oleh

Galery Baliho Menjadi Deretan Puing Sampah yang Miris Untuk Dipandang

Maumere, LINTAS PENA

Angin badai yang menghantam kota Maumere kabupaten Sikka Flores NTT beberapa waktu lalu menyisakan pemandangan yang tidak sedap untuk keindahan kota yang dijuluki “nyiur melambai” ini.

Pasalnya, deretan baliho caleg di lapangan kota Baru yang berhadapan dengan kantor Bupati Sikka hancur akibat angin besar atau unsur kesengajaan dari warga sendiri. “Hal ini membuat pemandangan galery baliho caleg yang sebelumnya sangat gagah berubah menjadi deretan puing-puing sampah yang miris untuk dipandang,” ujar Tino warga Pensip Kelurahan Waioti ini prihatin.

Tino mengakui kalau di ruas jalan Pensip menuju Bandara Frans Seda Maumere untuk beberapa baliho yang berangka kayu atau bambu yang hancur akibat angin badai, kayu dan bambu sudah dipungut warga untuk kebutuhan kayu bakar atau kebutuhan lainnya. ” Kalau di ruas Jalan Pensip sekarang sudah rapi karena baliho caleg yang sudah rusak sudah diperbaiki oleh pemilik baliho dari caleg tersebut,” ujar Tino.

Pantauan LINTAS PENA, pemandangan yang tidak sedap akan disuguhkan warga ketika melewati depan Gelora Samador, Tikungan jalan El Tari, pintu gerbang Pasar Alok dimana  baliho caleg banyak sudah robek maupun jatuh dan merusak keindahan kota Maumere.

Marta warga Kota  Uneng kepada Lintas Pena meminta pihak dinas kebersihan dan lingkungan menyampaikan kepada KPU untuk memberitahukan kepada para caleg agar balihonya yang sudah rusak diperbaiki dan ditata kembali seperti semula.

(Yuven Fernandez)****

Komentar