oleh

Inilah Katuranggan Perkutut Berdasarkan Ciri Fisik ,Perilaku, dan Waktu Manggung 

KALAU anda pecinta burung, pasti sudah tidak asing lagi dengan burung perkutut. Burung ini bukan hanya terkenal karena suaranya yang merdu, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggemarnya. Di antara berbagai jenis perkutut, ada beberapa yang terbilang mahal dan menjadi primadona di kalangan kolektor.

Burung perkutut adalah jenis burung yang termasuk dalam keluarga Columbidae, yang juga dikenal sebagai keluarga burung merpati. Di Indonesia, burung ini sangat populer dan sering dijadikan sebagai hewan peliharaan karena suara kicauannya yang merdu dan penampilannya yang menawan. Perkutut memiliki postur tubuh yang kecil hingga sedang, dengan panjang rata-rata antara 25 hingga 30 cm.

Salah satu hal yang membuat perkutut menarik adalah karakteristik kicauan yang khas. Suara kicauan burung ini terdengar lembut dan berirama, sehingga sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan ritual keagamaan. Selain itu, burung perkutut juga dikenal sebagai simbol keberuntungan dan sering dianggap membawa hoki bagi pemiliknya.

Perkutut memiliki berbagai jenis dan varian, yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Di Indonesia, ada beberapa jenis perkutut yang populer, seperti perkutut lokal, perkutut banyuwangi, dan perkutut majapahit. Setiap jenis perkutut memiliki ciri fisik dan karakteristik suara yang berbeda, sehingga menarik bagi para penggemar burung untuk mengoleksi dan merawatnya.

Burung perkutut local biasanya mudah dipelihara, asalkan diberikan pakan yang tepat dan perawatan yang baik. Mereka cenderung beradaptasi dengan baik di lingkungan rumah, baik di dalam kandang maupun di luar ruangan. Dengan pemeliharaan yang baik, perkutut dapat menjadi teman yang menyenangkan dan memberikan kebahagiaan bagi pemiliknya.

Ada beberapa jenis perkutut lokal yang tubuhnya tumbuh tidak seperti biasa (tidak normal, tidak lazim), seperti perkutut umumnya yang lain, misalnya ada bulu putih tumbuh di kepala, sisik kaki, silang, umumnya penggemar perkutut lokal menyebut perkutut ini dengan nama “perkutut katuranggan” dst jenis perkutut itu diklasifikasi sebagai berikut :

