Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung dan Tokoh Budaya Sunda)
BEBERAPA waktu ke belakang, telah dibahas kecerdasan Visual (Penglihatan, Pengamatan, dan Imajinasi) , mari kita bahas tentang kecerdasa Auditorial (Kemampuan Mendengar), sebagai anugrah Tuhan yang diberikan pada manusia.
Nabiyullah Isa as, sejak dalam kandungan Bunda Maryam, dianugrahi Tuhan mampu mendengar, dan komunikasi dengan ummatnya ketika ia memohon petunjuk Tuhan. Ummatnya menyebut Mu’jizat Tuhan.
Begitupun Sulaiman bin Dawaud as, mampu mendengar suara (perkataan) binatang, ketika rombongan semut, menghentikan pasukan kuda yang akan melintas, semut berkat ya Sulaiman as, Engkau Nabi, Rasul, dan Raja , bisakan rombingan berkudamu tidak menginjak rombonganku, Sualiman as, mendengarnya dan menghentikan pasukan kudanya. Tunggu setelah rombongan semut melintas, baru lanjut lagi. Begitupun ketika kerumunan semut memohon hujan, Sulaiman as mengaminkannya. Hujan pun turun. Kemampuan mendengar dan berkomunikasi dengan binatang, merupakan mu’jizat yang Tuhan berikan pada Sulaiman as.
Nabiyullah Muhammad saw, mendengar bagaimana jeritan orang mengalami penyiksaan di dalam kubur, lima menit kemudian Rasulullah tersenyum, karena ahli kubur sudah tidak disiksa lagi setelah anak, cucu dari ahli kubur mengirimkan do’a hatta satu huruf al Quran.
Kemampuan , kecerdasan mendengar bila diasah, boleh jadi pendengaran lebih cepat menangkap suara-suara dari jauhnya, dan tidak semua mampu mengoptimalkannya.
Orang-orang sukses dengan kecerdasan auditorial biasanya memiliki kemampuan mendengarkan dan memahami informasi dengan baik. Berikut beberapa contoh tokoh sukses dengan kecerdasan auditorial:
Albert Einstein : Fisikawan terkenal ini dikenal memiliki kemampuan mendengarkan dan memahami konsep-konsep kompleks dengan baik.
Leonardo da Vinci : Seniman dan ilmuwan Italia ini memiliki kemampuan mendengarkan dan memahami berbagai disiplin ilmu dengan baik.
Stephen Hawking : Fisikawan teoretis Inggris ini memiliki kemampuan mendengarkan dan memahami konsep-konsep kompleks meskipun memiliki gangguan pada kemampuan berbicara dan bergerak.
Oprah Winfrey : Pembawa acara talk show terkenal ini memiliki kemampuan mendengarkan dan memahami orang lain dengan baik, membuatnya menjadi salah satu pembawa acara paling sukses di dunia.
Barack Obama :: Mantan Presiden Amerika Serikat ini dikenal memiliki kemampuan
mendengarkan dan memahami orang lain dengan baik, membuatnya menjadi salah satu pemimpin paling efektif di dunia ¹.
Kecerdasan auditorial dapat membantu seseorang menjadi lebih sukses dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, politik, dan seni. Dengan kemampuan mendengarkan dan memahami orang lain, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih baik, membuat keputusan yang lebih tepat, dan mencapai tujuan yang lebih efektif.
Orator. Para pengkhotbah. Mubaligh. Seni suara -Penyanyi-. Penyair -Pembawa Pantun-Puisi-. Ahili Debat. Politisi. Mereka semua terlahir, memiliki anugrah Tuhan, yakni Kecerdasa Auditorial ( kemampuan mendengar) ygTuhan lebihkan dan berikan pada seseorang.
Bung Karno, tak ada yg bantah bahwa beliau adalah seorang Orator. Singa Podium. Margaret Tacher, adalah seorang orator. WS. Rendra, penyair-pembaca Puisi , Si Burung Merak. Otto Iskandar Dinata, seorang orator, dikenal Si Jalak Harupat. Titik Puspa, seorang Biduanita legendaris. Para Composer, dan lain sebagainya. Mereka semuanya, Gusti Allah lebihkan kemampuan kecerdasan Auditorialnya.
Seorang Bayi, ketika masih dalam Kandungan, para ahli Genekologi, menyebutkan daya rekam pendengaran bayi saat dalam kandungan, akan nampak saat anak2, remaja,, dan dewasa. Di Iran, ada Anak usia 5 th sudah hapal al Quran. Setelah diteliti, ternya Ibunya selama mengandung selalu membaca Al Quran hingga berkali-kali hatam, begitu terus berjalan hingga lahir dan sampai usia balita, ibunya slalu membaca al Quran, kemudia ayahnya membimbing hapalannya.
Saintek, fisikawan, telah menemukan teori energi gelombang, frekwensi. Mereka melakukan eksperimen terhadap pengaruh frekwensi tersebut.Satuan frekuensi suara yang umum digunakan adalah Hertz (Hz). Hertz adalah satuan yang digunakan untuk mengukur jumlah getaran atau siklus per detik.
Dalam konteks suara, frekuensi adalah jumlah getaran per detik yang dihasilkan oleh sumber suara, seperti getaran membran telinga atau getaran senar gitar.
Berikut adalah beberapa contoh frekuensi suara:
- Suara manusia: 20 Hz – 20.000 Hz
- Suara musik: 20 Hz – 20.000 Hz
- Suara ultrasonik: > 20.000 Hz (tidak dapat didengar oleh telinga manusia)
- Suara infrasonik: < 20 Hz (tidak dapat didengar oleh telinga manusia)
Dalam pengukuran suara, desibel (dB) digunakan untuk mengukur intensitas suara, bukan frekuensi. Desibel adalah satuan yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara intensitas suara dengan intensitas suara referensi.
Melihat frase diatas, kemampuan, kecerdasan Auditorial, yang Anugrahkan, jangan sampai orang tua, Guru, menghambat anak -anak yang memiliki kecerdasan auditorual tidak berkembang secara optimal. Seorang Tunanetra , Tuhan lebihkan kemampuannya pada pendengarannya.
Kemampuan argumentasi seorang Auditori, ia slalu mengatakan , dengan kalimat pembuka, saya mendengar, saya dengar, bahwa kejadian bencana alam diakibatkan terjadinya pembalakan hutan secara besar-besaran. Seorang pemimpin, mengatakan, saya dengar ada anak , dan nenek yang divonis hukuman karena memungut buah coklat yang jatuh. Pemimpin yang bijak akan mendengar suara rakyatnya.
Cag!@Abah Yusuf-Doct//Kabuyutan
27 Jumadil Akhir 1447 H – 17 Desember 2025 M
