oleh

Inilah Alasan ORI Nobatkan Cawagub Kang Anton “Duta Pemersatu Budaya dan Agama”

Bandung, LINTAS PENA

Pada gelaran acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan ormas Manggala Garuda Putih di Jl. Leuwi Panjang, nomor 40, Kec. Bojongloa Kidul, Kel. Situsaeur, Kota Bandung, hari Kamis (10/5/2018), Kang Anton Charliyan Cawagub Jabar Nomor Urut 2 ini dinobatkan sebagai “Duta Pemersatu Budaya dan Agama”   oleh Presiden ORI (Original Rekor Indonesia) Agung Elvianto, karena berbagai alasan yang memang layak diterimanya.

Hal itu disampaikan Ketua DPP Manggala Gajah Putih, Jajang Suherman  yang menilai, bahwa  Kang Anton merupakan sosok yang peduli terhadap budaya. Dia pun bersyukur sudah memiliki calon yang juga peduli terhadap agama, dengan perjuangannya dalam mengumpulkan kitab-kitab Al-Qur’an kuno.”Syukur alhamdulliah, selaku elemen masyarakat, saya bersyukur telah mendapatkan tokoh Calon Wakil  Gubernur Jawa Barat yang peduli terhadap budaya Jawa Barat, dan juga telah menjadi pengumpul kitab-kitab kuno,” ungkapnya.

Jajang Suherman berharap, masyarakat Jawa Barat bisa mendukung Kang Anton untuk menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Calon Gubernur Jawa Barat TB Hasannudin dan dirinya, terutama bersama anggota Manggala Garuda Putih telah mendukung penuh kepada Kang Anton dan pasangannya TB. Hasanuddin.”Kami yang lima juta telah mendukung full kepada Kang Anton, dan berharap Kang Anton bisa menjadi pemimpin Jawa Barat juga semua yang telah dijanjikannya terealisasi,” tururnya.

Sebagaimana diketahui, Kang Anton Charliyan dinobatkan ORI sebagai pemerhati sekaligus  pemersatu budaya dan agama, karena kiprah “Jenderal Nyantri” ini antara lain

  1. a) membangun Tugu Kujang Pusaka sebagai lambang Jawa Barat di Kampung Naga Kec.Salawu Kabupaten Tasikmalaya pada tahun   2008
  2. b) membangun Gong Perdamaian Dunia di objek wisata Karang Kamulyan Ciamis pada tahun 2009 c) sebagai a pendiri di Pasulukan Lokaganda yang membangun Kampung Budaya dan Musium di Cibatu Kab.Garut pada tahun2010.
  3. d) membangun dan menggali kembali Patilasan Situs Walahir di Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sejak 2008.
  4. e) Kang Anton yang membuat papan-papan peringatan agar tidak merusak lingkungan di seluruh Situs Jawa Barat sejak tahun
  5. f) menggali dan meneliti Situs Galunggung Kabupaten Tasikmalaya sejak tahun 2008..
  6. g) mengamankan benda-benda peningalan Kerajaan Padjadjaran & Sumedang di Musium Sumedang dan Musium Kerajaan Goa Sulawesi Selatan dengan memberi barkot DNA di setiap barang sehingga akan terjamin keaslianya..
  7. h) membuat musium pribadi benda benda sejarah di Tasikmalaya.
  8. j) pendiri perkumpulan pemerhati budaya lintas budaya Nusantara

k).menggali dan nenyelamatkan Stus Hirosima Indonesia dan Situs Rangga Gading di Kabupaten Sukabumi.. (ADVERTORIAL/REDI MULYADI)***