  1. KOL BUNTET: Ules hitam pekat/seperti ayam cemani ules lurik terhubung dari kanan sampai kiri, garis ules dari leher sampai dubur, dan ules ini tidak hilang setelah proses mabung.
  2. CANDOLO SABDO : warna bulu putih di bagian sayap bagian luar,  dan ules ini tidak hilang setelah proses mabung ataupun tercabut
  3. TRAH PAJAJARAN/DAULATAN: ules kekuning kuningan dan sorot matanya kuning menyala
  4. GENDOWO SABDO: ada bulu putih di sebelah leher, dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung, ataupun tercabut
  5. KANTONG SEMAR : leher pendek dan tembolok/ perutnya besar/melembung ke depan seperti entok/meri
  6. KUSUMA WICITRA: warna paruh dan sisik kaki keputih-putihan
  7. LARASATI: Mata beralis kekuningan dan bulu halus pada pangkal ekor kuning merata, dan ules ini tidak hilang setelah proses mabung
  8. MERCU JIWA : bola mata/kornea matanya bercahaya warna kuning/kekuningan
  9. MUNCIS: bentuk badanya kecil memanjang seukuran tempat makan
  10. MUSTIKANINGMANUK: seluruh bulu, paruh dan kuku berwarna putih serta mata merah tembus, tidak ada luriknya
  11. PENDAWA MIJIL: bulu ekornya berjumlah ganjil 13,15,17,19,21 lembar, dan jumlah ekor ini tidak berubah setelah proses mabung, ataupun rontok, patah,tercabut
  12. PEDARINGAN KEBAK/KEMBEN TEPUNG/TLAGA TEPUNG: Bulu lurik di leher dan dada menyambung dari kiri ke kanan tetapi tidak sampai dubur, dan ules ini tidak hilang setelah proses mabung .
  13. KAKI BEBEK : jari kaki nempel atau berselaput seperti bebek
  14. PURNOMO SIDHI: warna bulunya kemerah-merahan seperti permata
  15. RUPO CAHYO: warna bulunya mengkilat bercahaya
  16. RAJEKWESI: kaki bersisik sebelah kaki saja atau silangnya tidak penuh dalam satu kaki
  17. RAJAWANA : kaki bersisik silang keduanya penuh
  18. SAPU JAGAD: ada bulu lebih setelah ujung bulu, dan bulu ini tidak akan hilang setelah proses mabung
  19. SATRIA KINAYUNGAN: ditengah kepalanya (unyeng unyeng) ada satu bulu warna putih, dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung
  20. PUTHER : tak berjari atau kaki patah
  21. Sengkang Negoro “ dikepala tumbuh bulu lurik, dan ules ini tidak hilang setelah proses mabung
  22. JAMBUL GARUDA:  ada bulu seperti jambul burung garuda, dan jambul ini tidak hilang setelah proses mabung
  23. SIRIH: dadanya lebar seperti ada garis di tengah, atau ada 3 garis seperti daun
  24. BANYU MILI : ada belahan bulu dada dari bawah kepala sampai bawah/dubur
  25. SONGGO RATU: mempunyai jambul satu helai berwarna putih layaknya mahkota mempunyai warna paruh dan kaki kehitam hitaman, dan jambul ini tidak hilang setelah proses mabung
  26. SUMPING RATU: Ada dua bulu atau lebih seimbang/sejajar kiri dan kanan, letak di kepala, 2 bulu putih di atas mata kiri kanan, dan sayap kanan kiri turun nempel tanah/sangkar, dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung, tercabut, rusak
  27. SRI KEMPEL: bulu ekor dari pangkal sampai ujung ekor menumpuk dan demikian pula kotorannya
  28. SRI MANGUMPEL/SRI SEDONO LUTUT: semua kuku-nya berwarna putih
  29. RONDO SEMOYO: Di sekitar kelopak mata berwarna kuning
  30. UDAN MAS: bulunya berwarna coklat muda / krem  dan, bulu yang melingkar berwarna ke kuning-kuningan
  31. WILIS: bulu putih sehelai diatas kepala bagian belakang, dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung, tercabut
  32. WISNU MURTI: warna kaki, mata dan paruhnya hitam
  33. WISNU KUCEM/ WISNU MANGEMU: bulunya berwarna kehitam-hitaman, warna bulu kusem, walaupun setelah proses mabung
  34. TRETES MAS : Di kepala/bagian dalam sayap ada bercak kuning keemasan atau coklat, dan warna  keemasan (semburat karat) tidak hilang setelah  proses mabung, ataupun tercabut
  35. SATRIO WICAKSONO : Bulu putih di pangkal ekor (bulu  sekunder) dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung, tercabut, rusak
  36. TUMBAK CUKCUKAN/CUCUKAN : paruh melengkung seperti  paruh burung kolibri/cucuk ontel
  37. LEHER KOBRASRITI/SRIKITI/SRIWITI/SRIKIDITI : leher seperti  ular kobra yang berdiri
  38. BATU RANTE : Cirinya sisik kaki berlubang kering,timbul
  39. ROJO DINO/NUGEL DINO : jumlah bulu ekor 12, dan  jumlah ekor ini tidak berubah setelah proses mabung atau tercabut
  40. KOROWELANG : bulu sayap dan ekor bergaris malang semu… atas bawah/bolak balik, dan ules ini tidak hilang setelah proses mabung, tercabut
  41. SEGORO NGEMBENG : leher belah keliling dari depan  sampai belakang
