermartabat. Tidak hanya itu,pembangunan manusia juga berbicara tentang perluasan kapabilitas individu  dan komunikasi untuk memperluaskan jangkuan pilihan mereka dalam upaya memenuhi aspirasinya.
Muhyiddin,2020Perencanaan Pembangunan Di IndonesiaDalam hasil penelitian ini, Tahun 2020 merupakan tahun  yang berat ketika tiba-tiba muncul wabah covid-19, yang awalnya muncul secara lokal di wuhan – china,lalu merebak dan memporak-porandakan sendi-sendi perkonomian dunia. Perkembangan krisis kesehatan yang berdampak pada ekonomi dunia ini praktis membuat seluruh negara di dunia harus muncul dengan rencana – rencana strategis yang telah di tetapkan semula untuk kemudian digantikan  kebijakan tanggap darurat dengan mobilisasi semua sumber daya untuk mengatasi covid – 19.
Wisnu Wardhana dan Nasrullah ,2008Industri ritel di indonesiaDalam penelitian ini, Masyarakat perkotaan kini dimanjakan oleh kehadiran berbagai pusat perbelanjaan. Bahkan lokasinya kadang-kadang di satu kawasan. Kondisi ini sangat menguntungkan karena masyarakat tinngal memilih gerai mana yang akan dimasukinya.Ritel merupakan mata rantai yang penting dalam proses distribusi barang dan merupakan mata rantai terakhir dalam suatu proses distribusi,melalui ritel suatu produk dapat bertemu langsung dengan penggunannya.
Hermawan eko wibowo,2010Perilaku masyarakat dalam mengelola sampah permukiman.Dalam penelitian ini di bentuk perilaku masyarakat akan mnejadi masukan terhadap pola penanganan sampah yang tepat atau kontekstual dengan kondisi  lingkungan dan masyarakat .  

METODE PENDEKATAN PENELITIAN

                Jenis metode yang akan digunakan adalah metodelogi penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Deskriptif digunakan untuk menjabarkan data yang bersifat kualitatif yaitu berupa pendapat, yang digunakan melalui pertanyaan serta wawancara semi terbuka dengan objek yang di ambil sebagai perilaku kegiatan di wilayah studi seperti pemerintah, dan masyarakat permukiman.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI

                Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Ada beberapa metode yang telah dikenal dalam pengumpulan data yaitu observasi, koesioner,wawancara, dan dokumentasi. Berikut adalah metode pengumpulan data yang dipilih peneliti :

a). Pengumpulan Data Primer

                Pengumpulan data primer adalah pengumpulan data yang langsung dilakukan sendiri oleh penelitian ke lokasi penelitian atau pengamatan langsung pada objek penelitian.

  • Observasi Lapangan

Pengamatan atau observasi adalah metode pengumpulan data dimana peneliti mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selama penelitian.penyaksian terhadap peristiwa tersebut bisa dengan melihat, mendengar, merasakan yang kemudian dicatat subjektif.

  • Wawancara Mendalam

Wawancara adalah bentuk komunikasi langsung antara peneliti dengan responden. Komunikasi berlangsung dalam bentuk Tanya jawab dalam hubungan tatap muka, sehingga gerak dan mimic responden merupakan pola media yang melengkapi kata – kata secara verbal.Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas informan dalam membuang sampah di permukaan sungai.

  • Dokumentasi

Dokumentasi adalah metode pengumpulan data dimana berupa gambar atau foto yang dapat dimana terhadap kondisi di eksisting atau kawasan studi.

b). Pengumpulan Data Sekunder

                Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan. Data sekunder biasanya terdapat di perpustakaan, perusahaan – perusahaan, dan kantor pemerintah.

  • Pencariaan secara online

Dengan berkembangnya teknologi internet maka munculah banyak data yang dikelola secara cepat oleh organisasi atau badan tertentu yang membuat user untuk mencari dan menyimpan data – data.

  • Kajian Literatul

Kajian literatul didapat peneliti di perpustakaan dan toko buku.kajian literatul ini berupa buku seperti buku mengenai ruang public, buku mengenai lingkungan dan perilaku.

c). Teknik Penyajian Data Dan Informasi

                Teknik penyajian data dalam studi ini merupakan salah satu tahapan studi untuk memberikan gambaran secara umum mengenai data – data atau informasi yang telah diolah.Teknik penyajian data dalam studi ini adalah sebagai berikut :

  • Uraian, yaitu jabaran penjelasan secara deskripsi atau menceritakan tentang semua pekerjaan dalam studi yang berbentuk tulisan ataupun wacana dari hasil pengelolah data.
  • Peta, penyajian data dengan menampilkan informasi yang berupa gambar / sketsa bentukan keruangan kota yang terstruktur dan terukur.
  • Foto yaitu penyajian data yang berupa gambar aktualisasi sehingga menggambarkan obyek studi secara realita atau nyata.

KESIMPULAN

                Berdasarkan uraian di atas dapat saya simpulkan bahwa kondisi di daerah aliran sungai Lopok  perlu diadakan konservasi tanah dan air, hal ini beracuan pada ditemukannya banyak permasalahan yang didapatkan yang di dapati yaitu percemaran air yang dampaknya adalah penurunan kualitas air dan tanah serta mudahnya lahan pertanian yang tergenang ketika musim hujan tiba.

                Solusi yang dapat diberikan adalah bisa memulai dari hal yang sangat dini yaitu dibiasakan jangan membuang sampah sembarangan terutama ke sungai, selain itu dalam permasalahan lahan yang tergenang bisa melakukan pengerukan anak sungai disekitar daerah persawahan dan memperbaiki sanitasi sungai.

UCAPAN TERIMA KASIH

                Penulis memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya agar penulisan Jurnal ini selesai. Tak lupa penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Dosen mata kuliah Kapita Selekta Sosiologi dan  Dr. Tutik Sulistyowati, M.Si. yang telah membimbing saya dalam penulisan jurnal ini.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, 2015. Drainase Merupakan Fasilitas Dasar Sebagai Sistem Guna Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Dalam Perencanaan Kota. Aria. Surabaya Dimitri Fairizi, 2015, Analisis Dan Evaluasi Saluran Drainase Pada Kawasan Perumnas Talang Kelapa Di Subdas Lambidaro Kota Palembang, Andi. Palembang Jiao Ding et al, 2015. Klasifikasi Kualitas Air Sungai, Jaka. Bandung Martha, Joyce dan Adidarma, Wanny, 1989. Mengenai Dasar-Dasar Hidrologi, Nova, Bandung PERATURAN MENTERI PU RI, Direktorat Jendral Pengairan, 2014.Keputusan Direktur Jendral Pengairan Nomor: 1451/KPTS/A/2014 Tentang Standar Perencanaan Drainase.Jakarta Suripin, 2004. Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan, Andi. Yogyakarta.

Komentar

News Feed