oleh

Ironis, Dana PIP di SMPI Trijaya Karangnunggal Diduga Disunat

Kab.Tasikmalaya,LINTAS PENA. Demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Pemerintah menelurkan berbagai program agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif, salah satunya adalah Program Indonesia Pintar (PIP)

Program Indonesia Pintar (PIP) adalah bantuan berupa uang tunai yang diberikan oleh Pemerintah kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu yang mengalami kesulitan untuk membayar biaya pendidikan.

Seperti yang tertuang pada Permendikbud 10 Tahun 2020 Tentang Program Indonesia Pintar, dana PIP dapat digunakan oleh peserta didik untuk memenuhi segala kebutuhan pendidikan seperti membeli perlengkapan sekolah, biaya transportasi, uang saku hingga untuk uji kompetensi.

Tujuan dari PIP itu sendiri yaitu untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu agar dapat menyelesaikan pendidikannya, baik melalui jalur formal seperti SD hingga SMA/SMK, maupun jalur non formal yaitu Paket A, Paket C dan pendidikan khusus.

Melalui program PIP tersebut, Pemerintah berupaya untuk mencegah peserta didik putus sekolah dan lewat PIP, Pemerintah juga berharap dapat membuat peserta didik yang putus sekolah untuk dapat melanjutkan kembali pendidikannya.

Namun ironisnya program indonesia pintar(PIP)di SMPI Trijaya Karangnunggal yang berada di Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal diduga disunat pihak sekolah yang seharusnya siswa menerima Rp.750 ribu ini malah menerima Rp.600 ribu,berarti diduga disunat atau dipotong sekitar Rp.150 ribu,itu alasannya buat administrasi beber salah seorang sumber yang nama dan identitasnya minta dirahasiahkan rabu(3-11-2021)

Sementara itu kepala sekolah SMPI Trijaya Karangnunggal Iswara melalui sambungan selularnya menjelaskan kalau program Indonesia Pintar(PIP)itu merupakan usungan atau aspirasi jadi kita dalam aspirasi itu ada sebuah komitmen,jadi harus ngasih kepada yang sudah mengusahakan

Dan itu buat siswa lain yang tidak mendapatkan sekarang yang sudah cair sekitar 102 peserta didik itu juga diambil oleh para orang tua peserta didik Dan itu juga intruksi dari ketua yayasan serta itu sipatnya hasil musyawarah antara pihak sekolah,yayasan,komite serta orang tua siswa jelasnya

Saat dikonfirmasi ketua yayasan  SMPI Trijaya Karangnunggal Ana mengatakan kalau itu sipatnya bukan potongan atau penyunatan karena uang yang sudah terkumpul sebanyak 55 peserta didik yang mendapatkan kami berikan kepada para peserta didik yang tidak mendapatkan,misal dikasih kepada siswa yang sudah yatim piatu dan tidak mampu,memang diakui itu tidak sesuai dengan aturan akan tetapi itu merupakan kebijakan dan sudah disetujui semuanya baik pihak sekolah,yayasan komite dan orang tua siswa ,demi menjaga hal hal yang tidak diinginkan kami buatkan berita acara supaya semua mengetahui ungkapnya. (M.MUHLIS)***

Komentar

News Feed