  42. SONGGO BUWONO : Bulu Putih di punggung bagian  luar, dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung, tercabut
  43. KERUK BUMI/CIKER/TIKER : Jari kaki melengkung  masuk ke dalam
  44. SAMBER LILIN atau TRAH MAJAPAHIT : bulu semu hijau, dan warna bulu ini tidak hilang setelah proses mabung  atau kena air (dimandikan)
  45. PUSER BUMI : ditembolok ada cekungan seperti  puser
  46. SODO LANANG : bulu ekor dan lainnya tumbuk diselaputi selaput.. bila mau mekar dari ujung ke pangkal bulu
  47. SATRIO WIRANG : Jumlah ekor 16, dan jumlah ekor ini tidak hilang setelah proses mabung, ataupun tercabut
  48. OMBAK SEGORO : bulu punggung bergelombang/cekung
  49. TRAH TUBAN : bulu berwarna semu merah hati, dan bulu ini tidak akan berubah setelah proses mabung
  50. BANYAK ANGKREM : antara kaki belakang seperti angsa betina
  51. PANCURAN MAS : dada belah dari leher sampai tembolok saja atau dari tembolok sampai dubur saja
  52. TALANG MAS : bulu kebalik, dan bulu ini tidak berubah setelah proses mabung
  53. SIMBAR : ada bulu putih dikaki, dan bulu ini tidak  akan hilang setelah proses mabung
  54. NOROYONO : kepala bulu panjang lebar (bpl)  nunduk kebawah
  55. Bodronoyo : kepala bpl ndongak menghadap ke atas
  56. BLOCOK/BLURIK/BLANDONG/BRUMBUN: Di beberapa  bagian tubuh ada beberapa bulu putih, dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung
  57. BRAHMA KALA: kedelapan jari kakinya berkuku putih
  58. BRAHMA SUKU: bulunya berwarna kemerah-merahan
  59. SRI GUNTING : bpl ekornya mecah/belah dua bagian seperti gunting
  60. Trukung : bpl tak punya brutu/ekor
  61. PATOK BANGKRONG : bpl kaki satu
  62. BLOROK SONO : bpl warna bercak/dlemok dlemok krem/coklat muda
  63. CAWAN MAS : bpl bila di pegang bulu membentuk huruf V atau bila jalan seperti huruf J melengkung
  64. BROMO SULUR : bpl ususnya keluar /embeien
  65. BROMO SUSUR : bpl bulunya ada yang melintir atau ulir  seperti per bila dipotong tumbuh lagi
  66. BRAHMA KUKUP: bulunya berwarna keputih-putihan dari kepala sampai ekornya
  67. BRAHMA LABUH GENI: bulunya berwarna kemerah-merahan tidak merata, dan bulu merah ini tidak hilang setelah proses mabung
  68. Brumbun Kendit: Ada bulu putih berderet dari kanan  ke kirir pada tekong atas, bulu puti itu kadang tidak nampak karena tertutp bulu diatasnya
  69. BUNTEL MAYIT: masing-masing sayapnya ada  bulunya putih 1 lembar, dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung, atau tercabut
  70. LEMBU RAWAN: bulunya dlemok dlemok tidak tumbuh dengan baik
  71. KELABANG KAPIPIT/SENGKOLO PIPIT: pada sayap bagian dalam bila direntangkan terdapat bulu berwarna putih, dan bulu putih ini ini tidak hilang setelah proses mabung
  72. SOGOK/SUJEN: Bulu ekornya salah satunya, atau lebih (bulu primer/utama) berwarna putih, dan bulu  putih ini tidak hilang setelah proses mabung, sujen  artinya daging dalam tusukan sate
  73. TRAJU MAS : kaki berwarna kuning
  74. PEKSI : bpl paruh pendek 1 cm
  75. BROMOKOLO : bpl berkuku putih tapi bening…. kuku panjang tajam
  76. KETITIRAN : suara kecil kuat keras bunyinya kikikikikik…. cirinya ekor miji miji atau nggak berkaitan
  77. MEGO MENDUNG : bpl warna krem/silver bodinya dan  ekor warna hitam, kalung pethuk/nyambung, mata walau bukan merah tapi tembus cahaya
  78. PATAK WARAK : kepala botak tanpa bulu sampai  tulang kepala tanpa kulit, terlihat seolah “LUKA” yang mengganga
  79. SUMPING : bulu putih tepat di atas mata sebelah kiri  saja atau kanan saja, dan bulu putih ini tidak akan  hilang setelah proses mabung/tercabut
  80. KALUNG USUS : lurik nyambung pada bawah leher/ tembolok/ dubur
  81. CEMORO : bulu tanpa lurik ato seperti rambut tidak kempel tapi pecah pecah
  82. BLOROK SINGKIR SENGKOLO : cirinya sayap ngangkat satu
  83. BLOROK KETEK/MONYET : cirinya ada lurik dobel satu  bulu terdapat di semua bagian badan
  84. GOTONG MAYIT: masing-masing sayapnya ada  bulunya putih 3 lembar, dan bulu outih ini tidak hilang  setelah proses mabung, atau tercabut
  85. SRI SEDONO LUTUT : warna sisik kaki depan ungu tua  tetaapi sisik jempolnya merah
  86. KALUNG PETUK : lurik nyambung beberapa saja di leher/ tembolok/ dubur
  87. JUNJUNG DERAJAT: Bulu putih di pangkal paha bawah, dan bulu putih ini tidak hilang setelah proses mabung,tercabut, rusak
  88. LURIK KETEK : lurik leher sampai sayap, dan lurik ini tidak hilang jika tercabut atau proses mabung

