oleh

Inilah Cara Mendedah Amalan Pengunci Uang

Oleh: Mbah Bayu Al Yatimi (Pimpinan Majelis Nur Muhammad Tarjamatul Ilmi Cirebon)

HAMPIR setiap orang akan (mengalami) pasang surutnya suatu ekonomi, Minggu ini punya simpanan, lusanya habis tanpa sisa. Terkadang hal semacam ini menjadikan semua orang berharap:

“Kapan ya? Kita bisa memiliki uang terus menerus?”

Kisah ini permah juga saya alami sejak masa muda, walau sekarang, alhamdulillah tidak lagi merasa terbebani dengan keuangan keluarga.

Agar sedulur bisa mengikuti kisah lamaku, ada satu kiat amalan yang menjadikan uangmu berkah. Hanya saja cara ini harus di imbangi dengan menjamin ibu kandung, bagi yang sudah tidak memiliki orang tua/ibu, bisa diarahkan ke anak yatim atau fakir miskin.

Pada tahun 2006, masa paling pelik bagiku, hutang sana sini, ngontrak dari satu tempat ke tempat lain, di usir pemilik rumah karena belum bayar dan segala ikhtiar lain sudah kita jalani, namun berakhir gagal alias bangkrut.

Pada tahun yang sama, saya kerap bertandang ke Abah Tsamri, pandeglang Banten, untuk meminta ijazah atau wasilah apapun yang bersifat duniawi. Dari perjalanan ini banyak sekali amalan yang kita peroleh salah satunya adalah asma’ ngunci uang (saat ini yang lagi saya bedarkan).

Setelah kami memahami perjalanan hidup dari pembebadaran Abah Tsamri, ternyata banyak kekurangan dan ketidak tahuanku mengenai keberkahan rijki. Pantas saja! Bila selama ini terasa sulit dalam mencari duniawiyyah.

Rupannya setiap uang yang kita memiliki, ada tuntutan diri dalam (dua) jalur

– Meningkat

– Menurun

Ternyata kedua sifat diatas tergantung dari apa yang kita perbuat sendiri. Yaitu tanpa pengontrolan dan penguncian asma’ Ilahiyyah. Padahal semua rijki datangnya dari Allah.

Disini saya jelaskan dulu sesuai anjuran Mbah Tsamri. Dasar uang adalah penyakit, dimana banyaknya uang akan menjadikan goflah (lupa diri, sombong, jauh dari sedekah, takabbur dan banyak menyakiti orang lain).

Sedangkan orang yang jauh dari materi, akan membawanya banyak kekufuran, seperti Hadist Rosululloh: “Yang aku takutkan pada ummatku kelak, ia berlama lama dalam kemiskinan sehingga banyak mengeluh dan tidak menerimakan nikmat Allah (kufur) Maka jauhilah hal semacam itu dengan pekerjaan layak dan menghasilkan (bukan meminta minta)”

Nah dari (dua) karakter tadi, Abah Tsamri, mengajarkan tatacara pengunci uang (agar berkah dan terus bertambah rijkinya)

CARANYA; Setiap uang yang kita miliki, baik banyak atau sedikit, bacakan asma’ kunci sebagai betikut:

– Surat Annas 3X

– Al Ashr 3X

Innama amruhu idza aroda Syaian anyakula lahu kun fayakuun. Fasubhanalladzi biyadihi malakutu kulli syaein wailaihi turja’uun.

Setelah itu tiup uang tadi dan meludahlah ke arah kiri, agar tidak terkena sifat bakhil/pelit.

Silahkan setelahnya  anda gunakan (bebas) buat apa saja, niscaya Allah akan banyak memberi jalan kemudahan rijki dari wasilah/pekerjaan apapun yang kita geluti. Pantangannya. Bakhil/pelit. (Imbangi dengan sedekah)

Semoga kita semua menjadi kaya dan berkiprah dalam ahlus salamah.

Jika ingin berkonsultasi seputar spiritual dan supranatural terutama masalah media “Rajah” yang dibikin Mbah Bayu Al Yatimi bisa menghubungi nomor kontak WA: 081280320803 maupun bisa berkunjung langsung ke Basecamp “MAJELIS NUR MUHAMMAD TARJAMATUL ILMI”  Jln. Syeikh Bayanillah/Kaliandul Rt. 12/01 Weru Cirebon. atau bisa klik Google Map “Dimdim Cafe & Resto” dan Jln Raya Pondok Gede Gang Veteran Rt01/07 No 73 Lubang Buaya Cipayung Jakarta