Ciri mathi ” adalah prediksi dalam hubungan bentuk, sifat, perilaku seekor perkutut:

  • Banyu Panguripan: bpl minumnya banyak , sehari sewadah minum yang besar atau lebih atau tidur di air atau tidur di tempat pakan
  • Widaksana Gasti Gasti : bpl bersuara keras tembus  menggema sampai jauh atau mantul
  • Sri Lumbung : bpl tidur di atas pakan
  • Tindih : bpl yang bila bunyi sekali doubel/cuma dua kali … pakai jeda…. bpl sekali bunyi dua kali tersebut pertama kuk 7 kedua kuk lima ato kuk tiga
  • Gedong Minep : bpl yang hanya bunyi tiap jam 4 sore – 6 sore
  • Gedong Mengo : bpl yang hanya bunyi antara jam 3  pagi sampai jam 6 pagi…. menjemput sinar matahari
  • Banjar Pethung: bpl dengan suara kuk 7
  • Suguh Dayuh : bpl bunyi setiap mau ada tamu datang  dan menyambut tamu datang
  • Lurah: Perkutut selama hidupnya tidak pernah turun ke tanah makan dan minumnya diloloh perkutut lain
  • Sihwanteyan: Perkutut manggungnya ngelik bersusun
  • Sri Rezeki : Kotorannya menumpuk seperti gunung
  • Widonosreku: Perkutut manggungnya terdengar bersusun susun
  • Durga Nguwuh: manggung pada tengah malam antara 23.00 sampai 00.00,
  • Durga Ngerik: manggungnya terus terusan (siang malam),
  • Biksu Welahan: perkutut bisu/tidak bunyi
  • Gendawa Sabda: suara manggungnya keras dan merdu
  • Mujur : bpl tidur searah tangkringan
  • Jujur : bpl ekornya naik ke atas kalo jalan
  • Jogoboyo : bpl tidur dibawah ato tidur ditanah atau tidak bisa terbang

(BERBAGAI SUMBER)****